Berita
light_mode
Beranda » Kendaraan » Inilah Besaran Target Mitsubishi Fuso Fighter Per Bulannya

Inilah Besaran Target Mitsubishi Fuso Fighter Per Bulannya

  • account_circle Magoh
  • calendar_month Selasa, 23 Jul 2019
  • visibility 130
  • print Cetak

Inilah Besaran Target Mitsubishi Fuso Fighter Per Bulannya

Mitsubishi Fuso Fighter membidik penjualan 300–400 unit per bulan. Sektor tambang dan infrastruktur jadi penggerak utama pasar truk medium.

 

OTOExpo.com Segmen truk medium di Indonesia terus menunjukkan geliat positif, seiring masifnya pembangunan infrastruktur dan meningkatnya kebutuhan angkutan berat.

Melihat momentum tersebut, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) mematok target penjualan yang cukup agresif untuk Mitsubishi Fuso Fighter.

Meski tidak membebani diri dengan target khusus selama pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019, KTB secara terbuka menyampaikan ambisi jangka menengahnya.

Mulai semester kedua, Mitsubishi Fuso Fighter ditargetkan mampu terjual 300 hingga 400 unit per bulan, dan angka tersebut diproyeksikan konsisten selama satu tahun penuh.

Menurut Duljatmono, Direktur Penjualan dan Pemasaran PT KTB, strategi ini mencerminkan pendekatan realistis namun terukur. Alih-alih mengejar angka instan di pameran, KTB lebih fokus pada performa penjualan berkelanjutan.

“Kami memang tidak menetapkan target khusus selama GIIAS, tetapi secara total penjualan Fighter di semester kedua kami targetkan di kisaran 300–400 unit per bulan,” ungkap Duljatmono saat ditemui di GIIAS 2019.

Pendekatan ini menegaskan bahwa Fuso Fighter bukan sekadar produk pameran, melainkan tulang punggung bisnis angkutan yang dirancang untuk kebutuhan kerja nyata di lapangan.

Varian 6×4 Jadi Favorit Pasar

Dari seluruh varian yang dipasarkan, Fighter konfigurasi 6×4 tercatat sebagai tipe paling diminati konsumen. Truk ini banyak diserap oleh sektor pertambangan dan konstruksi, dua industri yang membutuhkan daya angkut besar serta ketahanan tinggi.

“Tipe 6×4 yang paling banyak dibeli. Biasanya digunakan untuk sektor tambang dan konstruksi, dengan permintaan spesifikasi panjang,” jelas Duljatmono.

Hal ini menunjukkan bahwa pelaku industri kini lebih mengutamakan efisiensi angkut, di mana satu unit truk mampu membawa muatan lebih banyak dalam sekali jalan, sehingga menekan biaya operasional.

Tak hanya Fighter yang mencatat tren positif, secara nasional segmen truk medium juga mengalami pertumbuhan signifikan. Kontribusinya kini mencapai sekitar 25 persen dari total pasar kendaraan niaga di Indonesia.

Kenaikan ini tidak lepas dari proyek-proyek strategis nasional yang terus berjalan, mulai dari jalan tol, pelabuhan, kawasan industri, hingga pertambangan.

“Pasar truk medium naik karena faktor efisiensi dan pembangunan infrastruktur. Konsumen ingin daya angkut lebih besar, dan demand ini terus tumbuh sejak proyek infrastruktur berjalan masif,” tambah pria yang akrab disapa Momon tersebut.

Untuk menjawab kebutuhan pasar yang semakin beragam, Mitsubishi Fuso tidak berhenti pada satu atau dua model. Pada awal 2019, sembilan varian Fighter telah diluncurkan. Kemudian, di GIIAS 2019, enam varian baru kembali diperkenalkan.

Enam varian tersebut meliputi:

  • FM 65 FM (4×2)

  • FM 65 FM Hi-Gear (4×2)

  • FM 65 FSL (4×2)

  • FM 65 FSL Hi-Gear (4×2)

  • FN 61 FL (6×2)

  • FN 62 FL HD (6×4)

Seluruh varian ini menawarkan fleksibilitas tinggi, mulai dari chassis panjang, medium, hingga super panjang, dengan Gross Vehicle Weight (GVW) berkisar 16 hingga 26 ton.

Dari sisi teknis, Fighter terbaru memiliki panjang chassis cab to end 6,6 meter hingga 9,8 meter, dengan wheelbase 5 meter sampai 7,1 meter. Dimensi ini memungkinkan pelaku usaha membawa muatan lebih besar dalam satu kali angkut—sebuah keunggulan krusial di sektor logistik dan konstruksi.

Dengan kombinasi daya angkut besar, varian lengkap, dan efisiensi operasional, Mitsubishi Fuso Fighter diposisikan sebagai solusi kendaraan niaga yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

Target penjualan 300–400 unit per bulan bukan sekadar angka optimistis, melainkan refleksi dari kondisi pasar yang tengah membutuhkan truk medium berkapasitas besar dan tangguh.

Dengan tren pembangunan yang masih berlanjut, Mitsubishi Fuso Fighter memiliki peluang besar untuk terus mendominasi segmen ini.

Bagi KTB, Fighter bukan hanya produk, tetapi mesin pertumbuhan yang akan menopang kinerja penjualan kendaraan niaga Mitsubishi Fuso di Indonesia dalam jangka panjang.****

  • Penulis: Magoh
  • Editor: dimas lombardi

Artikel Menarik Lainnya

expand_less