Berita
light_mode
Beranda » Business » Road Safety Fellowship 2025 Banyak Wacana, Sedikit Aksi?

Road Safety Fellowship 2025 Banyak Wacana, Sedikit Aksi?

  • account_circle dennis
  • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
  • visibility 145
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Road Safety Fellowship 2025 Banyak Wacana, Sedikit Aksi?

 

OTOExpo.com , Jakarta –  Road Safety Fellowship 2025 digelar megah di sebuah hotel berbintang, menghadirkan 30 lebih perwakilan dari berbagai kementerian, lengkap dengan panel riset dari ITB dan UI.

Tapi, satu pertanyaan sederhana pun muncul: semua ini akan menghasilkan apa selain dokumen rekomendasi yang entah ke mana?

Acara ini punya misi mulia: menyelamatkan generasi muda Indonesia dari bahaya kendaraan roda dua.

Faktanya, angka kecelakaan yang melibatkan motor memang bikin ngeri. Tahun 2024 mencatat lebih dari 150.000 kasus kecelakaan, dengan 26.893 korban jiwa mayoritas dari kelompok usia 15–24 tahun.

Iya, generasi yang katanya mau jadi tulang punggung ekonomi Indonesia 2045.

Tapi ironisnya, hingga sekarang regulasi soal teknologi keselamatan seperti ABS (Anti-lock Braking System) masih belum jadi kewajiban mutlak.

Sementara negara tetangga seperti Malaysia sudah lebih dulu mewajibkannya. Jadi, apa kabar Indonesia?

Road Safety Fellowship 2025 Banyak Wacana, Sedikit Aksi?

Kecelakaan Roda Dua: Fakta Tragis yang Selalu Diulang

Bayangkan, tiga orang meninggal setiap jam karena kecelakaan lalu lintas. Tapi entah kenapa, kita seperti sudah terbiasa mendengar kabar duka dari jalanan.

Kita bicara soal bonus demografi, tapi lupa bahwa jalanan kita sedang membunuh generasi itu pelan-pelan.

Road Safety Fellowship 2025 digadang-gadang sebagai upaya awal untuk membangun sistem keselamatan kendaraan roda dua yang lebih adaptif dan progresif.

Tapi ya begitu, kebanyakan masih di tahap “kajian”, “rekomendasi”, dan “diskusi”.

Padahal, data sudah jelas: sistem ABS bisa menurunkan risiko kecelakaan hingga 30%. Jadi kenapa belum juga diterapkan sebagai standar?

Wacana Tanpa Tenggat Waktu = Wacana Selamanya

Para peserta acara yang terdiri dari berbagai kementerian dan lembaga sepakat bahwa perlu dibentuk task force lintas K/L untuk memperkuat regulasi keselamatan kendaraan roda dua. Tapi pertanyaannya: kapan?

Tak ada tenggat waktu konkret. Tak ada peta jalan implementasi yang transparan ke publik. Bahkan, isu “penguatan regulasi” masih sebatas usulan revisi UU LLAJ 2009 dan PP 55/2012 yang juga sudah berkali-kali didengungkan sejak bertahun-tahun lalu.

Lebih menyedihkan lagi, studi dari ITB menunjukkan bahwa pengendara rata-rata hanya punya waktu 0,75 detik untuk bereaksi sebelum kecelakaan, dan 50% pengendara bahkan tidak merespons sama sekali.

Fakta ini seharusnya jadi alarm darurat untuk segera mewajibkan fitur keselamatan aktif seperti ABS.

Tapi lagi-lagi, semua masih mentok di “kajian” dan “pilot project”. Sementara itu, motor-motor murah tanpa ABS masih bebas dijual dan dikendarai jutaan orang tiap hari.

Kalau Serius, Harusnya Sudah Ada Roadmap Wajib ABS Sekarang

Kita tahu, adopsi teknologi butuh waktu dan biaya. Tapi masa iya nyawa manusia jadi soal anggaran?

Malaysia butuh dua tahun untuk kaji ABS, lalu langsung diwajibkan untuk motor baru. Kita? Sudah lima tahun lebih ramai diskusi, tapi belum satu pun regulasi resmi keluar.

Pemerintah bilang “kami akan mengkaji, akan uji coba, akan studi kelayakan.” Tapi publik sudah lelah menunggu.

Kita tidak butuh fellowship yang hanya menghasilkan dokumen. Kita butuh perubahan nyata di jalan.

Apalagi kalau mengacu pada target Decade of Action for Road Safety dan Perpres No. 1 Tahun 2022, Indonesia punya komitmen menurunkan angka fatalitas 50% dalam 10 tahun.

Kalau regulasi teknologi keselamatan saja masih tarik-ulur, bagaimana mau mencapai target itu?

