Menutup 2025 dengan Kinerja Solid, Pertamina Patra Niaga Siap Hadapi 2026 demi Ketahanan Energi Nasional
- account_circle Abimanyu
- calendar_month 12 jam yang lalu
- visibility 22

Pertamina Patra Niaga Siap Menapaki 2026, Melayani Masyarakat Sepenuh Hati
Pertamina Patra Niaga Siap Hadapi 2026, Ketahanan Energi Nasional Kian Kuat
Pertamina Patra Niaga Siap Menapaki 2026, Melayani Masyarakat Sepenuh Hati
OTOExpo.com , Jakarta – Menutup perjalanan 2025 dengan catatan kinerja yang solid, PT Pertamina Patra Niaga bersiap melangkah mantap ke tahun 2026. Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) ini menegaskan komitmennya untuk terus menjaga ketahanan energi nasional, memastikan pemerataan distribusi energi, serta mempercepat adopsi energi berkelanjutan di seluruh penjuru negeri.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menegaskan bahwa capaian sepanjang 2025 menjadi pijakan penting untuk melangkah lebih jauh di tengah dinamika global dan tantangan domestik yang terus berkembang.
“Sepanjang 2025, Pertamina Patra Niaga berupaya memastikan energi hadir secara merata dari Sabang sampai Merauke serta berkelanjutan. Kinerja distribusi BBM dan LPG yang terjaga, penguatan infrastruktur, serta pengembangan energi ramah lingkungan menjadi fondasi utama kami untuk melangkah ke tahun 2026,” ujar Mars Ega.
Sebagai bagian dari penugasan negara, Pertamina Patra Niaga sepanjang 2025 berhasil menjaga penyaluran BBM subsidi tetap sesuai kuota dan regulasi pemerintah. Realisasi penyaluran Solar subsidi mencapai 98,7%, Minyak Tanah 97,6%, sementara Pertalite terealisasi 90,1% dari kuota nasional.
Angka ini tidak hanya mencerminkan efektivitas pengelolaan subsidi, tetapi juga menjadi bukti bahwa energi tetap tersedia bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama sektor produktif dan wilayah dengan keterbatasan akses.
Langkah ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat ketahanan energi nasional, mendorong kemandirian ekonomi, serta memastikan pembangunan yang inklusif hingga ke pelosok.
Di luar penugasan subsidi, performa BBM non-subsidi Pertamina Patra Niaga menunjukkan tren pertumbuhan yang impresif sepanjang 2025. Dibandingkan tahun sebelumnya, konsumsi Pertamax tumbuh 20%, Pertamax Turbo melonjak 75%, Dexlite naik 11%, dan Pertamina Dex meningkat 36%.
Yang paling mencuri perhatian adalah Pertamax Green 95, BBM ramah lingkungan yang mencatat lonjakan konsumsi hingga 117%. Pertumbuhan ini ditopang oleh ekspansi jaringan outlet yang kini mencapai 177 SPBU di 71 lokasi tambahan, menjawab meningkatnya kesadaran konsumen terhadap bahan bakar yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Pada sektor LPG, penyaluran LPG subsidi 3 kilogram terealisasi 99,77% dari kuota nasional. Implementasi program One Village One Outlet menjadi kunci pemerataan layanan, dengan lebih dari 62.600 desa dan kelurahan telah terlayani pangkalan resmi.
Sementara itu, LPG non-subsidi juga mencatat pertumbuhan positif. Bright Gas 5,5 kg meningkat 13%, dan Bright Gas 12 kg naik 10% dibandingkan tahun sebelumnya, menandakan pergeseran konsumen menuju produk LPG berkualitas dan aman.
Dalam mendukung ekonomi kerakyatan, Pertamina Patra Niaga turut mendorong Koperasi Desa Merah Putih, dengan 210 outlet LPG dan SPBUN telah beroperasi dan 1.575 outlet siap beroperasi hingga akhir 2025.
Untuk menjaga keandalan pasokan, Pertamina Patra Niaga mengaktifkan Satgas RAFI dan Satgas Nataru, memastikan distribusi BBM, LPG, dan Avtur tetap aman selama momen strategis nasional.
Dari sisi infrastruktur, pengembangan Terminal LPG Bima, revitalisasi Terminal LPG Arun, serta Fuel Terminal Labuan Bajo memperkuat ketahanan energi di wilayah timur dan destinasi strategis nasional.
Saat bencana melanda sejumlah wilayah di Sumatera, Pertamina Patra Niaga mengerahkan jalur distribusi darat, laut, dan udar bahkan menggunakan helicopter sling load hingga pesawat Hercules—demi memastikan energi tetap tersedia bagi masyarakat dan pemulihan ekonomi daerah.
Dalam agenda transisi energi, Pertamina Patra Niaga terus mengembangkan Sustainable Aviation Fuel (SAF). Sepanjang 2025, fasilitas Aviation Fuel Terminal di Soekarno-Hatta, Ngurah Rai, dan Halim Perdanakusuma telah mengantongi sertifikasi internasional ISCC CORSIA.
Melalui program Movement Ramah Lingkungan, masyarakat diajak berpartisipasi mengumpulkan minyak jelantah. Hingga akhir 2025, terkumpul 154.408 liter dari 5.225 partisipan, memperkuat ekosistem energi berkelanjutan berbasis kolaborasi.
“Memasuki 2026, kami berkomitmen memperkuat peran dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui optimalisasi infrastruktur, peningkatan layanan ritel, serta pengembangan portofolio energi berkelanjutan,” tutup Mars Ega.
- Penulis: Abimanyu
- Editor: RM.Dimas Wirawan

