Berita
light_mode
Beranda » Aftermarket » Pertamina Turun Gunung Dirut Patra Niaga & Dirjen Migas Sidak SPBU Jawa Timur

Pertamina Turun Gunung Dirut Patra Niaga & Dirjen Migas Sidak SPBU Jawa Timur

  • account_circle dimas
  • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
  • visibility 191
  • print Cetak

Pertamina Turun Gunung Dirut Patra Niaga & Dirjen Migas Sidak SPBU Jawa Timur

Dirut Pertamina Patra Niaga Bersama Dirjen Migas, Tinjau Langsung SPBU di Jawa Timur, Tegaskan Komitmen Layani Keluhan Konsumen

 

 

OTOExpo.com , Jawa timur –  Ada sesuatu yang bergerak cepat di Jawa Timur. Bukan hanya mobil-mobil yang mengantre di SPBU, tapi juga langkah tegas para petinggi energi negeri ini.

Pada 29 Oktober 2025, Pertamina Patra Niaga, bersama Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) serta Lemigas, turun langsung meninjau sejumlah SPBU di Gresik dan Surabaya.

Bukan kunjungan seremonial, tapi inspeksi nyata menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan gangguan pada kendaraan usai mengisi bahan bakar.

Langkah ini menjadi wujud keseriusan Pertamina dalam menjaga kepercayaan publik terhadap mutu dan layanan BBM di lapangan.

Standar Pelayanan SPBU

Barisan utama dalam kunjungan ini dipimpin langsung oleh Mars Ega Legowo Putra, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, bersama Laode Sulaeman, Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM.

Dua sosok ini berdiri di tengah panasnya aspal Surabaya, bukan di balik meja rapat.

“Kami segera melakukan investigasi menyeluruh untuk memastikan penyebab gangguan dan menyiagakan posko layanan konsumen di wilayah terdampak,” ujar Mars Ega dengan nada tegas namun menenangkan.

Sementara Laode Sulaeman menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan perintah langsung dari Menteri ESDM.

“Kami ingin memastikan setiap keluhan masyarakat ditangani dengan cepat, dan standar pelayanan di SPBU berjalan sebagaimana mestinya,” tuturnya di sela uji sampel bahan bakar.

Beberapa SPBU

Peninjauan dilakukan Rabu, 29 Oktober 2025, menyasar beberapa SPBU strategis di wilayah Gresik dan Surabaya.

Tim gabungan dari Pertamina, Ditjen Migas, dan Lemigas melakukan serangkaian uji kualitas BBM termasuk uji pasta air dan uji visual untuk mendeteksi kemungkinan kontaminasi.

Hasilnya?

Semua sampel BBM dinyatakan bersih dan sesuai standar mutu. Tak ditemukan kandungan air atau zat asing dalam bahan bakar yang diambil dari dua SPBU yang diperiksa.

“Dari hasil pengujian, seluruh sampel menunjukkan kondisi baik dan memenuhi standar. Prosedur seperti ini juga rutin dilakukan sebelum SPBU beroperasi,” jelas Laode menambahkan.

Kendala Konsumen

Beberapa waktu terakhir, sejumlah konsumen melaporkan kendaraan mereka mengalami kendala usai mengisi BBM jenis tertentu. Isu ini cepat beredar di media sosial, menimbulkan keresahan dan keraguan publik terhadap kualitas distribusi bahan bakar nasional.

Alih-alih membiarkan rumor berkembang liar, Pertamina memilih langkah transparan dan faktual: turun langsung ke lapangan, menguji, dan membuka kanal pengaduan resmi.

“Kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh konsumen yang mengalami ketidaknyamanan. Setiap laporan kami tindaklanjuti dengan penuh tanggung jawab,” kata Mars Ega dengan nada yang lebih empatik.

Bagi sebuah korporasi energi sebesar Pertamina, kalimat maaf bukan tanda kelemahan tapi komitmen untuk memperbaiki diri di depan publik.

Standar Mutu Nasional

Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa produk Pertalite yang dikirim dari Terminal BBM Tuban dan Surabaya telah memenuhi standar mutu nasional berdasarkan hasil laboratorium internal.

Meski demikian, investigasi lanjutan tetap dilakukan di tingkat SPBU untuk memastikan tidak ada penyimpangan di jalur distribusi.

Dirut Pertamina Patra Niaga Bersama Dirjen Migas, Tinjau Langsung SPBU di Jawa Timur, Tegaskan Komitmen Layani Keluhan Konsumen

Dirut Pertamina Patra Niaga Bersama Dirjen Migas, Tinjau Langsung SPBU di Jawa Timur, Tegaskan Komitmen Layani Keluhan Konsumen

Untuk memudahkan konsumen, posko layanan khusus didirikan di wilayah terdampak, sementara bagi yang berada di luar area, tersedia kanal pelaporan resmi melalui:

  • SPBU tempat pembelian BBM terakhir

  • Pertamina Contact Center 135 (telepon, email, dan direct message media sosial)

Langkah ini menjadi bentuk nyata dari semangat “Respons Cepat, Tanggap Pasti” yang selama ini digaungkan perusahaan pelat merah tersebut.

Langkah Baik

Langkah cepat Pertamina dan Ditjen Migas memang patut diapresiasi. Namun publik tentu berharap, sidak dan pengujian kualitas tak berhenti sebagai reaksi sesaat. Tantangan sejati ada pada pencegahan berkelanjutan dan transparansi informasi.

Sebagai BUMN energi terbesar di Indonesia, Pertamina seharusnya menjadikan setiap laporan konsumen sebagai data berharga untuk memperkuat sistem kontrol mutu nasional.

Tak cukup hanya dengan posko pengaduan; perlu inovasi digital yang memungkinkan konsumen melacak asal-usul bahan bakar hingga kualitas per batch  seperti yang sudah diterapkan di beberapa negara maju.

Langkah proaktif inilah yang akan menjadi pembeda antara “menangani masalah” dan “mencegah masalah”.

Energi yang Tak Hanya Mengalir, tapi Juga Mendengar

Di bawah terik matahari Surabaya, kunjungan ini bukan sekadar inspeksi melainkan simbol bahwa energi publik harus dijaga dengan kejujuran dan ketulusan.

Ketika para petinggi energi nasional mau turun tangan langsung ke lapangan, publik pun melihat secercah harapan bahwa pelayanan migas Indonesia sedang bergerak ke arah yang lebih terbuka dan bertanggung jawab.

Dan seperti yang diucapkan Mars Ega saat menutup kunjungan hari itu:

“Energi bukan hanya soal bahan bakar, tapi soal kepercayaan. Dan kepercayaan harus terus kami jaga, setetes demi setetes.”

Dengan itu, Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa melayani masyarakat bukan sekadar tugas korporasi tapi tanggung jawab moral untuk memastikan setiap liter BBM sampai dengan mutu, integritas, dan kepastian yang dijanjikan.****

  • Penulis: dimas

Artikel Menarik Lainnya

expand_less