Berita
light_mode
Beranda » Kendaraan » Mobil Hybrid Geely Tembus 1.000 Km di Lingkar Arktik Tanpa Isi Energi – Teknologi NEV Mereka Ternyata Seganas Ini

Mobil Hybrid Geely Tembus 1.000 Km di Lingkar Arktik Tanpa Isi Energi – Teknologi NEV Mereka Ternyata Seganas Ini

  • account_circle Selviyani Mimie
  • calendar_month 11 jam yang lalu
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Geely Uji Ketahanan Lineup NEV di Kawasan Skandinavia dengan Jarak Tempuh Lebih dari 1.000 Km

  • Geely menguji lineup kendaraan energi baru di Lingkar Arktik dengan jarak tempuh lebih dari 1.000 km tanpa isi ulang. Uji ekstrem ini mengungkap teknologi hybrid, ADAS, dan AWD Geely dalam suhu di bawah nol derajat.

 

OTOExpo.com , Jakarta –  Produsen otomotif asal Tiongkok, Geely Auto, kembali menunjukkan ambisinya di segmen kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV). Kali ini, pabrikan tersebut menggelar uji ketahanan lintas negara yang cukup ekstrem: menempuh jarak lebih dari 1.000 kilometer dari Swedia hingga Norwegia dalam kondisi musim dingin ekstrem.

Yang membuat pengujian ini menarik, seluruh kendaraan dalam ekspedisi tersebut melakukan perjalanan tanpa pengisian ulang energi maupun bahan bakar hingga mencapai garis akhir perjalanan di kawasan Samudra Arktik.

Program pengujian ini melibatkan beberapa model NEV Geely, termasuk Geely Starray EM-i yang saat ini sudah diperkenalkan di pasar Indonesia. Selain itu, model lain yang ikut serta antara lain Geely V900, Geely M9, Geely XingYao 8, Geely A7, serta Geely XingYao 6.

Seluruh kendaraan diuji dalam kondisi suhu ekstrem di bawah nol derajat Celsius, sebuah lingkungan yang secara teknis menjadi salah satu tantangan paling berat bagi kendaraan elektrifikasi modern.

Pengujian dilakukan di Colmis Proving Ground, fasilitas pengujian kendaraan yang berada di Eropa Utara dan dikenal sebagai salah satu lintasan otomotif dengan garis lintang tertinggi di kawasan Eurasia.

Di lokasi ini, kendaraan harus menghadapi berbagai karakteristik iklim kutub yang kompleks, seperti:

  • permukaan jalan dengan fenomena black ice (lapisan es tipis yang hampir tidak terlihat)

  • suhu lingkungan ekstrem di bawah titik beku

  • tingkat kelembapan tinggi

  • pencahayaan rendah akibat fenomena polar night

Bagi kendaraan modern yang sarat teknologi elektronik dan sensor, kondisi tersebut menjadi ujian serius bagi sistem kendaraan secara keseluruhan.

Dalam pengujian Arktik tersebut, Geely melakukan serangkaian evaluasi teknis terhadap berbagai sistem kendaraan.

Salah satu fokus utama adalah stabilitas sistem Advanced Driver Assistance System (ADAS). Sensor radar, kamera, serta sistem pemrosesan data diuji untuk memastikan tetap mampu membaca kondisi jalan ketika visibilitas rendah dan permukaan jalan tertutup salju.

Geely Uji Ketahanan Lineup NEV di Kawasan Skandinavia dengan Jarak Tempuh Lebih dari 1.000 Km

Geely Uji Ketahanan Lineup NEV di Kawasan Skandinavia dengan Jarak Tempuh Lebih dari 1.000 Km

Selain itu, performa sistem penggerak semua roda (AWD) juga menjadi perhatian utama. Kalibrasi distribusi torsi diuji secara langsung pada permukaan jalan yang licin untuk melihat bagaimana kendaraan menjaga traksi dan stabilitas saat berakselerasi maupun bermanuver.

Tidak hanya itu, beberapa parameter teknis lain juga ikut diuji, antara lain:

  • manajemen termal baterai dan sistem hybrid

  • ketahanan penyegelan bodi terhadap kelembapan tinggi

  • performa ban musim dingin dengan paku logam

  • stabilitas sistem bagasi atap pada suhu ekstrem

  • kapasitas beban kendaraan dalam kondisi jalan es

Pengujian tersebut memberikan gambaran nyata mengenai kemampuan kendaraan dalam menghadapi skenario penggunaan paling ekstrem.

Pengujian di Lingkar Arktik merupakan bagian dari strategi pengembangan global Geely dalam menguji kendaraan pada berbagai kondisi geografis.

Saat ini Geely telah membangun jaringan enam fasilitas pengujian utama yang tersebar di berbagai wilayah dunia. Salah satu yang terbesar berada di Hangzhou Bay, Tiongkok, yang menjadi pusat pengembangan teknologi kendaraan perusahaan.

Selain itu, sejumlah fasilitas pengujian juga tersebar di wilayah Eropa untuk mensimulasikan berbagai kondisi lingkungan, mulai dari suhu ekstrem hingga lintasan performa tinggi.

Dalam jangka panjang, Geely berencana memperluas jaringan tersebut hingga 16 basis pengujian global guna memperkuat proses validasi teknologi kendaraan di berbagai skenario penggunaan.

Bagi Geely, pengujian di lingkungan ekstrem bukan sekadar demonstrasi teknologi.

Data yang dikumpulkan dari pengujian Arktik akan menjadi bagian penting dari proses pengembangan kendaraan generasi berikutnya.

Informasi teknis seperti performa termal sistem hybrid, stabilitas kontrol traksi, keandalan sensor kendaraan pintar, hingga efisiensi sistem penggerak akan dianalisis untuk meningkatkan kualitas produk secara keseluruhan.

Pendekatan ini memungkinkan Geely mengembangkan kendaraan dengan margin keselamatan yang lebih tinggi sekaligus menjaga konsistensi performa di berbagai kondisi iklim.

Strategi pengembangan tersebut tampaknya mulai membuahkan hasil.

Sepanjang tahun 2025, lineup kendaraan energi baru Geely berhasil mencatatkan penjualan kumulatif lebih dari satu juta unit di pasar Tiongkok.

Momentum ini berlanjut pada Januari 2026, ketika Geely kembali mencatatkan rekor penjualan bulanan baru untuk kendaraan NEV mereka.

Pertumbuhan ini memperkuat posisi Geely sebagai salah satu pemain utama di pasar kendaraan elektrifikasi yang semakin kompetitif secara global.

Dengan kombinasi teknologi hybrid, sistem penggerak canggih, serta validasi di lingkungan ekstrem seperti Arktik, Geely tampaknya ingin menegaskan satu pesan: kendaraan energi baru tidak hanya efisien, tetapi juga harus tangguh di kondisi paling ekstrem sekalipun.***

  • Penulis: Selviyani Mimie
  • Editor: Dimas Lombardi

Berita Menarik Lainnya

expand_less