Jaecoo Bikin Gebrakan di IIMS 2026: J5 EV “Belum Dijual”, Tapi Publik Sudah Disuruh Ikut Mendesainnya!
- account_circle dimas
- calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
- visibility 80
- print Cetak

Jaecoo J5 EV Co-Creation di IIMS 2026; Spesifikasi, Jarak Tempuh 461 Km, Fast Charging 28 Menit
Jaecoo J5 EV Co-Creation di IIMS 2026; Spesifikasi, Jarak Tempuh 461 Km, Fast Charging 28 Menit
Jaecoo menggelar program J5 EV Co-Creation di IIMS 2026, mengajak publik menentukan desain dan fitur J5 EV. SUV listrik ini dibekali motor 155 kW, torsi 288 Nm, baterai 60,9 kWh, jarak tempuh 461 km, dan fast charging 130 kW.
OTOExpo.com , Jakarta – Kalau pabrikan lain datang ke IIMS dengan gaya klasik: launching, pidato, foto bareng, lalu promo DP ringan—Jaecoo memilih jalur yang lebih liar. Mereka tidak sekadar menjual mobil, tapi mengajak publik ikut menyusun arah masa depan produknya.
Lewat program bertajuk J5 EV Co-Creation, Jaecoo memanfaatkan panggung Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 sebagai laboratorium terbuka. Pengunjung diajak memberi masukan langsung tentang desain dan fitur Jaecoo J5 EV, lewat survei interaktif yang berjalan selama pameran.
Konsepnya sederhana, tapi efeknya bisa besar: produk dikembangkan bukan hanya berdasarkan asumsi pabrikan, melainkan berdasarkan preferensi konsumen nyata.
“Melalui program Co-Creation untuk J5 EV, kami ingin menghadirkan kendaraan yang benar-benar designed by customers, for customers,” ujar M. Ilham Pratama, Head of Marketing Jaecoo Indonesia.
Kalimat itu terdengar seperti jargon marketing, tapi Jaecoo mengeksekusinya secara konkret. Dan ini yang membuat langkah mereka terasa berbeda.

Jaecoo J5 EV Co-Creation di IIMS 2026; Spesifikasi, Jarak Tempuh 461 Km, Fast Charging 28 Menit
Di booth Jaecoo, pengunjung tidak hanya melihat mobil dalam kondisi standar. Mereka disuguhi dua konsep desain J5 EV yang telah dimodifikasi, sebagai gambaran kemungkinan arah pengembangan produk ke depan.
Pengunjung kemudian diminta memilih elemen yang paling menarik lewat survei interaktif.
Bukan pertanyaan klise seperti “suka atau tidak”, tapi detail yang biasanya cuma dibahas di ruang meeting engineer:
-
opsi body kit eksterior
-
preferensi ban dan merek ban
-
pilihan warna one tone atau two tone
-
desain pelek
-
hingga tampilan speedometer dan layout cluster
Dengan kata lain, Jaecoo sedang menguji satu hal yang sering dilupakan di industri otomotif: selera lokal itu unik, dan tidak bisa disalin mentah dari pasar global.
Sebagai pemanis, pengunjung yang ikut survei berkesempatan mendapatkan merchandise eksklusif (selama stok tersedia). Namun yang lebih penting: data dari survei ini akan dirangkum dan menjadi referensi untuk pengembangan J5 EV ke depan.
Yang membuat program ini menarik adalah satu hal: J5 EV bukan konsep kosong. Mobil ini sudah punya fondasi teknis yang jelas, dan spesifikasinya cukup “serius” untuk kelas SUV listrik modern.
Jaecoo J5 EV dibekali motor listrik bertenaga:
-
155 kW (setara 207,8 hp)
-
torsi puncak 288 Nm
Angka ini menempatkannya di level yang nyaman untuk penggunaan harian, namun tetap punya respons instan khas EV yang terasa hidup saat akselerasi.
Sumber energinya berasal dari baterai berkapasitas:
-
60,9 kWh
Dengan kapasitas tersebut, J5 EV diklaim mampu menjelajah hingga:
-
461 km (NEDC)
Walau angka NEDC dikenal lebih optimistis dibanding WLTP, jarak tempuh ini tetap memberi gambaran bahwa J5 EV diposisikan sebagai SUV listrik yang tidak hanya cocok untuk kota, tetapi juga untuk perjalanan jarak menengah tanpa bikin pengemudi overthinking soal charging.
Untuk urusan charging, Jaecoo juga tidak main aman.
J5 EV mendukung pengisian daya cepat (DC fast charging) hingga 130 kW, dengan klaim waktu pengisian:
-
30% ke 80% hanya 28 menit
Ini angka yang masuk kategori kompetitif, apalagi untuk EV yang bermain di segmen SUV. Dalam skenario nyata, kemampuan fast charging seperti ini membuat mobil lebih fleksibel dipakai di luar kota, terutama saat rest area sudah mulai dipenuhi stasiun DC charger.
Menariknya, di IIMS 2026 Jaecoo memang tidak membawa produk baru. Namun justru di situlah “tajamnya” strategi ini.
Alih-alih mengejar sensasi launching, Jaecoo memilih membangun sesuatu yang lebih panjang napasnya: hubungan emosional antara produk dan konsumen sebelum mobil itu benar-benar matang.
Selain menampilkan seluruh line-up yang ada, Jaecoo juga menyediakan fasilitas test drive agar calon konsumen bisa merasakan langsung performa kendaraan, bukan hanya menelan klaim brosur.
Ditambah lagi, Jaecoo turut menyiapkan berbagai program penjualan untuk mengoptimalkan penjualan produk yang sudah ada.
Di tengah perang EV yang makin bising, Jaecoo mengambil pendekatan yang lebih halus tapi mengancam: mengajak publik ikut menentukan mobil yang akan mereka jual.

Jaecoo J5 EV Co-Creation di IIMS 2026; Spesifikasi, Jarak Tempuh 461 Km, Fast Charging 28 Menit
Dan dengan spesifikasi 155 kW, 288 Nm, baterai 60,9 kWh, jarak tempuh 461 km, serta fast charging 130 kW yang bisa mengisi 30–80% dalam 28 menit, J5 EV bukan sekadar proyek iseng.
Sekarang tinggal satu pertanyaan: apakah selera publik Indonesia akan membentuk J5 EV menjadi SUV listrik yang benar-benar “kita banget”?****
- Penulis: dimas
- Editor: RM.Dimas Wirawan
