News
light
Beranda » Kendaraan » Polytron Jadi Motor Listrik Paling Diincar Anak Muda 2026, FOX 350 Bikin Pasar Panas

Polytron Jadi Motor Listrik Paling Diincar Anak Muda 2026, FOX 350 Bikin Pasar Panas

  • account_circle Selviyani Mimie
  • calendar_month Rab, 4 Feb 2026
  • visibility 32

Polytron Jadi Motor Listrik Favorit Gen Z 2026, FOX 350 dan FOX 200 Jadi Andalan

Gen-Z Mulai Beralih ke Motor Listrik, Polytron Raih Penghargaan Merek Motor Listrik Favorit Gen Z di tahun 2026

OTOExpo.com, Jakarta –  Jakarta bukan hanya kota dengan lampu merah panjang dan jalanan yang selalu punya drama. Kota ini juga jadi saksi bahwa generasi muda Indonesia sedang mengganti kebiasaan pelan tapi pasti. Bensin mulai ditinggalkan, suara knalpot mulai digeser, dan masa depan terdengar lebih sunyi… sekaligus lebih cepat.

Di tengah pergeseran itu, Polytron berhasil mencuri spotlight.

Pada Marketeers Youth Choice Award (YCA) 2026, Polytron resmi menyabet penghargaan sebagai merek motor listrik favorit Generasi Z. Bukan penghargaan tempelan, bukan juga hadiah basa-basi. Ini murni lahir dari pilihan pasar muda yang sedang naik kelas: Gen Z.

Dan ketika Gen Z sudah memilih, industri otomotif biasanya tak punya pilihan lain selain ikut menyesuaikan.

Penghargaan tersebut diumumkan pada 3 Februari 2026 di Jakarta, sekaligus mempertegas satu fakta: Polytron kini tidak hanya menjual motor listrik, tetapi menjual gaya hidup.

Menariknya, penghargaan ini tidak datang dari panel elit atau “juri eksklusif”. Data yang digunakan berasal dari voting dan survei terhadap 1.518 responden Gen Z dari 28 kota di Indonesia, dengan pengukuran berbasis top-of-mind awareness dan preferensi pilihan produk.

Artinya sederhana: Polytron bukan hanya dikenal Polytron diingat.

Kalau dulu Gen Z dianggap sekadar pengikut tren TikTok, sekarang mereka sudah berubah jadi pengendali dompet nasional. Itulah yang ditegaskan Marketeers dalam penyelenggaraan Youth Choice Award 2026 Season 1, yang digelar di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Dalam sesi bertajuk “Revisiting the Gen Z”, Group COO of MCorp, Iwan Setiawan, menyoroti fenomena unik yang sedang terjadi pada generasi muda: Kids Getting Older Younger (KGOY).

Gen Z tumbuh lebih cepat. Mereka bekerja lebih awal, belajar investasi lebih dini, dan mulai membeli barang-barang yang dulu hanya jadi “wilayah orang dewasa” termasuk kendaraan.

“Pendapatan mereka mulai mengejar seiring dengan keterlibatan penuh di dunia kerja. Jika periode 2021–2025 adalah era pengaruh budaya bagi Gen Z, maka periode 2026–2030 adalah masa di mana kekuatan ekonomi mereka menjadi dominan,” ujar Iwan Setiawan.

Lebih tajam lagi, Iwan memprediksi Gen Z akan menjadi top spender pada 2030, lalu secara resmi menjadi pasar utama Indonesia pada periode 2031–2035.

Dengan kata lain: merek otomotif yang gagal membaca Gen Z hari ini, akan jadi penonton besok.

Polytron tampaknya sadar bahwa Gen Z tidak membeli motor hanya untuk bergerak dari titik A ke titik B. Mereka membeli sesuatu yang bisa dipamerkan, dipersonalisasi, dan terasa “gue banget”.

