Preview Perdana Vespa Primavera S, Sprint S, dan Sprint Tech: Lebih Stylish, tapi Masih Relevan?
- account_circle Abimanyu
- calendar_month Kam, 5 Jun 2025
- visibility 114

Preview Perdana Vespa Primavera S, Sprint S, dan Sprint Tech: Lebih Stylish, tapi Masih Relevan?
OTOExpo.com , Jakarta – Preview Perdana Vespa Primavera S, Sprint S, dan Sprint Tech: Lebih Stylish, tapi Masih Relevan?
Buat kamu pencinta gaya hidup ala Italia, Vespa kembali bikin gebrakan di tahun 2025 dengan meluncurkan jajaran model dan warna terbaru.
Bertepatan dengan ulang tahun ke-79, Vespa Indonesia membawa suasana elegan dan modern ke Mall Exhibition di Main Atrium Pondok Indah Mall 2, Jakarta, pada 2–8 Juni 2025.
Tapi, pertanyaannya: apakah gebrakan ini sekadar kosmetik, atau memang masih layak disebut timeless icon?
Tiga Model, Tiga Gaya, Satu Vibe
Vespa mengandalkan tiga jagoan utama di pameran ini: Primavera S, Sprint S, dan Sprint Tech. Ketiganya memang punya tampilan menggoda sporty, chic, dan teknologis.
Tapi di tengah derasnya tren motor listrik dan kendaraan fungsional harga terjangkau, apakah Vespa hanya menjual gaya?
Vespa Primavera S: Fashion Statement on Wheels
Primavera S tampil sebagai perwujudan Vespa klasik yang dimodernisasi. Warna tone-on-tone-nya menciptakan aura eksklusif, apalagi dengan jok monokrom premium dan velg senada yang serasi.
Detail chrome yang mengilap jadi pemanis akhir yang menyempurnakan tampilannya.
Tapi di balik tampilan menawan ini, publik bertanya: apa inovasi mesin atau performa barunya? Sayangnya, di luar visual, Vespa belum menawarkan lompatan signifikan di sektor performa.
Mesin 150 cc i-get yang digunakan masih sama seperti versi sebelumnya.
Vespa Sprint S: Buat Kamu yang Nggak Mau Biasa
Kalau Primavera S cocok buat yang kalem, Sprint S hadir untuk kamu yang bold dan ekspresif. Kombinasi bodi glossy dan doff, plus aksen warna hitam mengkilap dan grafis baru, benar-benar bikin motor ini jadi pusat perhatian.
Siluet ramping plus detail jok yang menyatu dengan warna bodi bikin tampilannya makin edgy.
Namun, lagi-lagi, Vespa sepertinya masih menahan diri dalam soal teknologi mesin atau efisiensi bahan bakar.
Dengan harga yang tidak murah, publik mungkin berharap fitur yang lebih menyentuh kebutuhan berkendara harian, bukan hanya gaya semata.

Vespa Sprint Tech: Saat Vespa Akhirnya Serius di Teknologi
Berbeda dari dua model sebelumnya, Sprint Tech bisa dibilang langkah paling progresif Vespa tahun ini.
Dashboard TFT full-color 5 inci yang bisa menampilkan notifikasi smartphone dan info perjalanan, sistem keyless, serta fitur Bike Finder jadi pembeda utama.
Tersedia dalam dua warna eksklusif Grey Entusiasta dan Black Convinto tampilan luar Sprint Tech juga tak kalah premium.
Warna warm grey dipadukan dengan aksen fluo-green? Berani dan unik, meski tidak semua orang akan cocok dengan kombinasi warna yang cukup eksentrik ini.
Yang patut diapresiasi: Vespa akhirnya menyentuh ranah ergonomi dan kenyamanan fungsional, bukan cuma visual.
Tapi sekali lagi, inovasi ini belum menyentuh sektor tenaga atau efisiensi konsumsi bahan bakar, apalagi transisi ke motor listrik.
Warisan Monocoque Steel Klasik Tapi Masih Layak?
Vespa memang masih setia dengan monocoque steel frame-nya yang legendaris. Desain ini menyatukan sasis dan bodi dalam satu struktur baja utuh sesuatu yang hampir tidak dimiliki skuter modern lainnya. Keuntungannya jelas: tahan banting dan tetap ramping.
Namun, dengan bobot yang lebih berat dari rata-rata motor sekelasnya, ditambah belum adanya opsi tenaga listrik atau hybrid, Vespa mulai terasa berat (secara harfiah dan metafora).
Di tengah tren kendaraan ramah lingkungan, harapan publik tentu lebih dari sekadar desain abadi.
Pre-order Eksklusif dan Promo: Worth It atau Gimmick?
Di ajang pameran ini, Vespa membuka kesempatan untuk pre-order ketiga model tersebut, lengkap dengan bonus flyscreen dan floormat senilai Rp3,5 juta.
Selain itu, ada promo DP ringan mulai dari Rp2 juta dan benefit hingga Rp13,5 juta.
Sekilas menggiurkan, tapi patut dicatat: harga dasar Vespa yang tinggi membuat promo-promo ini hanya terasa “ringan” bagi konsumen menengah ke atas.
Dengan kata lain, Vespa tetap mempertahankan eksklusivitasnya strategi yang sudah lama mereka jaga. Tapi apakah itu cukup untuk menarik pasar baru?
Posisi Vespa di 2025 Ikonik atau Terjebak Gaya?
Vespa selalu sukses menjual mimpi – mimpi bergaya hidup Eropa, mimpi berkendara dengan klasik dan gaya, mimpi jadi “berbeda” di jalanan.
Tapi dengan semakin kompetitifnya pasar kendaraan roda dua, dari skuter Jepang hingga motor listrik lokal, pertanyaan kritis muncul:
Apakah Vespa akan terus relevan hanya dengan menjual gaya dan nostalgia?
Vespa butuh lebih dari sekadar pembaruan warna atau fitur. Jika mereka ingin tetap bertahan 10 atau 20 tahun ke depan, transisi ke teknologi ramah lingkungan, efisiensi bahan bakar, dan inklusi harga akan jadi penentu.
Vespa Masih Menarik, Tapi Jangan Terlalu Nyaman
Tidak bisa disangkal: Primavera S, Sprint S, dan Sprint Tech tampil keren, fashionable, dan tetap membawa identitas Vespa yang kuat.
Tapi di balik desain dan gaya hidup yang mereka jual, Vespa juga harus mulai berbenah dalam hal inovasi teknis dan keberlanjutan.
Untuk sekarang, pameran di PIM 2 ini jadi ajang yang menyenangkan buat para pecinta Vespa atau mereka yang ingin tampil beda.
Tapi jika Vespa ingin menarik lebih dari sekadar komunitas loyalnya, maka langkah besar harus segera diambil.
Kalau kamu lagi kepincut tampil beda di jalanan, pameran Vespa di Pondok Indah Mall 2 bisa jadi tempat seru buat hunting Vespa impian.
Tapi kalau kamu cari motor yang efisien, ramah lingkungan, dan ekonomis, mungkin belum saatnya masuk ke klub Vespa. ****
.
.
.
.
.
- Penulis: Abimanyu

