Melesat di Mandalika! Pebalap Astra Honda Mengguncang Podium CBR600RR Kelas 600cc
- account_circle dimas
- calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
- visibility 169
- print Cetak

Melesat di Mandalika! Pebalap Astra Honda Mengguncang Podium CBR600RR Kelas 600cc
OTOExpo.com , Mandalika – Pertamina Mandalika International Circuit pada 20–21 September 2025 tak hanya jadi arena balap.
Ia berubah menjadi panggung puisi kecepatan, tempat Honda CBR600RR meraung bersama pebalap muda Astra Honda Racing Team (AHRT).
M. Adenanta Putra, Herjun Atna Firdaus, dan Rheza Danica Ahrens tak sekadar hadir mereka menguasai ritme lomba, membelah panas aspal Lombok dengan presisi teknik dan adrenalin.
National Supersport 600cc: Adu Strategi, Adu Napas
Kelas National Supersport 600cc (NSS600) selalu jadi magnet tersendiri. Dengan tenaga yang buas dan handling presisi, CBR600RR milik AHRT adalah senjata yang diracik untuk akselerasi tinggi, kestabilan di tikungan, dan pengereman yang terukur.
Pada sesi kualifikasi Sabtu, 20 September 2025, ketiga pebalap mengunci posisi strategis: Adenanta start kedua, Herjun ketiga, dan Rheza keempat. Dengan grid seperti ini, jalannya balapan ibarat catur kecepatan.
Balapan Pertama: Panggung Jual Beli Serangan
Balapan pertama (10 lap) dimulai. Sejak lampu start padam, Adenanta dan Herjun langsung menguntit pemimpin lomba.
Rheza berada sedikit di belakang, memantau peluang. Tikungan demi tikungan di Mandalika yang lebar memaksa pembalap mengatur ritme dan slipstream.
Adenanta terus mengancam posisi pertama, menekan hingga lap terakhir. Herjun berusaha menyalip Adenanta di dua lap akhir, sementara Rheza setia di belakang mengintai celah.
Hasilnya: podium kedua untuk Adenanta, ketiga untuk Herjun, dan posisi keempat untuk Rheza trio AHRT menjaga dominasi di papan atas.
Balapan Kedua: Panas Mandalika, Strategi Dipertajam
Minggu, 21 September 2025, kondisi sirkuit lebih panas. Grip ban berubah, tekanan mental meningkat. Start tetap dari posisi yang sama, ketiga pebalap menyiapkan strategi berbeda.
Herjun memimpin ritme di awal, Adenanta menjaga jarak, Rheza memanfaatkan slipstream untuk menempel.
Drama terjadi di lap-lap akhir: pimpinan lomba terus berganti, dan tensi persaingan mencapai puncaknya. Bendera finis akhirnya berkibar: Herjun naik podium kedua, Adenanta di podium ketiga, dan Rheza konsisten di posisi keempat.
Konsistensi ini jadi modal penting menghadapi balapan mendatang.
“Saya senang dengan hasil di seri keempat Mandalika. Evaluasi ini akan kami bawa ke ARRC untuk mempersiapkan putaran selanjutnya,” ujar Adenanta, mengisyaratkan fokus jangka panjang.
Teknologi dan Teknik di Balik CBR600RR
Honda CBR600RR bukan sekadar motor supersport. Ia dibangun dengan mesin 599cc DOHC 4-silinder yang menyemburkan tenaga linear, dilengkapi suspensi adjustable untuk mengakomodasi karakter sirkuit.
Di Mandalika, setting suspensi depan-belakang diperketat untuk mengatasi sektor cepat. Ban slick pilihan tim disesuaikan dengan suhu aspal 40°C, sementara sistem pengereman radial caliper bekerja optimal saat late braking.
Strategi pembalap juga jadi kunci: slipstream untuk menghemat tenaga, menjaga temperatur ban agar tidak overheat, serta mengatur titik pengereman di tikungan panjang Mandalika yang terkenal teknikal.
Davino Britani di Kelas 250cc
Tak hanya di 600cc, AHRT juga menurunkan Davino Britani di kelas Nasional Sport 250cc. Meski start dari baris ke-9, Davino berjuang keras.
Dua race diselesaikan di posisi ke-19, sebuah langkah pembelajaran penting untuk mengasah mental dan teknik. Kelas 250cc ini memang arena lintas generasi, tempat pengalaman senior bertemu semangat muda.
Satu Hati: Apresiasi dan Harapan
General Manager Marketing Planning and Analysis AHM, Andy Wijaya, memberikan apresiasi:
“Prestasi yang diraih pebalap Astra Honda di MRS 2025 ini adalah wujud semangat satu hati antara kerja sama tim, perjuangan pembalap, dan dukungan publik. Kami berharap momen ini mempertajam performa mereka di arena balap,” ujarnya.
Menuju Seri Penutup: Menyongsong Kemenangan
Mandalika Racing Series 2025 masih menyisakan satu seri terakhir pada 1–2 November 2025. Ajang ini akan jadi arena pembuktian terakhir sebelum para pebalap kembali fokus pada kompetisi internasional seperti ARRC.
Targetnya jelas: memperkuat dominasi, menutup musim dengan prestasi terbaik, dan menjaga nama Indonesia tetap berkibar di lintasan nasional maupun Asia.

Mandalika, Mesin, dan Mimpi
Deru mesin CBR600RR di Mandalika bukan sekadar kebisingan. Ia adalah simfoni kerja keras, sinergi teknis, dan ambisi.
Adenanta, Herjun, dan Rheza membuktikan bahwa pembinaan serius melahirkan prestasi konsisten. Di kelas 250cc, Davino pun sedang ditempa untuk masa depan.
Di balik setiap tikungan, ada cerita tentang strategi, di balik setiap pengereman, ada pelajaran tentang kesabaran.
Dan di garis finis, ada bukti bahwa Astra Honda Racing Team tak sekadar ikut balap, melainkan menguasainya menjadikannya panggung untuk mengukir nama Indonesia dalam aksen kecepatan.***
.
- Penulis: dimas
