JAECOO J5 EV “Dibedah” di IIMS 2026! Konsumen Bebas Pilih Body Kit, Velg, Ban, sampai Fitur Kabin Modifikasi EV Kini Resmi Dimulai
- account_circle dimas
- calendar_month Senin, 9 Feb 2026
- visibility 110
- comment 0 komentar
- print Cetak

JAECOO J5 EV Jadi “Kanvas” Modifikasi di IIMS 2026, Konsumen Diajak Ikut Mendesain dari Nol
JAECOO J5 EV di IIMS 2026 Co-Creation Modifikasi EV, Body Kit, Velg, Ban, Interior
JAECOO J5 EV Jadi “Kanvas” Modifikasi, Konsumen Diajak Berkreasi Rancang Mobil Listrik di IIMS 2026 Lewat Co-Creation
OTOExpo.com , Jakarta – Tren mobil listrik biasanya bicara efisiensi energi, jarak tempuh, dan teknologi baterai. Namun di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, JAECOO memilih jalur berbeda: mereka menjadikan JAECOO J5 EV bukan sekadar produk display, melainkan kanvas modifikasi yang “dibuka” untuk publik.
Melalui program Co-Creation, pengunjung diajak ikut menentukan arah personalisasi J5 EV secara langsung. Bukan gimmick tempelan. Ini adalah model pendekatan yang cukup berani karena menyentuh wilayah yang selama ini jarang disentuh pabrikan: preferensi modifikasi yang benar-benar berbasis data konsumen.
Program survei interaktif ini berlangsung sepanjang pameran 5–15 Februari 2026, di booth JAECOO Hall B3 JIExpo Kemayoran. Dalam survei tersebut, pengunjung dapat memilih berbagai detail teknis yang biasa menjadi “mainan” para modifikator, mulai dari body kit, velg, profil ban, speedometer, hingga opsi fitur kabin.
Jika biasanya modifikasi EV cenderung dibatasi oleh isu garansi dan struktur baterai, JAECOO justru memetakan peluangnya. Dengan kata lain, J5 EV diposisikan bukan sebagai EV “sakral” yang tak boleh disentuh, melainkan platform yang bisa dikembangkan menjadi berbagai gaya.

JAECOO J5 EV Jadi “Kanvas” Modifikasi di IIMS 2026, Konsumen Diajak Ikut Mendesain dari Nol
Yang membuat pendekatan ini menarik adalah fokusnya yang spesifik: survei bukan hanya menanyakan warna atau pilihan kosmetik. JAECOO membuka opsi yang punya dampak pada karakter mobil, misalnya kombinasi velg dan ban yang akan mempengaruhi unsprung weight, kenyamanan bantingan, hingga efisiensi energi.
Velg lebih besar misalnya, memang memberi aura agresif. Tapi konsekuensinya jelas: rolling resistance naik, bobot bertambah, dan konsumsi daya bisa lebih boros. Hal-hal seperti inilah yang biasanya luput dari diskusi awam, namun menjadi krusial saat berbicara EV.
JAECOO tampaknya ingin memastikan modifikasi J5 EV tidak berhenti pada estetika, tapi tetap menjaga aspek teknis seperti keseimbangan handling, efisiensi baterai, dan karakter suspensi.
Head of Marketing JAECOO Indonesia, Mohamad Ilham Pratama, menegaskan bahwa Co-Creation dirancang sebagai fondasi pengembangan personalisasi produk ke depan.
“Setiap konsumen datang dengan kebutuhan dan karakter penggunaan yang berbeda. Lewat program Co-Creation, masukan konsumen termasuk dari hasil survei akan sangat membantu kami menentukan arah personalisasi dan improvement J5 EV ke depan, mulai dari aksesoris, pendekatan modifikasi, sampai detail desain,” ujar Ilham.
Pendekatan partisipatif ini muncul dari sesi bincang dengan pengunjung booth JAECOO. Menariknya, kebutuhan yang muncul cukup beragam dan sangat realistis.
Salah satu konsumen, Adrian, menekankan bahwa J5 EV dinilai cocok sebagai kendaraan keluarga karena faktor keamanan, kelapangan kabin, dan kapasitas bagasi. Ia juga menyoroti fitur electric tailgate yang membuat akses bagasi lebih praktis, terutama saat membawa barang belanjaan atau perlengkapan anak.
Di sisi lain, konsumen bernama Ivanna melihat J5 EV sebagai kendaraan mobilitas tinggi yang tetap harus nyaman. Ia menyoroti fitur ventilated seats sebagai nilai tambah yang relevan untuk iklim tropis, di mana kabin SUV sering menjadi “oven” setelah parkir siang hari.
Sementara itu, dari segmen pengguna muda, Deva menilai J5 EV unggul dalam aspek gaya, dengan desain premium yang tidak terlihat “murahan” seperti beberapa EV entry level. Ia juga menekankan pentingnya kemampuan fast charging, karena ritme aktivitas anak muda tak bisa menunggu lama.
Sebagai bukti bahwa ini bukan sekadar wacana, JAECOO menampilkan dua unit J5 EV dengan karakter modifikasi berbeda.
Konsep pertama mengarah pada gaya stylish–sporty, dengan eksplorasi body kit dan kombinasi velg-ban yang lebih agresif. Konsep ini menyasar pengguna urban yang ingin EV tampil lebih “tajam” tanpa mengorbankan kenyamanan harian.
Konsep kedua mengusung tema adventure–outdoor, yang lebih menonjolkan aura SUV petualang. Biasanya pendekatan ini akan melibatkan profil ban lebih tebal, potensi roof rack, serta elemen visual yang menekankan ketangguhan.
Di titik ini, J5 EV terlihat seperti kendaraan modular: satu platform, banyak identitas.
Program ini juga mendapat respons positif dari komunitas modifikasi. Rendy Surya, car enthusiast sekaligus perwakilan National Modificator and Aftermarket Association (NMAA), menyebut Co-Creation sebagai pendekatan yang belum umum dilakukan pabrikan.
“Program Co-Creation ini menurut saya terobosan menarik karena preferensi konsumen langsung diterjemahkan ke opsi modifikasi. J5 EV seperti kanvas dasar yang bisa dikembangkan ke beberapa gaya. Dengan pilihan langsung dari konsumen, arah personalisasi jadi lebih terukur,” jelas Rendy.
Pernyataan itu penting, karena modifikasi bukan sekadar selera—tapi industri. Jika pabrikan mulai membuka jalur resmi untuk aftermarket, maka pasar modifikasi EV di Indonesia bisa bergerak ke level baru: lebih aman, lebih terukur, dan tidak liar.
Selain J5 EV, booth JAECOO di IIMS 2026 juga memamerkan lini elektrifikasi lainnya seperti J7 SHS-P dan J8 SHS-P ARDIS. Pengunjung juga bisa mencoba kendaraan lewat area test drive.

JAECOO J5 EV Jadi “Kanvas” Modifikasi di IIMS 2026, Konsumen Diajak Ikut Mendesain dari Nol
Yang paling menyita perhatian publik adalah kehadiran AiMOGA, robot humanoid yang disiapkan untuk berinteraksi dengan pengunjung. Elemen ini menegaskan satu pesan: JAECOO ingin membangun pengalaman pameran yang futuristis, tidak sekadar jualan unit.
Di tengah industri otomotif yang mulai seragam, JAECOO memilih cara yang lebih “berisik”—membiarkan konsumen ikut mengutak-atik masa depan produknya sendiri. Dan dari IIMS 2026, tampaknya permainan modifikasi EV baru saja dimulai.****
- Penulis: dimas
- Editor: Dimas Lombardi