Gen-Z Mulai Beralih ke Motor Listrik, Polytron Raih Penghargaan Merek Motor Listrik Favorit Gen Z di tahun 2026

Gen-Z Mulai Beralih ke Motor Listrik, Polytron Raih Penghargaan Merek Motor Listrik Favorit Gen Z di tahun 2026

Di sinilah strategi Polytron terasa masuk akal.

Salah satu senjata utama mereka adalah desain dan warna yang berani. Polytron tidak bermain aman. Mereka masuk ke area yang biasanya dihindari merek-merek konservatif: warna sebagai identitas.

Head of Group Product EV 2-Wheels Polytron, Ilman Fachrian Fadly, menjelaskan bahwa desain adalah salah satu kunci kemenangan Polytron di mata anak muda.

“Polytron menghadirkan warna modern salah satunya di motor listrik terbarunya, FOX 350, Green Flux, dengan gradasi dinamis yang memadukan biru, hijau, dan ungu, serta Red Rush, warna merah berani yang mencerminkan karakter ekspresif dan percaya diri anak muda,” ungkap Ilman.

Polytron FOX 350, lewat pilihan warna seperti Green Flux dan Red Rush, terasa seperti motor yang memang sengaja dibuat untuk generasi yang hidup di era kamera dan estetika visual.

Bukan cuma motor ini fashion item berkaki dua.

Masalahnya, Gen Z sekarang juga makin kritis. Mereka bisa jatuh cinta pada desain, tapi tetap menuntut fitur.

Dan FOX 350 menjawab itu dengan spesifikasi yang tidak malu-maluin.

Polytron menyematkan fitur seperti:

  • Cruise Control untuk perjalanan lebih santai

  • Hill Start Assist agar tidak mundur saat berhenti di tanjakan

  • opsi kepemilikan yang lebih terjangkau untuk segmen pelajar hingga pekerja muda

FOX 350 jelas diarahkan untuk kebutuhan urban modern: rute harian, jalanan macet, tapi tetap ingin tampil beda.

Jika FOX 350 adalah simbol gaya modern, maka FOX 200 adalah simbol fleksibilitas.

Motor ini dirancang untuk kebutuhan jarak pendek: sekolah, kerja, belanja, atau sekadar nongkrong. Biaya operasionalnya lebih hemat, dan bentuknya lebih mudah diterima sebagai kendaraan harian.

Yang menarik, Polytron justru menempatkan FOX 200 sebagai motor yang bisa “dimainin” secara estetika.

Desainnya sengaja dibuat seperti kanvas kosong yang bisa dipersonalisasi. Mau tampil gaya “kalcer”, minimalis, sampai sporty—FOX 200 siap dibentuk sesuai selera pemiliknya.

Dan inilah yang sering tidak dipahami pabrikan lama: bagi Gen Z, kendaraan bukan cuma alat transportasi, tapi bagian dari personal branding.

Di akhir pernyataannya, Ilman menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar pencapaian, tapi validasi bahwa Polytron ada di jalur yang benar.

“Pencapaian ini menegaskan posisi Polytron sebagai merek motor listrik yang tidak hanya memahami perubahan perilaku Gen Z, tetapi juga mampu menerjemahkannya ke dalam produk yang relevan, fungsional, dan memiliki nilai emosional,” tutup Ilman.

Kalimat “nilai emosional” di sini penting. Karena saat motor listrik sudah mulai punya performa yang mirip-mirip, yang membedakan tinggal satu hal: rasa.

Dan Polytron tampaknya sedang membangun rasa itu dengan cukup rapi—sedikit puitis, sedikit berani, dan tetap teknis.

Jika tren ini terus berjalan, maka 2026 bisa jadi titik balik: tahun ketika Gen Z benar-benar mulai meninggalkan bensin… dan memilih masa depan yang lebih sunyi, lebih hemat, tapi tetap penuh gaya.*****

  • Penulis: Selviyani Mimie
  • Editor: dimas lombardi

✈︎ Random Artikel

expand_less