Berita
light_mode
Beranda » Komunitas » inDrive Kumpulkan Driver dan Polisi! Safety Briefing Ini Bongkar Risiko Nyata di Jalanan Lebaran

inDrive Kumpulkan Driver dan Polisi! Safety Briefing Ini Bongkar Risiko Nyata di Jalanan Lebaran

  • account_circle dimas
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 3
  • comment 0 komentar
  • print Cetak
inDrive Gelar Iftar Bersama Driver dan Safety Briefing untuk Perkuat Keamanan Berkendara

OTOExpo.com , Jakarta –  Lonjakan mobilitas saat Ramadan hingga Idul Fitri bukan hanya berdampak pada volume kendaraan, tetapi juga meningkatkan kompleksitas risiko di jalan raya. Di tengah situasi tersebut, pendekatan berbasis keselamatan mulai menjadi fokus utama pelaku industri transportasi berbasis aplikasi.

Langkah ini terlihat dari inisiatif inDrive Indonesia yang menggelar kegiatan iftar bersama pengemudi di Medan dan Surabaya, sekaligus mengintegrasikan program safety briefing menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026.

Secara umum, agenda buka puasa bersama kerap dipandang sebagai kegiatan seremonial. Namun dalam konteks ini, inDrive memanfaatkannya sebagai platform intervensi risiko berbasis komunitas.

inDrive Gelar Iftar Bersama Driver dan Safety Briefing untuk Perkuat Keamanan Berkendara

inDrive Gelar Iftar Bersama Driver dan Safety Briefing untuk Perkuat Keamanan Berkendara

Program safety briefing yang dihadirkan tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga aplikatif, mencakup:

  • Kepatuhan terhadap regulasi lalu lintas

  • Teknik defensive driving

  • Manajemen kelelahan saat berkendara jarak jauh

  • Antisipasi lonjakan permintaan selama peak season

Di Medan, sesi ini disampaikan langsung oleh Nanang Kusumo, yang memberikan insight terkait potensi pelanggaran hingga kecelakaan yang kerap meningkat saat periode mudik.

Salah satu aspek yang patut dicermati adalah keterlibatan aparat kepolisian dalam program ini. Kolaborasi ini menunjukkan adanya pergeseran pendekatan dari sekadar edukasi internal menjadi validasi eksternal berbasis otoritas.

Dalam konteks teknis, hal ini memberikan dua dampak:

  1. Materi keselamatan lebih kredibel

  2. Driver mendapatkan perspektif langsung dari regulator lapangan

Pendekatan ini relatif jarang dilakukan oleh platform ride-hailing lain, yang umumnya hanya mengandalkan modul pelatihan internal.

Menurut Rio Aristo, Country Manager inDrive Indonesia, driver merupakan tulang punggung layanan. Pernyataan ini bukan sekadar retorika, melainkan realitas operasional.

Dalam ekosistem transportasi digital:

  • Driver adalah frontline service

  • Risiko operasional terpusat pada individu

  • Kualitas layanan sangat bergantung pada kesiapan driver

Artinya, investasi pada edukasi keselamatan secara langsung berdampak pada kualitas layanan dan reputasi platform.

Selain aspek keselamatan, inDrive juga menyalurkan paket sembako kepada driver. Meski terlihat sederhana, langkah ini relevan jika dikaitkan dengan kondisi ekonomi menjelang Lebaran yang cenderung meningkat.

Bagi driver:

  • Biaya operasional naik (BBM, servis, dll)

  • Kebutuhan rumah tangga meningkat

  • Jam kerja cenderung lebih panjang

Dukungan ini berfungsi sebagai buffer ekonomi, meskipun dalam skala terbatas.

Meski program safety briefing menjadi langkah positif, pertanyaan utamanya adalah efektivitas implementasi di lapangan.

Beberapa tantangan yang tetap ada:

  • Disiplin berkendara yang inkonsisten

  • Tekanan target dan insentif

  • Kelelahan akibat jam kerja panjang

Artinya, edukasi saja tidak cukup tanpa penguatan sistem monitoring dan enforcement dari platform.

inDrive Gelar Iftar Bersama Driver dan Safety Briefing untuk Perkuat Keamanan Berkendara

inDrive Gelar Iftar Bersama Driver dan Safety Briefing untuk Perkuat Keamanan Berkendara

Langkah inDrive dalam menggabungkan iftar bersama dengan safety briefing menunjukkan pendekatan yang lebih strategis dalam menghadapi musim mudik.

Bukan hanya membangun kedekatan emosional, tetapi juga memperkuat kesiapan operasional driver di lapangan.

Di tengah meningkatnya mobilitas Lebaran, satu hal menjadi krusial: keselamatan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus dikelola secara sistematis—dan langkah seperti ini bisa menjadi awal dari standar baru di industri transportasi online.

  • Penulis: dimas
  • Editor: RM.Dimas Wirawan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Baca Juga

expand_less