Survei GWM di GIIAS 2025: Tank 300 Diesel Paling Dilirik, ORA 03 BEV Tempel Ketat!
- account_circle dennis
- calendar_month Sen, 4 Agu 2025
- visibility 115

booth GWM di GIIAS 2025
Survei GWM di GIIAS 2025: Tank 300 Diesel Paling Dilirik, ORA 03 BEV Tempel Ketat!
OTOExpo.com , Tangerang – Ajang GIIAS 2025 bukan hanya pesta peluncuran mobil baru, tapi juga panggung bagi pabrikan untuk memahami pasar lebih dalam.
Salah satunya adalah Great Wall Motor (GWM) yang menggelar survei langsung kepada ratusan pengunjung booth mereka di Hall 3, ICE BSD City.
Hasilnya cukup menarik: Tank 300 Diesel jadi yang paling banyak dilirik, sementara ORA 03 BEV berhasil mencuri perhatian di segmen mobil listrik.
Strategi ini sejalan dengan filosofi global GWM: “All Scenarios, All Powertrains, All Users” artinya, GWM ingin menawarkan solusi untuk semua kebutuhan mobilitas, baik ICE, HEV, PHEV, hingga BEV.
Dan tampaknya, pesan ini diterima dengan baik oleh pengunjung GIIAS.

booth GWM di GIIAS 2025
Siapa yang Ikut Survei? Generasi Z Mendominasi!
Dari hasil survei, terungkap bahwa pengunjung booth GWM sangat beragam, tapi yang menarik, Generasi Z mendominasi dengan 52% responden.
Disusul Generasi X (23%) dan Milenial (21%). Bahkan, seimbang dari sisi gender: 54% pria dan 46% wanita.
Latar belakang profesi juga beragam, mulai dari mahasiswa, profesional, karyawan swasta, hingga wirausahawan.
Ini menandakan bahwa GWM bukan hanya menarik perhatian segmen mapan, tapi juga generasi muda yang mulai peduli teknologi otomotif, termasuk elektrifikasi.
Tren Pilihan: Masih Banyak yang Bingung, Tapi BEV Mulai Dilirik
Menariknya, 50% responden mengaku masih dalam tahap eksplorasi.
Artinya, mereka belum menentukan apakah ingin mobil listrik murni, hybrid, atau konvensional. Ini wajar, mengingat transisi ke kendaraan elektrifikasi masih berlangsung di Indonesia.
Namun, dari sisanya, 20% sudah condong ke BEV (Battery Electric Vehicle), 12% memilih HEV (Hybrid Electric Vehicle), 11% PHEV (Plug-in Hybrid), dan 11% lainnya tetap bertahan di ICE (Internal Combustion Engine).
Ini memberi sinyal penting: mobil listrik murni mulai jadi pertimbangan serius, tapi hybrid tetap menarik karena lebih fleksibel di kondisi infrastruktur charging yang belum merata.
Tank 300 Diesel Jadi Jawara Booth GWM
Dari semua lini produk GWM yang dipamerkan, Tank 300 Diesel keluar sebagai model paling populer dengan 27% suara.
Tidak heran, SUV ini dikenal dengan desain gagah, kemampuan off-road mumpuni, dan mesin diesel bertenaga cocok buat konsumen yang hobi adventure.
Posisi berikutnya cukup mengejutkan:
-
Haval Jolion HEV dapat 12%
-
Tank 500 HEV 11%
-
Haval H6 hanya 6%
Ini menarik karena menunjukkan dua kutub minat konsumen: ada yang suka SUV besar bertenaga, tapi ada juga yang melirik city car listrik seperti ORA 03.
Apa yang Dicari Pengunjung Setelah Kunjungan Booth?
Survei juga mengungkap tiga hal utama yang paling diminati pengunjung setelah melihat mobil GWM:
-
Spesifikasi kendaraan (62%) – artinya konsumen ingin tahu detail teknologi dan fitur.
-
Program promosi (60%) – karena faktor harga tetap jadi pertimbangan utama.
-
Layanan purna jual (35%) – wajar, karena mobil listrik & hybrid butuh dukungan aftersales yang kuat.
Pemesanan Naik Dua Kali Lipat!
Tak sekadar minat, GWM juga mencatat hasil penjualan yang cukup menggembirakan.
Hingga hari terakhir GIIAS 2025, GWM berhasil membukukan hampir 400 unit SPK. Angka ini naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan GIIAS tahun lalu.
Dari total itu:
-
58% pemesanan untuk Tank 300 Diesel
-
25% untuk ORA 03 BEV
-
Sisanya terbagi untuk model hybrid seperti Haval Jolion HEV dan Tank 500 HEV.
Lonjakan ini jadi bukti bahwa strategi GWM membawa lini produk beragam sesuai kebutuhan konsumen Indonesia berhasil.
Kenapa Tank 300 Diesel Bisa Populer di Era Elektrifikasi?
Ada pertanyaan menarik: kenapa mobil diesel yang justru jadi primadona di era ramah lingkungan ini? Jawabannya sederhana: kebutuhan pasar Indonesia belum seragam.
Banyak konsumen yang tinggal di luar kota besar, yang butuh tenaga besar, daya jelajah panjang, dan ketersediaan bahan bakar yang mudah.
Selain itu, Tank 300 Diesel menawarkan gaya SUV premium dengan harga lebih masuk akal dibanding brand Jepang. Ini daya tarik besar buat pasar domestik.
Namun, tidak bisa dipungkiri, minat terhadap ORA 03 BEV dan hybrid seperti Haval Jolion HEV juga meningkat. Artinya, elektrifikasi bukan sekadar hype sudah mulai jadi pertimbangan nyata.
Strategi GWM “All Scenarios” Kena Sasaran
Dengan menghadirkan semua opsi ICE, HEV, PHEV, dan BEV, GWM berhasil mencuri perhatian di GIIAS 2025.
Tank 300 Diesel jadi bukti bahwa SUV gagah masih punya pasar besar, sementara ORA 03 BEV dan model hybrid menunjukkan masa depan elektrifikasi Indonesia mulai terbuka.
Ditambah pemesanan yang melonjak dua kali lipat, GWM jelas menunjukkan diri sebagai pemain serius yang siap bersaing di berbagai segmen.
Tinggal bagaimana mereka mengelola harga, aftersales, dan edukasi pasar agar momentum ini tidak hilang.
Jadi, menurut kamu, lebih pilih SUV gagah Tank 300 Diesel atau city car listrik ORA 03? ***
.
.
.
- Penulis: dennis

