Berita
light_mode
Beranda » Tips » Lakukan Test Drive Ketika Mobil Lama di Garasi

Lakukan Test Drive Ketika Mobil Lama di Garasi

  • account_circle Pandito
  • calendar_month Minggu, 1 Agt 2021
  • visibility 154
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Lakukan Test Drive Ketika Mobil Lama di Garasi

Mobil yang lama terparkir di garasi berisiko mengalami penurunan performa. Simak tips test drive ringan, cek ban, rem, dan kelistrikan agar mobil tetap prima.

OTOExpo.com – Pembatasan aktivitas masyarakat sejak masa pandemi, termasuk kebijakan Work From Home (WFH), secara tidak langsung mengubah kebiasaan berkendara.

Jika sebelumnya mobil menjadi partner setia untuk mobilitas harian, kini banyak kendaraan justru lebih sering terdiam, sunyi, dan berdebu di dalam garasi.

Sekilas, kondisi ini tampak aman. Mobil tidak kehujanan, tidak terkena panas berlebih, dan jarang dipakai berarti minim risiko. Namun di balik diamnya roda dan mesin, ada potensi masalah yang pelan-pelan mengintai.

Mobil yang terlalu lama tidak dijalankan justru bisa mengalami penurunan performa jika tidak dipantau dengan benar.

“Mobil itu pada dasarnya diciptakan untuk bergerak. Ketika terlalu lama diam, beberapa komponen justru bisa kehilangan fungsi optimalnya,” ujar Rafi’i Sinurat, Kepala Bengkel Astra Peugeot cabang Cilandak, saat dihubungi redaksi.

Diam Terlalu Lama Bukan Berarti Aman

Mobil yang lama terparkir berisiko mengalami berbagai penurunan kondisi, mulai dari tekanan angin ban yang menyusut, permukaan ban yang berubah bentuk, hingga komponen kelistrikan yang berpotensi bermasalah.

Belum lagi jika kendaraan diparkir di area terbuka atau garasi yang kurang tertutup rapat.

Lakukan Test Drive Ketika Mobil Lama di Garasi

Lakukan Test Drive Ketika Mobil Lama di Garasi

Debu, kelembapan, bahkan hewan pengerat seperti tikus bisa menjadi ancaman nyata. Kabel kelistrikan menjadi sasaran empuk, terutama jika mobil jarang disentuh dalam waktu lama.

Karena itu, memantau kondisi kendaraan meski jarang digunakan bukan sekadar opsi, melainkan kebutuhan.

Cuci Mobil, Lebih dari Sekadar Estetika

Langkah paling sederhana namun sering diremehkan adalah mencuci mobil secara rutin. Bukan hanya untuk menjaga tampilan tetap sedap dipandang, mencuci mobil membantu pemilik mendeteksi kondisi tak wajar sejak dini.

Saat mencuci, perhatikan area kolong mesin, ruang mesin, dan sudut-sudut tersembunyi. Apakah ada bekas kotoran, gigitan kabel, atau tanda-tanda sarang hewan kecil.

“Kadang pemilik baru sadar ada kabel tergigit setelah mobil dinyalakan dan muncul indikator aneh di dashboard,” jelas Rafi’i.

Test Drive Ringan: Kunci Menjaga Kesehatan Mobil

Setelah mobil bersih, jangan langsung dikunci kembali. Luangkan waktu untuk melakukan test drive ringan, cukup di sekitar rumah atau kompleks perumahan. Tidak perlu jarak jauh, yang penting mobil bergerak dan seluruh sistem kembali bekerja.

“Tidak usah jauh-jauh. Cukup di area perumahan. Tujuannya untuk menormalkan kembali profil tapak ban yang lama diam di satu titik,” ujar Rafi’i.

Ban yang menopang beban kendaraan dalam waktu lama tanpa bergerak berisiko mengalami flat spot atau perubahan bentuk sementara. Dengan menjalankan mobil, posisi tapak ban akan bergeser dan membantu menjaga bentuk ban tetap bundar dan seimbang.

Sekalian Cek Rem dan Sistem Kemudi

Test drive ringan juga memberi kesempatan untuk merasakan kondisi sistem pengereman. Baik mobil dengan ABS maupun non-ABS, fungsi rem harus kembali terasa pakem dan responsif.

Begitu pula dengan power steering. Jika terasa berat, berbunyi, atau tidak sehalus biasanya, itu bisa menjadi sinyal awal adanya gangguan.

“Banyak keluhan ringan sebenarnya bisa terdeteksi sejak awal kalau mobil rutin dijalankan, meski hanya sebentar,” tambah Rafi’i.

Pantau Kelistrikan dan Fitur Kabin

Saat mobil berjalan, manfaatkan momen ini untuk mengecek seluruh komponen kelistrikan. Mulai dari lampu utama, foglamp, lampu senja, lampu sein, hingga indikator di panel instrumen.

Tak kalah penting, periksa fungsi wiper, power window, serta sistem audio. Komponen-komponen ini jarang rusak mendadak, namun bisa bermasalah jika terlalu lama tidak digunakan.

Masuk ke kabin, nyalakan AC (Air Conditioner). Rasakan apakah hembusan angin masih normal, suhu dingin tercapai dengan cepat, dan tidak muncul bau apek. AC yang lama tidak dinyalakan berisiko menimbulkan jamur atau sirkulasi udara yang tidak optimal.

Ban Jadi Fokus Utama

Satu komponen yang wajib mendapat perhatian ekstra adalah ban. Mobil yang lama tidak berjalan hampir pasti mengalami penurunan tekanan angin, meski tidak terlihat secara kasat mata.

“Tekanan angin pasti berkurang kalau mobil lama diam. Ini sifat alami udara di dalam ban,” jelas Rafi’i.

Jika tekanan terlihat turun, segera isi ulang di tempat pengisian angin terdekat. Tekanan ban yang ideal bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan dan keawetan ban itu sendiri.

Mobil Sehat, Pikiran Tenang

Merawat mobil yang jarang dipakai bukan berarti ribet. Kuncinya ada pada rutinitas sederhana namun konsisten: cuci mobil, nyalakan mesin, lakukan test drive ringan, dan cek fungsi utama kendaraan.

Dengan langkah-langkah ini, mobil akan tetap siap digunakan kapan pun dibutuhkan, tanpa kejutan tak menyenangkan di jalan.

Karena pada akhirnya, mobil yang dirawat meski jarang dipakai akan selalu memberi rasa aman. Dan rasa aman itu, sering kali dimulai dari keputusan sederhana: menggerakkan roda yang terlalu lama diam.****

  • Penulis: Pandito

Baca Juga

expand_less