Wujud nyata dari filosofi tersebut hadir dalam bentuk Hino Total Support Customer Center (HTSCC). Berlokasi di Purwakarta, fasilitas ini menjadi simpul penting dari konsep Total Support Hino, pendekatan menyeluruh yang dirancang untuk menopang operasional kendaraan niaga dari hulu ke hilir.
Diresmikan pada Januari 2022, HTSCC adalah investasi nyata Hino dalam keselamatan, kompetensi sumber daya manusia, dan efisiensi transportasi nasional.
Begitu memasuki kawasan HTSCC, skala langsung berbicara. Area pelatihan mengemudi seluas 24.000 meter persegi, lintasan uji sepanjang 800 meter, ruang kelas modern, hingga simulator mengemudi dirancang bukan sebagai pajangan, melainkan sebagai replika kondisi lapangan yang realistis.
Setiap detailnya dibuat untuk memastikan pengemudi dan teknisi memahami kendaraan Hino sebagai sebuah sistem kerja, bukan sekadar alat angkut.
Melalui Hino Indonesia Academy, HTSCC berfungsi sebagai pusat pengembangan kompetensi pengemudi dan teknisi, didukung oleh trainer bersertifikasi BNSP.
Materi pelatihan tidak berhenti pada teknik dasar mengemudi, tetapi diperluas ke aspek keselamatan berkendara, efisiensi bahan bakar, hingga pemahaman karakter kendaraan berat dalam berbagai kondisi operasional.
“Selama lebih dari empat dekade, Hino terus berinvestasi dan tumbuh bersama Indonesia. Melalui Hino Total Support Customer Center (HTSCC), kami memperkuat komitmen Total Support dengan menghadirkan pusat pelatihan pengemudi dan pengembangan SDM yang berfokus pada keselamatan, peningkatan kompetensi, dan efisiensi operasional,” ujar Pieter Andre, Training Division Head PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI).
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa HTSCC bukan proyek jangka pendek. Ia merupakan bagian dari strategi panjang Hino Motors dalam membangun ekosistem transportasi yang aman, produktif, dan berkelanjutan.
Di dunia kendaraan niaga, pengemudi adalah variabel paling menentukan dan Hino memilih untuk berinvestasi langsung pada manusia di balik kemudi.
Hasilnya pun konkret. Hino berhasil meraih akreditasi pelatihan pengemudi kendaraan berat serta meluncurkan Hino Driving School Program, yang kini menjadi rujukan baru dalam pelatihan pengemudi profesional.

Hino Total Support Customer Center (HTSCC) Wujud Nyata Total Support Hino dari Hulu ke Hilir
Program ini berkontribusi langsung dalam menekan risiko kecelakaan, memperpanjang usia kendaraan, sekaligus meningkatkan efisiensi biaya operasional pelanggan.
Pendekatan menyeluruh tersebut mencerminkan evolusi layanan purna jual Hino. Tidak lagi bersifat reaktif, tetapi preventif dan edukatif. Dari proses manufaktur, pengembangan SDM, hingga dukungan operasional di lapangan, Hino membangun rantai nilai yang saling terhubung dan berkesinambungan.
Memasuki usia 43 tahun di Indonesia, Hino menegaskan posisinya sebagai pemain yang tidak hanya mengikuti pasar, tetapi ikut membentuk standar industri transportasi nasional.
Jejaknya terlihat jelas dari truk ringan hingga heavy duty, dari bus perkotaan hingga sasis angkutan massal. Armada Hino menjadi tulang punggung distribusi logistik, konstruksi, pertambangan, hingga transportasi publik.
“Selama 43 tahun, Hino Indonesia berkomitmen tidak hanya menyediakan kendaraan niaga berkualitas, tetapi juga menjadi mitra jangka panjang bagi pelaku usaha dan penggerak ekonomi nasional,” ungkap Harianto Sariyan, Director PT HMMI.
Di tengah tantangan industri mulai dari transformasi energi hingga digitalisasi layanan Hino tetap melaju dengan pendekatan realistis namun progresif. Penguatan layanan berbasis data, edukasi keselamatan, dan pelatihan berkelanjutan menjadi fondasi menuju masa depan.
Peran Indonesia dalam jaringan global Hino juga semakin signifikan melalui aktivitas ekspor. Sejak pengiriman perdana pada 2011, Hino Indonesia secara konsisten mengekspor kendaraan dalam bentuk CBU (Completely Built Up), CKD (Completely Knocked Down), hingga komponen kendaraan ke berbagai negara mencakup kawasan Asia Tenggara, Asia Timur, hingga Amerika Selatan, termasuk Vietnam, Filipina, Thailand, Malaysia, Pakistan, Taiwan, Jepang, Bolivia, Haiti, dan Papua Nugini.
Ekspansi ini menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pasar penjualan, tetapi juga simpul produksi penting dalam rantai global Hino Motors.
Empat puluh tiga tahun ini menegaskan satu hal: transportasi yang kuat tidak lahir dari mesin semata, tetapi dari ekosistem yang mendukungnya. Dan di titik itulah Hino Indonesia memilih berdiri konsisten, menyeluruh, dan tanpa setengah-setengah.****


