Honda Perkuat Teknologi Berkendara Otonom Lewat Investasi Tambahan di Helm.ai
- account_circle dennis
- calendar_month Kam, 16 Okt 2025
- visibility 138

Honda Umumkan Investasi Tambahan pada Helm.ai untuk Perkuat Pengembangan Teknologi AD/ADAS Generasi Selanjutnya
Honda Tambah Investasi di Helm.ai, Siap Kembangkan Teknologi ADAS Generasi Baru dengan Kecerdasan Buatan!
Honda dan Helm.ai: Kolaborasi Strategis Menuju Era Mobil Otonom
.
OTOExpo.com , Tokyo – Honda Motor Co., Ltd. kembali menunjukkan keseriusannya dalam pengembangan teknologi berkendara otonom (AD) dan Advanced Driver Assistance System (ADAS).
Pada 15 Oktober 2025, Honda resmi mengumumkan investasi tambahan pada Helm.ai, startup asal California yang dikenal sebagai pionir di bidang kecerdasan buatan unsupervised learning untuk otomotif.
Langkah ini menandai babak baru kolaborasi antara kedua perusahaan setelah pertama kali bekerja sama lewat Honda Xcelerator pada tahun 2019.
Melalui investasi lanjutan ini, Honda berupaya memperkuat sistem AI end-to-end (E2E) yang menjadi fondasi pengembangan teknologi ADAS generasi berikutnya.
Helm.ai
Didirikan pada tahun 2016, Helm.ai telah menjadi salah satu perusahaan AI paling berpengaruh dalam industri otomotif global.
Teknologi unggulannya, Deep Teaching™, memungkinkan sistem AI untuk belajar secara mandiri dari data nyata tanpa perlu pelatihan intensif berbasis label (unsupervised learning).
Pendekatan ini menjanjikan percepatan luar biasa dalam pengembangan sistem kendaraan otonom karena AI dapat terus beradaptasi dengan kondisi lalu lintas nyata mulai dari pengenalan pejalan kaki, marka jalan, hingga perilaku kendaraan lain.
“Kami sangat senang dapat memperdalam kerja sama dengan Honda. Dengan menggabungkan keahlian teknik Honda dan AI modular kami, kami siap mempercepat pengembangan perangkat lunak AD/ADAS generasi baru,” ujar Vladislav Voroninski, CEO Helm.ai.
“Tujuan kami sederhana: menghadirkan solusi cerdas dan siap produksi massal untuk sistem berkendara otonom Honda di seluruh dunia.”
Investasi Tambahan
Honda pertama kali berinvestasi di Helm.ai pada tahun 2022.
Kolaborasi tersebut menghasilkan sejumlah terobosan dalam integrasi AI adaptif untuk pengambilan keputusan real-time.
Kini, lewat investasi tambahan yang diumumkan Oktober ini, Honda menegaskan komitmennya untuk mempercepat transformasi menuju kendaraan berbasis perangkat lunak (Software-Defined Vehicle / SDV).
Pada Juli 2025 lalu, kedua perusahaan juga menandatangani perjanjian kerja sama jangka panjang yang berfokus pada pengembangan sistem E2E AI architecture.
Sistem ini dirancang untuk mengintegrasikan tiga elemen utama berkendara otonom secara simultan:
-
Persepsi lingkungan (environmental perception) – bagaimana mobil memahami sekitarnya,
-
Pengambilan keputusan (decision-making) – menentukan manuver yang tepat, dan
-
Kendali kendaraan (vehicle control) – menerjemahkan keputusan AI ke aksi nyata seperti akselerasi dan kemudi.
Dengan pendekatan ini, Honda berharap dapat mempercepat waktu pengembangan sekaligus meningkatkan efisiensi serta reliabilitas sistem AD/ADAS mereka.
Teknologi AI Honda di Model EV dan Hybrid
Melalui investasi strategis ini, Honda menargetkan untuk mulai menerapkan teknologi AI generasi baru pada model kendaraan listrik (EV) dan hybrid utamanya di pasar Amerika Utara dan Jepang sekitar tahun 2027.
Teknologi yang dikembangkan bersama Helm.ai memungkinkan mobil untuk:
-
Mengemudi secara semi-otonom di jalan tol,
-
Menavigasi kondisi lalu lintas perkotaan yang kompleks,
-
Melakukan manuver otomatis dalam situasi tertentu (seperti parkir atau menghindari tabrakan).
Semua itu dilakukan melalui kecerdasan buatan adaptif yang mampu belajar dari pengalaman nyata tanpa perlu intervensi manual.
“Investasi tambahan ini merupakan langkah penting menuju sistem AD/ADAS generasi selanjutnya yang aman, andal, dan orisinal,” ujar Mahito Shikama, Operating Executive Honda Motor Co., Ltd., sekaligus Kepala Unit Pengembangan SDV.
“Melalui kolaborasi dengan Helm.ai, kami akan mempercepat pengembangan teknologi AI yang meningkatkan kepraktisan sistem berkendara otonom kami, sekaligus memberikan pengalaman mobilitas yang penuh kejutan dan inspirasi bagi pelanggan Honda di seluruh dunia.” terangnya.
Fokus Honda
Investasi ini bukan semata soal inovasi teknologi, tetapi juga bagian dari visi besar Honda untuk mencapai “Zero Traffic Collision Fatalities” nol korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor dan mobil Honda di seluruh dunia pada tahun 2050.
Dengan menggabungkan kekuatan AI Helm.ai dan pengalaman puluhan tahun Honda dalam keselamatan kendaraan, perusahaan berambisi menciptakan ekosistem mobilitas yang cerdas, aman, dan berkelanjutan.
Honda Siapkan Fondasi SDV Masa Depan
Langkah Honda ini juga mencerminkan arah strategis global menuju kendaraan berbasis perangkat lunak.
Ketika industri otomotif mulai bertransformasi ke arah software-defined vehicle (SDV), kemampuan AI seperti milik Helm.ai menjadi kunci dalam menghadirkan sistem yang lebih responsif, fleksibel, dan bisa diperbarui melalui pembaruan perangkat lunak (OTA).
Dalam konteks persaingan, Honda kini berada di jalur yang sama dengan para pemain besar seperti Tesla, Mercedes-Benz, dan Hyundai, yang juga tengah berlomba mengembangkan sistem otonom berbasis AI end-to-end.
Bedanya, Honda menonjol lewat kombinasi antara human-centric approach dan AI learning system, menjadikannya lebih “organik” dalam merespons gaya berkendara manusia di dunia nyata.
Kolaborasi yang Buka Jalan ke Masa Depan
Dengan investasi tambahan di Helm.ai, Honda tak hanya memperkuat posisinya sebagai pionir teknologi mobilitas cerdas, tetapi juga menegaskan komitmen jangka panjangnya terhadap keselamatan, efisiensi, dan inovasi berbasis AI.
Jika target penerapan teknologi ini pada tahun 2027 tercapai, kita mungkin akan melihat generasi baru kendaraan Honda yang bisa “belajar” langsung dari pengemudinya membuat pengalaman berkendara bukan hanya lebih aman, tapi juga lebih personal dan intuitif.****
- Penulis: dennis
- Editor: RM.Dimas Wirawan

