Pasar Motor Indonesia Bertahan di Tengah Tekanan! AISI Bongkar Data 2025 dan Ramalan Panas 2026
- account_circle Abimanyu
- calendar_month Jum, 9 Jan 2026
- visibility 36

letbe island Mforce
Pasar Motor Indonesia Bertahan di Tengah Tekanan! AISI Bongkar Data 2025 dan Ramalan Panas 2026
AISI Ungkap Pasar Sepeda Motor 2025 dan Prediksi 2026: Stabil di Tengah Tantangan Ekonomi
OTOExpo.com, Jakarta – Di tengah riak ekonomi global dan melemahnya daya beli masyarakat sepanjang tahun lalu, sepeda motor kembali membuktikan perannya sebagai moda transportasi paling rasional bagi masyarakat Indonesia.
Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) resmi mengumumkan bahwa penjualan sepeda motor domestik sepanjang tahun 2025 ditutup di angka 6.412.769 unit, atau tumbuh 1,3 persen dibandingkan periode Januari–Desember 2024.
Angka ini bukan sekadar statistik. Ia menjadi cermin bahwa di tengah tekanan ekonomi, sepeda motor tetap menjadi alat produktif yang efisien, adaptif, dan relevan bagi kebutuhan harian masyarakat baik untuk bekerja, berwirausaha, hingga menunjang gaya hidup.
Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala, menjelaskan bahwa kestabilan pasar sepeda motor domestik sepanjang 2025 tidak bisa dilepaskan dari kemampuan industri dalam membaca kebutuhan konsumen.
Di awal tahun lalu, AISI memproyeksikan pasar sepeda motor berada di kisaran 6,4 juta hingga 6,7 juta unit. Realisasi akhir tahun yang mencapai 6,41 juta unit membuktikan bahwa proyeksi tersebut cukup presisi, meski kondisi ekonomi nasional mengalami tekanan.
“Rata-rata penjualan sepeda motor domestik berada di angka 535 ribu unit per bulan. Ini menunjukkan sepeda motor masih sangat dibutuhkan karena efisien dan efektif, baik untuk kegiatan ekonomi maupun kebutuhan leisure dan gaya hidup,” ujar Sigit.
Menurutnya, masyarakat tetap memilih sepeda motor sebagai solusi mobilitas yang paling masuk akal di tengah tantangan biaya hidup.

MForce Indonesia Luncurkan WMoto Velora 150 Di Pantai Indah Kapuk
Dari sisi segmentasi, motor skutik masih menjadi penguasa mutlak pasar sepeda motor nasional. Sepanjang 2025, skutik menyumbang 91,7 persen dari total penjualan sepeda motor domestik.
Sementara itu:
-
Underbone berkontribusi sebesar 4,46 persen
-
Motor sport menyumbang 3,51 persen
-
Sepeda motor listrik masih berada di bawah 1 persen
Dominasi skutik mencerminkan preferensi konsumen Indonesia yang mengutamakan kepraktisan, kenyamanan, dan efisiensi bahan bakar, terutama untuk penggunaan harian di kawasan urban dan suburban.
Stabilitas pasar sepeda motor nasional juga tak lepas dari peran penting industri pembiayaan. Sepanjang 2025, sekitar 65 persen pembelian sepeda motor dilakukan melalui skema kredit.
Dengan pendanaan yang relatif sehat dan kuat, lembaga pembiayaan menjadi sistem pendukung utama yang menjaga laju permintaan tetap bergerak.
“Tahun lalu diwarnai penurunan daya beli, khususnya di segmen ekonomi menengah. Banyak konsumen membeli sepeda motor untuk menopang aktivitas ekonomi produktif mereka,” jelas Sigit.
Fenomena ini memperlihatkan bahwa sepeda motor tidak hanya diposisikan sebagai alat transportasi, tetapi juga sebagai aset produktif.
Secara geografis, pertumbuhan permintaan sepeda motor di luar Pulau Jawa menjadi penyeimbang atas pelemahan pasar di wilayah Jawa. Kinerja positif sektor komoditas di luar Jawa mampu menopang daya beli masyarakat setempat.
Sebaliknya, di Pulau Jawa, beberapa sektor industri mengalami tekanan hingga berdampak pada penurunan pendapatan dan pemutusan hubungan kerja. Kondisi ini turut memengaruhi permintaan sepeda motor di wilayah tersebut.
Untuk menjaga antusiasme pasar, pelaku industri sepeda motor juga aktif menghadirkan produk-produk terbaru. Salah satu pemicunya adalah gelaran Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2025 yang berlangsung pada 24–28 September 2025 di ICE BSD, Tangerang.
Pameran ini mencatatkan:
-
103.789 pengunjung
-
Penjualan lebih dari 1.500 unit sepeda motor
-
Total transaksi mencapai Rp 70 miliar
Capaian tersebut menjadi sinyal positif bahwa pameran otomotif masih relevan sebagai medium transaksi dan edukasi konsumen.
Tak hanya pasar domestik, kinerja ekspor industri sepeda motor Indonesia juga menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, anggota AISI mencatatkan ekspor:
-
544.133 unit sepeda motor CBU
-
8.139.894 set CKD
-
138.455.487 pcs komponen
Angka ini menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu basis produksi sepeda motor penting di kawasan global.

Memasuki tahun 2026, AISI menilai pasar sepeda motor domestik masih menyimpan potensi pertumbuhan, meski dihadapkan pada sejumlah tantangan baru. Salah satunya adalah penerapan opsen pajak oleh sejumlah pemerintah daerah.
“Kami memahami kebutuhan peningkatan pendapatan daerah. Namun kami berharap jika ada kenaikan opsen, tetap disertai insentif agar pajak kendaraan tidak ikut naik,” ujar Sigit.
Selain itu, faktor geopolitik global, fluktuasi harga komoditas, kondisi cuaca, serta pertumbuhan ekonomi nasional akan menjadi variabel penentu daya beli masyarakat.
Dengan mempertimbangkan seluruh faktor tersebut, AISI memproyeksikan pasar sepeda motor domestik tahun 2026 akan relatif stabil di kisaran 6,4 juta hingga 6,7 juta unit.
Di tengah segala dinamika, satu hal tetap konsisten: sepeda motor masih menjadi denyut nadi mobilitas dan produktivitas masyarakat Indonesia. Bukan sekadar alat transportasi, tetapi solusi ekonomi yang terus beradaptasi dengan zaman.****
- Penulis: Abimanyu

