News
light
Beranda » Kendaraan » Mercedes-Benz Rayakan 140 Tahun, Tapi Ini Bukan Nostalgia, Mereka Sedang “Menulis Ulang” Masa Depan Mobil!

Mercedes-Benz Rayakan 140 Tahun, Tapi Ini Bukan Nostalgia, Mereka Sedang “Menulis Ulang” Masa Depan Mobil!

  • account_circle Magoh
  • calendar_month Kam, 5 Feb 2026
  • visibility 19

Mercedes-Benz 140 Tahun Inovasi di Indonesia, Dari Mobil Pertama Dunia hingga Era Elektrifikasi

140 Tahun Berinovasi: Mercedes-Benz Membentuk Masa Depan Mobilitas Sejak Menciptakan Mobil Pertama di Dunia

OTOExpo.com. ,Jakarta –  Ada merek yang merayakan ulang tahun seperti orang meniup lilin: manis, hangat, lalu selesai. Tapi Mercedes-Benz? Mereka merayakan usia seperti insinyur merayakan prototipe: dengan data, warisan, dan ambisi yang masih lapar.

Di Jakarta, tepatnya di World Beyond by Mercedes-Benz, Thamrin Nine, Mercedes-Benz Indonesia menggelar perayaan bertajuk “Mercedes-Benz 140 Years of Innovation” pada 4 Februari 2026. Ini bukan sekadar seremoni. Ini semacam pengingat halus—dan sedikit menyengat—bahwa perjalanan industri otomotif global dimulai dari satu nama yang sama: Benz.

Karena sebelum SUV jadi gaya hidup, sebelum mobil listrik jadi tren, bahkan sebelum jalan raya punya lampu lalu lintas… Mercedes-Benz sudah lebih dulu membuat dunia punya kendaraan bermotor pertama.

Dan mereka tidak sedang bernostalgia. Mereka sedang memamerkan dominasi waktu.

140 Tahun Berinovasi: Mercedes-Benz Membentuk Masa Depan Mobilitas Sejak Menciptakan Mobil Pertama di Dunia

140 Tahun Berinovasi: Mercedes-Benz Membentuk Masa Depan Mobilitas Sejak Menciptakan Mobil Pertama di Dunia

Mercedes-Benz menandai awal sejarahnya pada tahun 1886, ketika Karl Benz mematenkan Benz Patent-Motorwagen, kendaraan yang secara luas diakui sebagai mobil pertama di dunia.

Fakta ini bukan klaim marketing. Kendaraan itu bahkan tercatat dalam UNESCO Memory of the World Register—sebuah pengakuan bahwa mobil bukan hanya produk industri, tetapi artefak peradaban.

Dalam perayaan ini, Mercedes-Benz menegaskan bahwa inovasi mereka bukan sebuah kebetulan, melainkan budaya yang dibangun selama lebih dari satu abad.

Donald Rachmat, Chief Executive Officer Mercedes-Benz Indonesia, menyampaikan bahwa inovasi adalah DNA yang tidak pernah putus.

“Perjalanan Mercedes-Benz dimulai pada tahun 1886, ketika Karl Benz mematenkan Benz Patent-Motorwagen yang diakui sebagai mobil pertama di dunia. Sejak saat itu, inovasi menjadi fondasi utama Mercedes-Benz dalam menghadirkan teknologi, keselamatan, kenyamanan, dan kemewahan,” ujar Donald Rachmat.

Ia menambahkan, inovasi Mercedes-Benz hari ini bukan sekadar membuat sesuatu terlihat futuristik, melainkan menghadirkan manfaat nyata bagi pelanggan.

“Bagi Mercedes-Benz, inovasi bukan sekadar mencipta, tetapi merupakan sebuah proses berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi pelanggan melalui elektrifikasi, digitalisasi dan intelligent mobility.”

Kalimat itu terdengar formal, tapi maknanya tegas: Mercedes-Benz tidak akan berhenti sampai mobil benar-benar menjadi “makhluk cerdas”.

Mercedes-Benz punya kebiasaan unik: mereka menciptakan teknologi, lalu dunia menganggapnya sebagai standar wajib.

Dalam catatan inovasinya, Mercedes-Benz dikenal sebagai pelopor dan pengembang teknologi keselamatan otomotif yang kini jadi bagian dari kehidupan sehari-hari pengemudi modern. Mulai dari:

  • ABS (Anti-lock Braking System)

  • Airbag

  • ESP® (Electronic Stability Program)

  • PRE-SAFE®

Teknologi-teknologi itu tidak hanya membuat mobil terasa lebih aman, tetapi mengubah cara manusia memperlakukan risiko di jalan.