Pendidikan Keselamatan? Bagus, Tapi Jangan Sekadar Formalitas

Salah satu rekomendasi dari forum ini adalah mewajibkan produsen motor memberikan edukasi soal teknologi keselamatan, dan memasukkan kurikulum keselamatan ke sekolah. Kedengarannya bagus. Tapi praktiknya?

Kita tahu, banyak kebijakan bagus yang mandek karena implementasi buruk. Apakah kurikulum itu benar-benar diajarkan atau hanya jadi bahan print-out dalam map yang tak dibuka?

Apakah edukasi dari produsen akan lebih banyak dari sekadar brosur?

Kalau memang serius, pemerintah harus berani membuat indikator keberhasilan yang terukur. Misalnya, berapa persen siswa SMA sudah tahu cara kerja ABS?

Berapa persen dealer motor sudah menyertakan edukasi teknologi saat jualan?

Keselamatan Roda Dua Butuh Lebih dari Sekadar Seminar

Road Safety Fellowship 2025 memang terlihat ambisius. Tapi semua ambisi akan jadi sia-sia jika tidak dibarengi dengan regulasi konkret, implementasi jelas, dan keberanian mengambil keputusan meski ada resistensi industri.

Generasi muda Indonesia tidak butuh dokumen panjang penuh jargon. Mereka butuh jaminan bahwa ketika naik motor ke sekolah atau ke kantor, nyawa mereka tidak tergadai karena absennya teknologi dasar keselamatan.

Kita bisa mulai dari hal paling sederhana dan paling krusial: mewajibkan ABS untuk semua motor baru di Indonesia, sekarang juga, bukan lima tahun lagi. ****

.

.

.

  • Penulis: dennis

Berita Menarik Lainnya

  • Xanh SM Menjadi Solusi Transportasi Ramah Lingkungan untuk Masa Depan Lebih Hijau

    Xanh SM Menjadi Solusi Transportasi Ramah Lingkungan untuk Masa Depan Lebih Hijau

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle Selviyani Mimie
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Temukan bagaimana Xanh SM sebagai layanan ride-hailing berbasis kendaraan listrik menghadirkan solusi mobilitas yang ramah lingkungan, nyaman, dan bebas emisi.

  • Toyota Perkenalkan Prius Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)

    Tren Penjualan Kendaraan Elektrifikasi Toyota Naik

    • calendar_month Jumat, 22 Jan 2021
    • account_circle Abimanyu
    • visibility 195
    • 0Komentar

    OTOExpo.com | Tren kendaraan elektrifikasi TAM pun setiap tahunnya terus meningkat. Tahun 2009, rata-rata penjualan ritel elektrifikasi TAM ialah dua

  • Ekspedisi EQUATORIDE Dimulai Tepat Di Hari Sumpah Pemuda

    Ekspedisi EQUATORIDE Dimulai Tepat Di Hari Sumpah Pemuda

    • calendar_month Selasa, 29 Okt 2019
    • account_circle dimas
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Ekspedisi EQUATORIDE Dimulai Tepat Di Hari Sumpah Pemuda   OTOExpo.com – Di bawah langit Bandung yang cerah pada 28 Oktober, deru mesin motor kembali bergema membawa semangat yang tak lekang oleh waktu. Di hari yang sarat makna bagi generasi muda Indonesia, EIGER Adventure resmi melepas sosok petualang sejati — Jeffery ‘JJ’ Polnaja, atau yang akrab […]

  • Booth Mazda di GIIAS 2025 Lebih Banyak Gaya daripada Mobil Baru

    Booth Mazda di GIIAS 2025 Lebih Banyak Gaya daripada Mobil Baru

    • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
    • account_circle dimas
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Booth Mazda di GIIAS 2025 tampil elegan dan estetik ala Jepang. Tapi, di balik desain cantik, kehadiran produk baru justru terasa tanggung. Mazda butuh lebih dari sekadar filosofi.

  • Federal Oil Sudah SNI sejak 2017

    Federal Oil Sudah SNI sejak 2017

    • calendar_month Selasa, 12 Sep 2023
    • account_circle Pandito
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Federal Oil Sudah SNI sejak 2017 , proses pendaftaran sertifikasi SNI pada produk Federal Oil tidaklah mudah, harus melalui beberapa tahapan dan pengujian laboratorium yang sudah ditentukan dari Kemneterian Perindustrian.

  • ASUS ProArt Jajaran Laptop Profesional dengan Fitur Terbaik di Kelasnya

    ASUS ProArt Jajaran Laptop Profesional dengan Fitur Terbaik di Kelasnya

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2020
    • account_circle Pandito
    • visibility 158
    • 0Komentar

    OTOExpo.com | ASUS memperkenalkan ProArt, jajaran laptop terbaru yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan para profesional di berbagai industri.

expand_less