Kontes Guru Dan Siswa 2026 Honda Jakarta–Tangerang Jadi Panggung Tempur Vokasi, Melahirkan SDM Tangguh
- account_circle dimas
- calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
- visibility 162
- print Cetak

Kontes Guru & Siswa Tingkat Regional 2026: Ajang Uji Kompetensi Vokasi SMK Binaan Honda Jakarta - Tangerang
Kontes Guru Dan Siswa 2026 Honda Jakarta–Tangerang Jadi Panggung Tempur Vokasi, Melahirkan SDM Tangguh
Kontes Guru & Siswa Tingkat Regional 2026: Ajang Uji Kompetensi Vokasi SMK Binaan Honda Jakarta – Tangerang
OTOExpo.com , Jakarta – Ada yang berbeda di pusat pelatihan Wahana Safety Riding & Training Center, Jatake, hari itu. Suasana yang biasanya diisi dengung mesin dan suara instruktur berubah menjadi arena kompetisi yang penuh semangat.
PT Wahana Makmur Sejati (WMS), sebagai Main Dealer sepeda motor Honda wilayah Jakarta–Tangerang, kembali menggelar Kontes Guru & Siswa Tingkat Regional 2026, ajang yang kerap disebut sebagai “medan tempur vokasi” bagi SMK binaan.
Dilangsungkan pada 10–13 November 2026, kontes ini mempertemukan 56 siswa dan 56 guru dari berbagai SMK Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TSM) binaan WMS.
Selain menjadi wahana uji kompetensi, acara ini juga memadukan unsur pembelajaran, kedisiplinan, hingga kepekaan teknis yang semakin diperlukan di dunia otomotif modern.
Sebuah Panggung yang Lebih dari Sekadar Kompetisi
Kompetisi vokasi memang identik dengan ketelitian dan kecerdikan teknis. Namun tahun ini, WMS memberi sentuhan yang lebih luas khususnya untuk kategori guru dengan menghadirkan materi pedagogi sebagai bagian dari penilaian.
Tujuannya sederhana tetapi sangat strategis: pendidik tidak hanya harus paham teknologi, tetapi juga piawai mentransfer ilmu ke generasi berikutnya.
Dalam industri yang berubah cepat, kemampuan mengajar menjadi kunci.
Head of Technical Service Department (TSD) WMS, Benedictus F. Maharanto, menguatkan pesan itu lewat pernyataan bernuansa visi jangka panjang.
“Kontes Guru & Siswa 2026 bukan hanya lomba keterampilan. Ini adalah ruang tumbuh, wadah pembentukan mindset, dan kesempatan bagi guru dan siswa untuk memahami dinamika teknologi yang makin kompleks,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan esensi kegiatan ini bahwa kompetisi hanyalah permukaan dari misi besar: membangun pondasi SDM vokasi yang siap menghadapi industri masa depan.
Atmosfer Kompetisi
Selama empat hari, seluruh peserta berhadapan dengan rangkaian tes yang diracik berdasarkan standar industri Honda:
mulai dari ujian teori, troubleshooting, inspeksi kendaraan, analisis kerusakan, hingga praktik bengkel dengan skenario kerusakan yang disimulasikan.
Setiap detik terasa intens.
Setiap gerakan tangan harus presisi.
Setiap keputusan teknis diuji ketepatannya.
Namun di balik tekanan, suasana kompetisi justru penuh kolaborasi dan saling dukung. Para peserta, baik guru maupun siswa, sering tampak berbagi pengalaman singkat sambil menunggu giliran masuk ruang praktik.
Inilah yang membuat kontes ini lebih hidup: kompetitif, namun tetap hangat, seolah seluruh SMK binaan Wahana terhubung dalam visi yang sama.
Jembatan Antara Dunia Pendidikan dan Industri
Kontes ini bukan kegiatan seremonial belaka. Ia menjadi bukti bahwa WMS dan Honda memahami kebutuhan industri otomotif yang kini bergerak menuju fase baru: era elektrifikasi, sistem cerdas, dan perawatan berbasis digital.
Pelaksanaan kegiatan sepenuhnya diselaraskan dengan program nasional Honda melalui Festival Vokasi Satu Hati 2026, sebuah ekosistem vokasi yang menyatukan kurikulum, fasilitas praktik, pelatihan berkelanjutan, serta sinergi antara sekolah dan dunia usaha (DUDI).
Lewat program ini, SMK tidak hanya menjadi lembaga pendidikan, tetapi juga mitra strategis dalam membentuk tenaga kerja siap pakai.
“Guru memegang peran vital dalam mencetak lulusan vokasi. Karena itu kami memberikan ruang untuk memperbarui kompetensi mereka, memahami perkembangan inovasi, dan menyesuaikan metode pengajaran sesuai kebutuhan industri,” tambah Benedictus dalam penjelasannya.
Seleksi Ketat, Hasil Akurat
Honda dikenal memiliki standar ketelitian tinggi dalam urusan aftersales dan teknis. Karena itu, penjurian kontes ini mengacu langsung pada modul dan SOP resmi Honda mulai dari pemahaman sistem injeksi PGM-FI, analisis kelistrikan, hingga teknik troubleshooting advance.
Seleksi dibuat ketat agar hasilnya benar-benar mencerminkan kompetensi sebenarnya.
Pada akhirnya, para peserta yang tampil sebagai juara bukan hanya yang cepat bekerja, tetapi mereka yang mampu berpikir terstruktur, hati-hati, dan efisien karakter teknisi profesional yang dibutuhkan industri.
Para Juara Kontes Guru & Siswa Tingkat Regional 2026
Kategori Siswa
Juara I – Desta Vio Hardyansyah (SMK Negeri 12 Kab. Tangerang)
Juara II – Faiz Yunsar (SMK Jaya Buana)
Juara III – Muhammad Firzachri Rizkyandari (SMK Negeri 2 Kab. Tangerang)
Kategori Guru
Juara I – Elbianto (SMK Citra Madani)
Juara II – Muhammad Syukron Mudatsir (SMK Yuppentek 2)
Juara III – Ali Akbar (SMK Jaya Buana)
Mereka inilah yang akan membawa nama wilayah Jakarta–Tangerang pada ajang yang lebih besar: Kontes Guru & Siswa Nasional 2026 di bawah penyelenggaraan PT Astra Honda Motor (AHM).
Langkah Maju Menuju Masa Depan SDM Otomotif Indonesia
Dengan berakhirnya kontes ini, satu hal menjadi jelas: Honda dan Wahana sedang membangun fondasi yang jauh lebih besar dari sekadar kompetisi tahunan.
Mereka membangun generasi teknisi, pendidik, dan tenaga profesional yang tangguh menghadapi transformasi industri otomotif dari mesin konvensional, hybrid, hingga masa depan elektrifikasi penuh.
Inilah makna sejati dari Sinergi Bagi Negeri.
Dan lewat Festival Vokasi Satu Hati 2026, komitmen itu tidak hanya menjadi slogan, tetapi diwujudkan dalam bentuk nyata:
pendidikan yang relevan, kurikulum yang terintegrasi, pelatihan berstandar industri, dan kompetisi yang mengasah mental sekaligus kompetensi.****
- Penulis: dimas
- Editor: Dimas Lombardi
