Berita
light_mode
Tags
Beranda » Komunitas » Komunitas Motor Ingin Riding Bareng ke Mandalika, MotoGP Jadi Lebih dari Sekadar Balapan

Komunitas Motor Ingin Riding Bareng ke Mandalika, MotoGP Jadi Lebih dari Sekadar Balapan

  • account_circle Magoh
  • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
  • visibility 97
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

OTOExpo.com –  Bagi penggemar MotoGP, Mandalika adalah tempat untuk melihat kecepatan, strategi, dan adu keberanian para pembalap terbaik dunia.

Namun bagi komunitas motor, perjalanan menuju Lombok sering kali menjadi cerita yang tidak kalah penting dari balapan itu sendiri.

Ada rute panjang yang harus ditempuh, rombongan yang harus dijaga, titik istirahat yang perlu disepakati, hingga pertemanan baru yang bisa tumbuh sepanjang perjalanan.

Karena itu, ketika Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 digelar pada 9–11 Oktober mendatang, sejumlah komunitas motor berharap dapat merasakan atmosfer MotoGP lewat perjalanan bersama menuju Mandalika.

Antusiasme itu muncul dalam kegiatan nonton bareng MotoGP San Marino di Grha Pertamina, Jakarta, Minggu, 13 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi kick off rangkaian Road to Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.

Komunitas Motor Gaspol Sambut Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Mandalika

Komunitas Motor Gaspol Sambut Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Mandalika

Sekitar 15 komunitas motor hadir dalam acara tersebut. Mereka datang dari berbagai latar, mulai dari komunitas penggemar motor besar, skuter, motor adventure, klub internal perusahaan, hingga komunitas ojek online.

Di antara komunitas yang terlibat adalah Depok Max Owners, Biker Brotherhood MC atau BBMC, Troopers, Perta Scooter, ADV, PGMC, PTKBC, Patra Biker Community, KOL BUMN, Pertanog, Pertamina Motor Club Indonesia, serta perwakilan pengemudi ojek online.

Bagi para anggota komunitas, keberadaan MotoGP di Mandalika memberi alasan tambahan untuk berkumpul. Menonton balapan memang menjadi tujuan, tetapi perjalanan bersama menjadi pengalaman yang membedakan.

Aryo, perwakilan Depok Max Owners, berharap komunitas motor dapat dilibatkan dalam perjalanan dan aktivitas menuju Mandalika.

“Kami menyambut baik Pertamina yang terus menggandeng komunitas. Harapannya teman-teman dari komunitas bisa diajak ke sana, rolling di sana, terus riding di sana, dan nonton bareng,” kata Aryo.

Harapan tersebut menunjukkan bahwa komunitas motor melihat Mandalika tidak hanya sebagai lokasi pertandingan. Mandalika juga menjadi titik pertemuan bagi para riders dari berbagai daerah, dengan latar belakang motor dan karakter komunitas yang berbeda-beda.

Bagi sebagian anggota Biker Brotherhood MC, perjalanan ke Mandalika bahkan telah menjadi agenda yang dilakukan secara mandiri. Agus, salah satu anggota BBMC, mengatakan anggota komunitasnya rutin memilih riding ke Lombok saat Pertamina Grand Prix of Indonesia digelar.

“Kami biasanya tiap tahun ada yang riding langsung ke Mandalika. Tanpa sponsor, tanpa apa-apa, cuma karena senang saja riding ke Mandalika,” ujar Agus.

Pernyataan tersebut menggambarkan budaya riding yang tumbuh di komunitas motor. Bagi mereka, perjalanan jauh tidak selalu harus dimulai dari dukungan sponsor atau acara besar. Kadang, semangatnya datang dari keinginan bertemu teman, menikmati rute, dan menantang diri sendiri untuk tiba di tujuan dengan aman.

Namun, touring menuju Mandalika bukan perjalanan pendek. Pengendara perlu mempersiapkan kondisi motor, fisik, rute, akomodasi, perlengkapan berkendara, serta disiplin dalam menjaga keselamatan.

Perjalanan lintas pulau membutuhkan perencanaan lebih matang dibanding perjalanan akhir pekan biasa.

Hal itu termasuk memastikan dokumen kendaraan lengkap, memperhatikan jadwal istirahat, menggunakan perlengkapan keselamatan yang layak, serta tidak memaksakan diri ketika kondisi tubuh mulai lelah. Dalam touring kelompok, komunikasi antaranggota juga menjadi bagian penting agar rombongan tetap tertib dan tidak mengganggu pengguna jalan lain.

Corporate Secretary PT Pertamina Arya Dwi Paramita mengatakan keterlibatan komunitas motor menjadi bagian dari rangkaian aktivitas menuju Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Pertamina, kata dia, juga memiliki rencana melibatkan sekitar 100 rider dalam kegiatan touring menuju Mandalika.

“Di momen nonton bareng ini, ada sekitar 15 komunitas motor, termasuk komunitas hobi, para penghobi sepeda motor, dan juga ada teman-teman ojek online yang antusias ikut meramaikan Pertamina Mandalika Grand Prix of Indonesia 2026,” ujar Arya.

Menurut Arya, keterlibatan komunitas tidak berhenti pada suasana kebersamaan. Kehadiran mereka juga dapat memperkuat sport tourism dan membantu menggerakkan aktivitas ekonomi daerah.

Komunitas Motor Gaspol Sambut Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Mandalika

Komunitas Motor Gaspol Sambut Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Mandalika

Saat komunitas datang ke Mandalika, dampaknya berpotensi menyentuh banyak sektor. Pengendara membutuhkan bahan bakar, makan, penginapan, transportasi penyeberangan, oleh-oleh, hingga kebutuhan perawatan kendaraan. Aktivitas tersebut dapat memberi peluang bagi pelaku usaha lokal di Lombok dan Nusa Tenggara Barat.

“Pertumbuhan ekonomi daerah tentunya bisa didorong melalui sport tourism. Dalam mendukung hal tersebut, maka kita mengajak teman-teman komunitas motor untuk meramaikannya,” kata Arya.

Bagi komunitas motor, perjalanan ke Mandalika adalah kesempatan untuk menyatukan dua kecintaan: riding dan motorsport. Di jalan, mereka membangun cerita bersama. Di sirkuit, mereka menjadi bagian dari sorak penonton untuk para pembalap MotoGP.

Ketika lampu start menyala di Pertamina Mandalika International Circuit pada Oktober nanti, ribuan mata akan tertuju pada lintasan. Namun bagi banyak riders, perjalanan menuju Mandalika sudah lebih dulu menjadi bagian dari balapan mereka sendiri—bukan untuk menjadi yang tercepat, melainkan untuk tiba bersama-sama dengan selamat.****

  • Penulis: Magoh
  • Editor: Dimas Lombardi

Jangan Terlewatkan

expand_less