Mercedes-Benz 108/109 Genap 60 Tahun Ikon Klasik yang Jadi Pondasi S-Class Modern
- account_circle dimas
- calendar_month Rab, 3 Sep 2025
- visibility 147

Mercedes-Benz 300 SEL der Baureihe 109. Zeitgenössische Genreaufnahme am Flughafen. (Fotosignatur der Archive von Mercedes-Benz Classic: 1999DIG1269) Mercedes-Benz 300 SEL of the 109 model series. Contemporary genre shot at the airport. (Photo index number in the Mercedes-Benz Classic Archive: 1999DIG1269)
Mercedes-Benz 108/109 Genap 60 Tahun: Ikon Klasik yang Jadi Pondasi S-Class Modern
OTOExpo.com – Tahun 1965 menjadi tonggak penting dalam sejarah otomotif dunia. Di ajang International Motor Show (IAA) Frankfurt, Mercedes-Benz memperkenalkan jajaran sedan mewah baru, yakni seri 108 dengan tipe 250 S, 250 SE, dan 300 SE.
Tak lama kemudian, tepatnya 1966, hadir varian 300 SEL dengan wheelbase lebih panjang serta suspensi udara yang kala itu tergolong sangat maju. Demi menegaskan identitasnya, model ini mendapatkan kode tersendiri: seri 109.
Kini, setelah enam dekade berlalu, kedua seri tersebut bukan hanya dianggap sukses komersial, tetapi juga diakui sebagai nenek moyang langsung Mercedes-Benz S-Class, sedan flagship yang sampai hari ini tetap jadi tolok ukur kemewahan, inovasi, dan prestise.
Desain Paul Bracq: Modern, Elegan, Tak Lekang Waktu
Seri 108/109 lahir dari tangan dingin desainer legendaris Paul Bracq, yang berhasil memadukan garis tegas, proporsi seimbang, atap rendah, serta kaca lebar.
Grille depan tampil khas, dengan bentuk hampir persegi yang mencerminkan pergeseran desain Mercedes ke arah lebih modern.
Interiornya menghadirkan kabin luas dan nyaman, sementara bagian eksterior tetap menampilkan karakter elegan nan berwibawa.
Perpaduan estetika dan fungsi inilah yang membuat 108/109 cepat diterima sebagai sedan mewah favorit di masanya.
Tak heran, desain mobil ini disebut “timeless classic”. Bahkan setelah 60 tahun, siluetnya masih terlihat segar, seakan tak termakan zaman.
Penjualannya Mencetak Rekor
Antara tahun 1965 hingga 1972, Mercedes-Benz berhasil menjual lebih dari 382.000 unit seri 108/109. Angka yang sangat besar pada era itu, apalagi untuk segmen sedan luxury.
Kesuksesan ini membuktikan bahwa mobil tersebut bukan hanya soal gaya, tetapi juga produk yang fungsional, nyaman, dan diinginkan banyak kalangan.
Penerusnya, seri 116 yang muncul pada 1972, resmi menggunakan nama S-Class, melanjutkan estafet sebagai sedan premium paling bergengsi dari Mercedes-Benz.

M
Mercedes-Benz 300 SEL of the 109 model series. Contemporary genre shot at the airport. (Photo index number in the Mercedes-Benz Classic Archive: 1999DIG1269)
Perpaduan Kemewahan dan Performa
Selain desainnya yang menawan, seri 108/109 juga menjadi pionir dalam hal teknologi. Beberapa fitur yang tergolong maju di zamannya antara lain:
- Rem cakram di semua roda – standar di setiap varian, meningkatkan faktor keselamatan.
- Pegas hidropneumatik (hydropneumatic compensating spring) – menjaga kestabilan saat membawa beban berat.
- Mesin injeksi bahan bakar untuk tipe “E”, menghadirkan tenaga lebih presisi.
Puncak inovasi terjadi di tahun 1968, ketika 300 SEL 6.3 diluncurkan. Sedan besar ini menggunakan mesin V8 milik Mercedes-Benz 600 (W100), menghasilkan performa layaknya mobil sport dengan kenyamanan ala limosin.
Setahun kemudian hadir 300 SEL 3.5 bermesin V8 M116 3,5 liter dengan injeksi Bosch D-Jetronic.
Untuk pasar Amerika, Mercedes juga memperkenalkan varian V8 M117 4,5 liter, menandai era baru mesin V8 skala besar dalam lini produksi mereka.
Suku Cadang Orisinal Masih Tersedia
Keistimewaan lain dari seri 108/109 adalah daya tahannya. Banyak unit yang masih aktif digunakan hingga hari ini, bahkan di jalan raya.
Rahasianya, Mercedes-Benz Classic masih memproduksi dan menyediakan suku cadang orisinal sesuai spesifikasi pabrik.
Saat ini tersedia lebih dari 2.100 jenis spare part, mulai dari cylinder head, camshaft, connecting rod, piston, crankshaft bearing, oil pump, hingga kaca depan dalam beberapa varian (heat-insulating, clear glass).
Kehadiran suku cadang orisinal ini memungkinkan para kolektor dan pemilik mobil klasik mempertahankan keaslian kendaraan mereka.
Warisan Abadi ke Generasi S-Class
Dari seri 108/109, lahirlah filosofi yang terus melekat pada S-Class hingga kini: kemewahan yang berpadu dengan inovasi teknologi dan keselamatan.
Model penerusnya, seri 116 di tahun 1972, membawa nama resmi S-Class dan melanjutkan tradisi sebagai sedan luxury paling dihormati di dunia.
Kini, di era modern, S-Class generasi terbaru (seri 223), bersama Mercedes-AMG dan Mercedes-Maybach, tetap mengusung DNA yang diwariskan oleh 108/109 enam dekade lalu.
60 Tahun dan Tetap Relevan
Perayaan 60 tahun Mercedes-Benz seri 108/109 bukan hanya sekadar nostalgia. Ia adalah pengingat bahwa sebuah desain hebat dan teknologi visioner bisa melampaui waktu.
Dari Frankfurt 1965 hingga Jakarta 2025, 108/109 tetap dipandang sebagai ikon otomotif yang tak lekang oleh zaman, simbol bahwa kemewahan sejati adalah ketika gaya, teknologi, dan kenyamanan bertemu dalam harmoni.**
.
.
.
- Penulis: dimas

