Berita
light_mode
Beranda » Kendaraan » Mitsubishi Fuso Aman Minum B30

Mitsubishi Fuso Aman Minum B30

  • account_circle Magoh
  • calendar_month Rabu, 12 Feb 2020
  • visibility 155
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Mitsubishi Fuso Aman Minum B30

Mitsubishi Fuso dipastikan aman menggunakan solar B30. KTB jelaskan kelebihan, tantangan, dan modifikasi filter agar mesin tetap optimal.

 

 

OTOExpo.com – Ketika pemerintah resmi menerapkan biodiesel B30 secara nasional mulai 1 Januari 2020, industri otomotif—khususnya segmen kendaraan niaga tak punya pilihan selain ikut beradaptasi. Campuran 30 persen biodiesel berbasis sawit dan 70 persen solar ini membawa misi besar: menekan emisi, mengurangi ketergantungan impor BBM, sekaligus mendorong energi terbarukan.

Namun, di balik tujuan mulia tersebut, muncul satu pertanyaan besar di kalangan pelaku usaha dan operator armada:
Apakah mesin diesel, terutama truk, benar-benar siap “menenggak” B30?

Menjawab keresahan itu, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) selaku pemegang merek Mitsubishi Fuso di Indonesia angkat bicara. Dalam sebuah media gathering, KTB memastikan bahwa seluruh lini Mitsubishi Fuso aman menggunakan biosolar B30.

KTB tidak sekadar memberi klaim. Sebelum B30 resmi diberlakukan, pengujian internal telah dilakukan lebih dulu pada sejumlah produk Mitsubishi Fuso.

“Kami sudah melakukan secara internal penggunaan B30 terhadap beberapa produk kami,” ungkap Dony Hermawan, Head of PR & CSR Department PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB).

Hasilnya cukup meyakinkan. Tidak ada perubahan besar pada spesifikasi mesin, performa tetap terjaga, dan daya tahan tetap sesuai standar Mitsubishi Fuso global. Namun, ada satu area yang mendapat perhatian khusus: sistem penyaringan bahan bakar.

Fuso Fighter Chassis Panjang Hadir di GIIAS Makassar

Biosolar B30 sejatinya membawa sejumlah keunggulan teknis. Campuran biodiesel dari minyak sawit ini dikenal memiliki cetane number lebih tinggi, yang membuat proses pembakaran lebih sempurna.

Beberapa kelebihan B30 antara lain:

  • Emisi gas buang lebih rendah, khususnya karbon monoksida (CO)

  • Pembakaran lebih bersih

  • Ramah lingkungan tanpa mengorbankan tenaga mesin

  • Mendukung kebijakan energi nasional

Di atas kertas, B30 terdengar ideal. Namun, karakter biodiesel yang memiliki sifat “pencuci” (solvent) juga membawa tantangan tersendiri bagi mesin diesel modern.

Meski ramah lingkungan, penggunaan B30 memiliki konsekuensi teknis yang tidak bisa diabaikan. Biodiesel cenderung:

  • Mempercepat kotoran terangkat dari tangki

  • Memperpendek usia filter bahan bakar

  • Lebih cepat mengental atau membeku di suhu rendah

Kondisi tersebut berpotensi membuat mesin diesel lebih sulit distarter, terutama pada pagi atau malam hari di wilayah bersuhu rendah.

Karena itulah, Mitsubishi Fuso melakukan penyesuaian strategis agar mesin tetap awet dan performa tidak terganggu.

Mitsubishi Fuso Kuasai Pasar Kendaraan Niaga di Tahun 2019

Untuk lini Mitsubishi Fuso, KTB menambahkan komponen penting berupa pre-filter pada sistem bahan bakar. Komponen ini berfungsi sebagai lapisan penyaringan awal sebelum bahan bakar masuk ke sistem utama mesin.

Pre-filter tersebut bekerja bersama:

  • Water separator, untuk memisahkan kandungan air

  • Main filter, yang berada dekat mesin

Kombinasi tiga lapis perlindungan ini memastikan kontaminan, endapan, dan kandungan air dari B30 tidak merusak sistem injeksi dalam jangka panjang.

Perhatian lebih besar diberikan pada Mitsubishi Fuso Fighter, yang menggunakan mesin diesel common rail. Teknologi ini memang terkenal lebih sensitif terhadap kualitas bahan bakar.

“Untuk yang Fighter ditambah lagi jadi tiga filter. Setelah tangki bahan bakar ada filter pertama, filter kedua, baru main filter. Jadi tiga kali penyaringan,” jelas Yogi Krisdian, Head of Strategy and Planning Department KTB.

Menurut Yogi, sistem common rail membutuhkan bahan bakar yang benar-benar bersih demi menjaga presisi injektor dan tekanan tinggi yang bekerja di dalam mesin.

Kabar baiknya, seluruh unit Mitsubishi Fuso dan Fighter yang dipasarkan saat ini sudah dibekali spesifikasi tahan B30. Konsumen yang membeli kendaraan baru tidak perlu melakukan modifikasi tambahan—semua sudah disiapkan dari pabrikan.

Namun, bagaimana dengan pemilik truk Mitsubishi Fuso generasi lama?

Bagi konsumen yang masih mengoperasikan truk Mitsubishi lawas, KTB menyarankan untuk melakukan penyesuaian sistem bahan bakar agar lebih kompatibel dengan B30.

Modifikasi yang direkomendasikan meliputi:

  • Penambahan filter bahan bakar

  • Upgrade sistem penyaringan

  • Pemeriksaan rutin water separator

Biaya modifikasi tersebut berkisar antara Rp1,5 juta hingga Rp2 juta, tergantung tipe kendaraan dan kebutuhan teknisnya.

Kesimpulannya jelas: Mitsubishi Fuso aman menggunakan solar B30, bahkan telah dipersiapkan dengan pendekatan teknis yang matang. Namun, seperti halnya teknologi lain, perawatan dan pemahaman pengguna tetap menjadi kunci utama.

Dengan sistem filter berlapis, edukasi konsumen, dan rekomendasi teknis yang jelas, Mitsubishi Fuso menunjukkan keseriusannya mendukung program energi nasional tanpa mengorbankan durabilitas kendaraan niaga.

Di era transisi energi seperti sekarang, satu hal yang pasti: Truk tetap harus kuat, mesin tetap harus awet, dan bisnis harus terus jalan.****

 

  • Penulis: Magoh
  • Editor: RM.Dimas Wirawan

Baca Juga

expand_less