Isuzu Vertical Core Cycle Concept Saat Transportasi Menembus Batas Dimensi
- account_circle dimas
- calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
- visibility 204
- print Cetak

Wujud Visi Transportasi Di Masa Depan Isuzu Vertical Core Cycle Concept
Isuzu Vertical Core Cycle Concept Saat Transportasi Menembus Batas Dimensi
Wujud Visi Transportasi Di Masa Depan Isuzu Vertical Core Cycle Concept
OTOExpo.com , Japan – Di tengah riuhnya hall pameran Japan Mobility Show 2025 di Tokyo Big Sight, Isuzu Motors Limited (Isuzu) menghadirkan sesuatu yang lebih dari sekadar kendaraan. Ia membawa visi baru tentang pergerakan manusia dan barang di masa depan.
Namanya: Vertical Core Cycle Concept (VCCC) sebuah konsep kendaraan revolusioner yang tidak hanya menantang desain konvensional, tetapi juga menata ulang arti “mobilitas” itu sendiri.
Apa Itu VCCC?
Bayangkan sebuah kendaraan dengan rangka vertikal, bukan horizontal seperti mobil konvensional. Di situlah letak keunikannya.
VCCC bukan sekadar kendaraan listrik, tetapi platform modular futuristik yang bisa bertransformasi sesuai kebutuhan dari angkutan barang menjadi transportasi penumpang hanya dalam hitungan menit.
Isuzu menyebutnya sebagai “Vertical Core”, inti rancang bangun baru yang memungkinkan setiap modul menempel, terpisah, bahkan bergerak sendiri secara independen.
Dengan desain ini, sektor logistik dan transportasi publik bisa berjalan berdampingan, saling melengkapi, dan efisien tanpa batas.
“VCCC merupakan inovasi terkini Isuzu dalam menjawab kebutuhan transportasi di masa depan, di mana sektor logistik dan penumpang bisa bergerak bersamaan menuju lokasi tujuan,” ujar Rian Erlangga, Division Head of Business Strategy PT Isuzu Astra Motor Indonesia.
Isuzu, yang selama puluhan tahun dikenal sebagai “Real Partner, Real Journey,” kini melangkah ke ranah baru: transportasi otonom berbasis elektrifikasi dan modularitas.
Tim insinyur mereka tak lagi sekadar merancang truk tangguh, melainkan menciptakan sistem mobilitas terintegrasi yang menyatukan fungsi, efisiensi, dan keberlanjutan.
Mereka percaya: masa depan transportasi bukan lagi tentang kendaraan individu, tapi tentang ekosistem mobilitas kolektif yang saling terkoneksi.
Di Mana Dunia Pertama Kali Melihatnya?
Jawabannya: Tokyo, Jepang.
Japan Mobility Show 2025 menjadi panggung perdana VCCC, dan langsung menyita perhatian para pengunjung.
Bukan hanya karena bentuknya yang menyerupai time capsule futuristik, tapi juga karena ide dasarnya yang menyentuh logika dan rasa: transportasi yang fleksibel, efisien, dan tanpa emisi.
Kapan Inovasi Ini Dikenalkan?
VCCC diperkenalkan pada 30 Oktober 2025, dan akan dipamerkan hingga 9 November 2025 di ajang JMS 2025.
Momen ini menjadi tonggak penting perjalanan Isuzu menuju era netralitas karbon 2050.
Langkah tersebut bukanlah simbol semata Isuzu telah menanamkan teknologi elektrifikasi ke dalam sistem VCCC dengan jarak tempuh hingga 500 km dalam satu pengisian penuh.
Mengapa VCCC Diciptakan?
Jawabannya sederhana namun dalam: efisiensi dan keberlanjutan. Dunia sedang bergerak cepat menuju sistem logistik cerdas dan bebas karbon. Namun, mayoritas kendaraan masih terjebak pada desain horizontal yang membatasi fungsi.
Isuzu kemudian bertanya, “Mengapa tidak kita ubah cara pandang kita terhadap kendaraan?” Dari pertanyaan itu lahirlah VCCC, simbol dari cara berpikir vertikal bukan hanya dalam bentuk, tapi juga visi.
Bagaimana VCCC Bekerja?
VCCC dibangun dengan kerangka vertikal modular yang bisa dihubungkan dengan berbagai modul belakang:
-
Modul penumpang, lengkap dengan kabin futuristik.
-
Modul kargo, yang mampu menampung logistik secara efisien.
-
Semua modul ini dapat dilepas dan dipasang ulang sesuai kebutuhan operasional.
Sistem otonomnya menggunakan sensor multi-lapis dan AI navigasi untuk memastikan kendaraan dapat bergerak tanpa pengemudi.
Menariknya, setiap unit modul dapat bergerak secara independen menuju tujuan masing-masing, seolah setiap bagian kendaraan punya “jiwa” sendiri.
Teknologi dan Keberlanjutan
VCCC ditenagai oleh sistem elektrifikasi penuh yang nihil emisi gas buang, mendukung visi Isuzu menuju carbon neutrality.
Tak hanya itu, desain aerodinamis vertikalnya membantu mengurangi hambatan angin dan konsumsi energi.
Harga purwarupa belum diumumkan secara resmi, namun beberapa analis memperkirakan biaya pengembangan awal mencapai lebih dari ¥100 juta atau sekitar Rp 10 miliar.
Angka fantastis, tapi sebanding dengan gagasan yang berani mendefinisikan ulang mobilitas dunia.
Visi dan Realita
Sebrilliant apapun konsepnya, VCCC masih menyimpan tantangan besar.
Teknologi otonom butuh infrastruktur pendukung, dan penerapan sistem modular memerlukan regulasi baru di sektor transportasi.

Wujud Visi Transportasi Di Masa Depan Isuzu Vertical Core Cycle Concept
Namun Isuzu tampak tidak tergesa; mereka paham bahwa inovasi sejati butuh waktu, eksperimen, dan keberanian untuk keluar dari jalur lama.
Seperti yang dikatakan Rian Erlangga,
“Isuzu tidak hanya menciptakan kendaraan, tapi juga cara berpikir baru tentang mobilitas. Kami ingin dunia melihat bahwa efisiensi bisa bersanding dengan kemanusiaan.”
Langkah Menuju Masa Depan yang Lebih Hijau
Isuzu Vertical Core Cycle Concept bukan sekadar purwarupa — ia adalah manifesto masa depan transportasi dunia.
Dengan VCCC, Isuzu menunjukkan bahwa inovasi sejati bukan hanya tentang kecepatan, tapi tentang keselarasan antara teknologi, manusia, dan planet yang kita pijak.****
- Penulis: dimas
- Editor: dimas lombardi
