Kesalahan Fatal yang Sering Tak Disadari Pemilik Mobil SUV
- account_circle Pandito
- calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
- visibility 230
- comment 0 komentar
- print Cetak

Alasan Mitsubishi New Pajero Sport Jadi Mobil Harian Sekaligus Partner Liburan Paling Menyenangkan
Punya Mobil SUV? Ini Aspek Penting Keselamatan yang Sering Diabaikan
SUV memang tangguh dan gagah, tapi salah pilih ban dan kecepatan bisa berbahaya. Rifat Sungkar ungkap aspek krusial berkendara SUV yang wajib dipahami pemiliknya
OTOExpo.com , Jakarta – Popularitas mobil Sport Utility Vehicle (SUV) di Indonesia tak lagi bisa dipandang sebelah mata. Dari jalanan ibu kota hingga rute lintas daerah, SUV kini menjadi simbol gaya hidup aktif, tangguh, dan serba bisa. Namun di balik tampilan gagah dan ground clearance tinggi, SUV menyimpan karakter berkendara yang tak bisa diperlakukan seperti mobil penumpang biasa.
Inilah yang kerap luput disadari pemiliknya.
Menurut Rifat Sungkar, praktisi safety driving sekaligus pereli nasional, banyak pengemudi SUV terlalu percaya diri dengan citra “tangguh” tanpa benar-benar memahami aspek teknis yang menentukan keselamatan di balik kemudi.
Salah satu yang paling sering diabaikan: ban.
“Ban itu bukan sekadar aksesori penunjang tampilan. Ia adalah satu-satunya komponen kendaraan yang bersentuhan langsung dengan jalan,” ujar Rifat saat menjadi pembicara dalam Indonesia’s Automotive Outlook 2026 bersama Forum Wartawan Otomotif di Sentul, Bogor.

New Pajero Sport Fitur Lebih Lengkap Performa Tetap Handal
Pilihan ban, menurut Rifat, menjadi krusial terutama pada SUV yang kerap dipasangi ban berprofil agresif demi tampilan lebih macho. Ban jenis All Terrain (A/T) atau bahkan Mud Terrain (M/T) memang terlihat siap menaklukkan medan ekstrem, tetapi jika digunakan sehari-hari di aspal, konsekuensinya tidak ringan.
Ban off-road memiliki pola tapak besar dan keras yang dirancang untuk mencengkeram tanah, lumpur, atau bebatuan. Ketika dipaksa bekerja di jalan raya, terutama aspal basah, karakter tersebut justru menjadi bumerang.
“Efeknya bisa berupa suara berisik, getaran masuk ke kabin, hingga kemudi terasa berat atau seperti tertarik ke satu arah,” jelas Rifat.
Sensasi setir yang berubah ini, jika tidak dipahami, berpotensi membuat pengemudi panik. Padahal, perubahan tersebut adalah respon alami dari kombinasi bobot SUV dan karakter ban yang tidak sesuai dengan medan.
Masalah berikutnya yang sering diremehkan adalah kecepatan.
SUV identik dengan posisi duduk tinggi dan kabin yang terasa stabil. Ironisnya, rasa “aman” inilah yang kerap menipu persepsi pengemudi. Tanpa disadari, kecepatan kendaraan bisa melaju jauh lebih tinggi dibanding mobil kecil, sementara kontrol justru menurun.
SUV memiliki massa kendaraan yang lebih besar, dan hukum fisika tak bisa ditawar. Saat kecepatan meningkat, energi kinetik melonjak drastis. Dalam kondisi darurat, mobil dengan bobot besar akan membutuhkan usaha lebih untuk berhenti atau bermanuver.
“Kontrol kecepatan pada SUV itu sangat vital. Saat melaju terlalu cepat, terutama di jalan basah atau saat harus menghindar mendadak, kendaraan akan jauh lebih sulit dikendalikan,” tegas Rifat.
Aspek krusial berikutnya adalah jarak pengereman.
Berbeda dengan city car atau hatchback, SUV memiliki stopping distance yang lebih panjang. Artinya, jarak yang dibutuhkan untuk berhenti sepenuhnya juga lebih jauh. Faktor ini sering kali tidak diperhitungkan pengemudi saat berkendara di lalu lintas padat.

New Pajero Sport Fitur Lebih Lengkap Performa Tetap Handal
Situasi menjadi semakin berbahaya ketika SUV menggunakan ban yang tidak optimal untuk kondisi jalan.
“Kalau bobot besar ditambah ban yang grip-nya tidak cocok—misalnya ban off-road di aspal basah—daya cengkeram bisa turun drastis,” ujar Brand Ambassador Mitsubishi Indonesia tersebut.
Kombinasi ini bukan hanya memperpanjang jarak pengereman, tetapi juga meningkatkan risiko understeer atau hilangnya kendali saat pengereman keras.
Rifat menekankan bahwa memiliki SUV bukan berarti bebas dari aturan dasar keselamatan. Justru sebaliknya, pengemudi SUV dituntut lebih paham karakter kendaraan yang dikendarainya—mulai dari pemilihan ban yang sesuai kebutuhan, pengaturan tekanan angin, hingga disiplin menjaga kecepatan.
SUV memang dirancang serbaguna. Namun, serbaguna bukan berarti kebal terhadap kesalahan manusia.
Pada akhirnya, SUV yang aman bukan ditentukan oleh ukuran atau tampilan, melainkan oleh pemahaman pengemudinya. Gagah di luar, cerdas di balik kemudi itulah kombinasi ideal agar SUV benar-benar menjadi kendaraan yang nyaman, aman, dan menyenangkan di segala kondisi.****
- Penulis: Pandito
- Editor: RM.Dimas Wirawan
