News
light
Beranda » Sports » Oliver Rowland Raih Gelar Juara Dunia Formula E 2025, Nissan Cetak Sejarah!

Oliver Rowland Raih Gelar Juara Dunia Formula E 2025, Nissan Cetak Sejarah!

  • account_circle Pandito
  • calendar_month Sel, 15 Jul 2025
  • visibility 101

Oliver Rowland Raih Gelar Juara Dunia Formula E 2025, Nissan Cetak Sejarah!

 

OTOExpo.com , Berlin –  Akhir pekan balapan yang emosional dan menegangkan akhirnya membuahkan hasil manis bagi Oliver Rowland dan Nissan Formula E Team.

Pembalap asal Inggris itu resmi menyandang gelar Juara Dunia ABB FIA Formula E 2024/25, sekaligus mencatat sejarah sebagai gelar juara pertama sepanjang sejarah Nissan di kejuaraan balap listrik paling bergengsi di dunia.

Tak hanya Rowland yang mencuri perhatian, rekan setimnya Sérgio Sette Câmara juga tampil heroik di balapan debutnya, naik dari posisi 21 ke posisi 9 untuk mencetak poin pertama bagi Nissan.

Sementara tim secara keseluruhan kini berada di posisi runner-up dalam klasemen kejuaraan tim dan pabrikan, dengan dua putaran penutup di London tinggal menghitung hari.

Dari Penalti ke Podium Kemenangan Mental

Rowland memulai balapan bukan dari posisi ideal. Setelah mendapatkan penalti dari balapan sebelumnya, ia harus turun dari P3 ke posisi ke-8 saat start.

Tapi seperti yang sudah biasa terjadi di Formula E  balapan di mana energi, strategi, dan sedikit keberanian bisa mengubah segalanya   Rowland tampil cerdas.

Oliver Rowland Raih Gelar Juara Dunia Formula E 2025, Nissan Cetak Sejarah!

Dengan manajemen energi yang nyaris sempurna, ia merangsek ke depan dan finis di posisi keempat, cukup untuk mengunci gelar Juara Dunia.

Bukan hanya konsistensi di balapan ini, tapi performa selama satu musim penuh yang benar-benar jadi kunci.

“Saya sangat bangga bisa memenangkan Kejuaraan Dunia Pembalap bersama Nissan Formula E Team – rasanya masih belum bisa dipercaya! Ini adalah akhir cerita yang sempurna,” kata Rowland usai balapan.

Ia juga menyebut peran besar tim dalam membentuk lingkungan yang mendukung sejak kepulangannya ke Nissan.

“Saya ingin berterima kasih kepada Tommaso dan Dorian yang selalu percaya pada saya. Tapi musim belum selesai — kami masih punya dua gelar lagi untuk diperjuangkan di London.”

Sérgio Sette Câmara, Debut Mengejutkan dari Posisi Buncit

Di sisi lain paddock, pembalap pengganti Sérgio Sette Câmara juga tampil luar biasa. Meski kualifikasi kurang beruntung akibat bendera merah saat flying lap, ia tetap menunjukkan kelasnya dengan naik 12 posisi ke P9, dan mencetak poin debut untuk Nissan.

“Saya kesal saat sesi kualifikasi diganggu Red Flag, padahal saya sedang on pace. Tapi untungnya kondisi lintasan menguntungkan dan mobil kami cepat,” ujar pembalap asal Brasil itu.

“Saya senang bisa diberi kesempatan. Selamat untuk Oli atas gelarnya. Saya siap mendukung penuh tim untuk dua race terakhir di London.”

Klasemen Sementara Formula E 2025 (Usai Putaran ke-14)

  • Oliver Rowland – P1 (184 poin)
  • Kejuaraan Tim – P2 (205 poin)
  • Kejuaraan Manufaktur – P2 (335 poin)
  • Norman Nato – P19 (19 poin)
  • Sérgio Sette Câmara – P22 (2 poin)

Dengan hanya dua race tersisa di London pada 26–27 Juli mendatang, Nissan masih berpeluang besar meraih gelar Tim dan Manufaktur.

Kebangkitan Nissan: Dari Rookie ke Raja

Keberhasilan ini terasa makin spesial karena Nissan adalah satu-satunya tim asal Jepang di Formula E, yang sudah berkomitmen penuh sejak musim ke-5 (2018/19).

Sejak saat itu, mereka mengalami naik-turun, bahkan sempat mengakuisisi penuh tim e.dams pada 2022 untuk memperkuat pondasi balap mereka.

Tommaso Volpe, Managing Director dan Team Principal Nissan Formula E Team menyatakan:

“Ini adalah akhir pekan paling emosional dalam karier saya. Oli memulai debut Formula E-nya sebagai rookie bersama kami, dan kini kami jadi juara dunia bersama. Sérgio juga tampil fantastis. Tapi kami belum selesai – masih ada dua gelar lagi yang ingin kami rebut di London.”

Nissan juga dikenal sebagai produsen pertama yang mendaftar untuk era GEN4 Formula E, menegaskan komitmen mereka terhadap elektrifikasi hingga 2030, sesuai dengan roadmap Ambition 2030 mereka.

Misi Nissan di Formula E: Bukan Sekadar Balapan

Bagi Nissan, Formula E bukan hanya soal podium, tapi juga ladang uji untuk teknologi EV masa depan. Lewat balapan, mereka mentransfer pengetahuan ke produk-produk mobil listrik Nissan di jalan raya.

Dari sistem manajemen energi, software kontrol baterai, hingga efisiensi powertrain, semua diuji di lintasan, lalu dibawa ke konsumen. Komitmen ini yang membuat Nissan serius hingga mengembangkan teknologi EV khusus untuk McLaren Racing di era GEN3.

Apa Selanjutnya? Menuju Final di London

Dengan dua balapan tersisa di London akhir Juli nanti, semua mata kini tertuju pada Nissan — apakah mereka akan menyapu bersih musim ini dengan tiga gelar: pembalap, tim, dan pabrikan?

Satu hal yang pasti, dengan mental juara dan performa konsisten seperti ini, Nissan sudah menjadi kekuatan baru di Formula E  bukan sekadar pengisi grid, tapi pesaing serius gelar setiap musimnya.***

.

.

.

.

  • Penulis: Pandito

✈︎ Random Artikel

expand_less