Mercedes-Benz juga menyematkan inovasi dalam desain—yang bukan sekadar cantik, tetapi ikonik. Desain mereka sering terasa seperti jam tangan Swiss: mahal, presisi, dan sulit ditiru tanpa terlihat seperti salinan.

Bahkan lebih jauh, Mercedes-Benz menempatkan dirinya bukan hanya sebagai pabrikan kendaraan, tetapi simbol gaya hidup yang menyusup ke dunia fesyen, arsitektur, hingga film.

Ada alasan kenapa Mercedes-Benz begitu obsesif soal performa. Mereka dibesarkan oleh kompetisi.

Dari era Silver Arrows yang legendaris hingga dominasi Mercedes-AMG di Formula 1, motorsport bukan hanya panggung pamer kecepatan, tetapi ruang eksperimen brutal yang menelurkan teknologi untuk kendaraan produksi massal.

Balapan selalu memaksa mobil untuk lebih cepat, lebih kuat, lebih efisien. Dan Mercedes-Benz memanfaatkan tekanan itu sebagai bahan bakar inovasi.

Di sinilah mereka berbeda: banyak merek ikut balapan demi citra, Mercedes-Benz ikut balapan demi evolusi.

Jika 140 tahun pertama Mercedes-Benz adalah soal mesin, maka masa depannya adalah soal sistem.

Mercedes-Benz kini bergerak ke era elektrifikasi dan digitalisasi dengan fokus besar pada kendaraan listrik, teknologi berkendara otomatis, hingga pengembangan MB.OS—sistem operasi kendaraan generasi baru yang diklaim lebih berorientasi pada manusia dan masyarakat.

Ini bukan lagi mobil sebagai alat transportasi, tapi mobil sebagai platform teknologi.

Dan seperti biasa, Mercedes-Benz tidak ingin menjadi pengikut. Mereka ingin jadi penentu arah.

Yang menarik, Indonesia bukan penonton baru dalam sejarah Mercedes-Benz.

Mercedes-Benz pertama kali hadir di Indonesia sejak tahun 1894, ketika kendaraan Benz Victoria Phaeton milik Sri Susuhunan Surakarta Pakubuwono X tiba di Pulau Jawa. Sebuah catatan sejarah yang jarang diangkat, tapi penting: Indonesia sudah terhubung dengan mobilitas modern sejak era kolonial.

140 Tahun Berinovasi: Mercedes-Benz Membentuk Masa Depan Mobilitas Sejak Menciptakan Mobil Pertama di Dunia

Mercedes-Benz kemudian mendirikan operasional resminya di Indonesia pada 1970. Hingga kini, Indonesia tetap dianggap sebagai bagian penting dalam visi jangka panjang Mercedes-Benz, terutama untuk menghadirkan standar layanan global dengan konsep Best Customer Experience.

Donald menutup pernyataannya dengan nada yang tegas namun emosional.

“Kami bangga, sejak akhir abad ke-19 Indonesia turut berperan dalam perjalanan Mercedes-Benz, yang diperkuat dengan kehadiran operasional resmi sejak 1970. Melalui perayaan 140 tahun ini, kami kembali menegaskan komitmen untuk terus berinovasi dan memperkuat keberlanjutan sebagai bagian dari identitas Mercedes-Benz.”

Sebagai bagian dari perayaan 140 tahun ini, Mercedes-Benz Indonesia juga menghadirkan program khusus bertajuk Maybach Collection Package.

Program ini ditujukan untuk 2.600 pemilik kendaraan Top-End Vehicle Mercedes-Benz, yang akan menerima undangan personal untuk mendapatkan rangkaian merchandise premium resmi Maybach dengan keuntungan:

  • Penghematan hingga 53% melalui skema package

  • Tambahan diskon hingga 26% untuk pembelian satuan

  • Opsi pembelian parsial dengan harga khusus

  • Berlaku mulai Februari hingga Juni 2026

Sederhananya: ini bukan diskon biasa, tapi cara Mercedes-Benz menjaga eksklusivitas tetap terasa “privilege”.

Mercedes-Benz tidak sedang membuktikan bahwa mereka tua. Mereka sedang membuktikan bahwa mereka tahan lama—dan tetap relevan.

Karena tidak semua merek yang berumur panjang masih punya arah. Tapi Mercedes-Benz, sejak 1886, tampaknya hanya mengenal satu jalur: maju.

Dan dari Thamrin Nine, pesan itu terdengar jelas: masa depan mobilitas tidak akan ditulis oleh yang paling cepat mengikuti tren… tetapi oleh yang paling dulu menciptakan tren.****

  • Penulis: Magoh
  • Editor: RM.Dimas Wirawan

✈︎ Random Artikel

expand_less