Satu Unit Wuling New Air EV Lite ‘Mendarat’ di Panggung Musik Remember November Vol.3
- account_circle Abimanyu
- calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
- visibility 173
- comment 0 komentar
- print Cetak

Festival Remember November Vol.3–Yokjakarta Umumkan Pemenang Wuling New Air EV Lite
Satu Unit Wuling New Air EV Lite ‘Mendarat’ di Panggung Musik Remember November Vol.3
Festival Remember November Vol.3–Yokjakarta Umumkan Pemenang Wuling New Air EV Lite
OTOExpo.com , Yogyakarta – Ketika malam Jakarta terasa lebih hangat dari biasanya, dentuman bass dari panggung Festival Remember November Vol.3 Yokjakarta membawa ribuan orang larut dalam euforia akhir pekan. Dalam momen yang seolah dirajut oleh cahaya lampu panggung dan energi anak muda, sebuah kejutan besar hadir: pengumuman pemenang grand prize 1 unit Wuling New Air EV Lite Standard Range.
Tak ada yang menyangka, kerumunan musik yang identik dengan kebebasan justru menjadi ruang lahirnya kolaborasi unik antara dunia otomotif dan industri kreatif. Seperti dua nada berbeda yang ketika disatukan justru menghasilkan harmoni baru, Wuling dan penyelenggara festival membuktikan bahwa mobilitas masa depan bukan hanya milik showroom tapi juga milik ruang seni, panggung musik, dan budaya populer.
Kolaborasi Otomotif dan Musik
Kedua industri yang tampak berjalan di orbit berbeda ini rupanya punya jalinan yang lebih dalam dari sekadar kerja sama. Menurut Brian Gomgom, Brand Communication Senior Manager Wuling Motors, langkah ini bukan sekadar program promosi.
“Kami ingin mendekatkan inovasi kendaraan listrik kepada masyarakat melalui ekosistem kreatif. Mobil listrik tak hanya soal teknologi, tapi juga gaya hidup,” ungkapnya di sela acara.
Pernyataan itu bukan jargon semata. Selama dua hari, 22–23 November 2025, pengunjung festival tak hanya disuguhi deretan musisi beken, tapi juga kesempatan membawa pulang sebuah kendaraan elektrifikasi yang lahir di Indonesia, untuk Indonesia.
Dalam konteks pemasaran modern, langkah ini adalah sinyal besar: EV kini bukan lagi teknologi yang terasa mahal atau jauh—melainkan bagian dari keseharian, bagian dari narasi kultur anak muda urban.
Malam Pengundian: Di Tengah Lampu Panggung, Nama Itu Disebut
Ribuan pasang mata menyaksikan detik pengundian. Mereka yang sejak awal datang demi musik mendadak terdiam, menunggu siapa orang beruntung yang akan membawa pulang kendaraan listrik kompak tersebut. Ketika nama Julia Nurmayanti disebut—seorang warga Cengkareng gemuruh penonton langsung memecah langit-langit Gambir Expo.
Julia naik ke panggung dengan rasa tak percaya. Sorotan lampu membingkai senyumnya, sementara sebuah Wuling New Air EV Lite dengan livery khusus festival berdiri gagah di belakangnya ibarat hadiah dari masa depan yang baru saja ditarik masuk ke bumi.
Seremoni penyerahan itu seakan menjadi adegan penutup sebuah cerita dua hari penuh kreativitas. Dan tentu saja, menjadi awal cerita baru bagi sang pemenang yang kini pulang membawa kendaraan listrik dengan jarak tempuh hingga 200 km per pengisian penuh.
Mengenal Lebih Dekat Wuling New Air EV Lite: Mobil Listrik yang ‘Ringkas tapi Serius’
Meski tampil mungil, New Air EV Lite tidak sekadar menjadi EV pemula. Ia diciptakan sebagai “Your Everyday Vehicle”, kendaraan yang dirancang untuk menunjang rutinitas harian masyarakat urban.

Festival Remember November Vol.3–Yokjakarta Umumkan Pemenang Wuling New Air EV Lite
Berikut adalah beberapa detail teknis yang membuatnya menarik:
-
Baterai: 17,3 kWh Lithium-ion
-
Jarak tempuh: hingga 200 km
-
Pengisian: mudah di rumah (easy home charging)
-
Konsep: easy to use, easy to own
-
Interior: nuansa Tamarind Sunset yang memberi kesan hangat
-
Cluster: 7” TFT Full Color Meter Cluster
-
Dimensi: kompak dan lincah untuk perkotaan
Dengan karakter tersebut, ia seolah menjawab keresahan perkotaan: macet panjang, ruang parkir sempit, dan kebutuhan transportasi yang lebih bersih. Meski Wuling belum mengumumkan harga pasti untuk unit khusus festival, versi Lite Standard Range sebelumnya berada pada kisaran Rp 180 juta – Rp 195 juta (harga perkiraan OTR Jakarta tergantung promo dan program pembelian). Harga ini membuat EV Lite menjadi salah satu mobil listrik paling terjangkau di Indonesia.
Tak heran bila unit ini menjadi hadiah grand prize yang begitu menarik perhatian.
Sentuhan Khusus Festival: Livery yang Tak Akan Ada Duanya
Berbeda dengan unit reguler, hadiah yang dibawa pulang Julia memiliki livery spesial bertema Remember November Vol.3 – Yokjakarta, membuat tampilannya lebih personal, artistik, dan terasa seperti karya kolaborasi antara musisi, seniman grafis, dan dunia otomotif. Inilah hal yang membuat mobil hadiah ini bukan hanya kendaraan tapi juga memorabilia festival.
Musik, Listrik, dan Masa Depan Berkelanjutan
Menurut Clement Winarko, Event Director Remember November Vol.3:
“Festival musik punya ruang besar untuk kolaborasi lintas industri. Kehadiran Wuling bukan hanya menambah antusiasme, tapi membawa pesan positif soal inovasi dan keberlanjutan.” katanya.
Festival yang biasanya menjadi arena untuk berdansa, bernyanyi, dan merayakan ekspresi, kini juga menjadi panggung edukasi tentang masa depan transportasi. Di sinilah kolaborasi menemukan maknanya musik sebagai medium, EV sebagai pesan.
Jika beberapa tahun lalu kendaraan listrik terasa seperti teknologi mahal yang hanya dapat diakses segelintir orang, kini gambarnya berubah.
Mobil listrik hadir di konser. Menjadi hadiah festival. Disentuh oleh publik secara langsung. Dilihat dekat, dirasakan dekat.
Inilah strategi yang mempercepat adopsi. Sebab perubahan besar sering kali dimulai dari pengalaman kecil yang menyentuh sisi emosional manusia.
Meski panggung festival telah padam, kolaborasi ini meninggalkan jejak yang akan terus hidup. Wuling berhasil menunjukkan bahwa inovasi tidak harus selalu dipamerkan di pameran otomotif; ia bisa hadir di tengah musik, di antara anak muda, di ruang penuh kreativitas.
Dengan semakin banyaknya jembatan antara dunia otomotif dan industri kreatif, adopsi kendaraan listrik perlahan menemukan jalannya bukan dengan paksaan, melainkan dengan keterlibatan, rasa penasaran, dan pengalaman menyenangkan.
Dan mungkin, bagi Julia dan ribuan pengunjung lainnya, malam itu tidak hanya menjadi penutup festival, tetapi juga awal babak baru mobilitas masa depan.***
- Penulis: Abimanyu
- Editor: RM.Dimas Wirawan
