Hankook Tire kembali menyalurkan hewan kurban di Idul Adha 2025
- account_circle Magoh
- calendar_month Kam, 12 Jun 2025
- visibility 122

Hankook Tire kembali menyalurkan hewan kurban di Idul Adha 2025
OTOExpo.com, Bekasi – Momen Idul Adha selalu punya makna khusus. Bukan cuma soal ibadah dan kurban, tapi juga jadi ajang refleksi: seberapa besar kita peduli sama sekitar?
Nah, tahun ini, seperti 13 tahun sebelumnya, Hankook Tire Indonesia kembali menyumbang hewan kurban ke warga Desa Cicau, Kabupaten Bekasi.
Totalnya? 8 sapi dan 6 domba. Bukan angka kecil, tapi juga bukan sesuatu yang bikin kita langsung bilang, “Wah, keren banget.”
Ya, kita perlu apresiasi konsistensi. Tapi di sisi lain, kita juga perlu bertanya: apakah kontribusi semacam ini cukup untuk ukuran perusahaan multinasional sebesar Hankook?
CSR Rutin
Sejak 2011, PT Hankook Tire Indonesia memang rutin membagikan hewan kurban di sekitar pabriknya di Cikarang.
Dalam siaran resminya, mereka menyebut ini bagian dari prinsip ESG (Environment, Social, and Governance) dan bukti kepedulian sosial.
Tapi tunggu dulu. CSR (Corporate Social Responsibility) itu bukan cuma soal rutinitas tahunan kayak bagi-bagi kurban.
Pertanyaannya sekarang: apa dampak jangka panjang dari kegiatan ini? Apakah kontribusi tersebut membekas di masyarakat? Atau hanya jadi agenda seremonial yang hilang setelah pembagian daging selesai?

Kepedulian Terhadap Sesama
Kalau dibandingkan dengan nilai ekonomi yang dihasilkan pabrik mereka di kawasan industri terbesar se-Asia Tenggara, kontribusi ini bisa dibilang simbolis saja.
Dan bukan cuma Hankook, sebenarnya ini berlaku buat banyak perusahaan besar lain juga. CSR sering kali diperlakukan seperti “pemanis hubungan masyarakat,” bukan bagian dari strategi sosial jangka panjang.
ESG Lebih dari Sekadar Kurban
Kita sering dengar istilah ESG di dunia korporasi bagaimana perusahaan harus ramah lingkungan (E), bertanggung jawab secara sosial (S), dan dikelola dengan baik (G).
Nah, untuk urusan “S” alias social, Hankook bisa dibilang sudah mulai, tapi belum optimal.
Beberapa hal ini sempat disebut dalam program CSR Hankook, tapi gaungnya belum terasa kuat.
Relasi Industri dan Komunitas Masih Jauh?
Bekasi, terutama wilayah Cikarang, sudah jadi kawasan industri padat selama bertahun-tahun. Pabrik-pabrik besar berdiri megah, termasuk Hankook Tire.
Tapi, kalau kita tanya warga sekitar pabrik, apakah mereka benar-benar merasa mendapat manfaat langsung dari keberadaan perusahaan-perusahaan itu?
Kegiatan kurban Hankook memang membantu. Tapi itu hanya menyentuh permukaan. Masih ada kebutuhan yang jauh lebih mendalam dari masyarakat sekitar pabrik.
Apa yang Bisa Ditingkatkan?
Buat Hankook, yang sudah punya nama besar di level global (bahkan masuk ke dalam Dow Jones Sustainability Indices World sejak 2016), ini adalah kesempatan emas untuk jadi pionir tanggung jawab sosial yang sesungguhnya.
Mereka bisa :
- Melibatkan masyarakat dalam perencanaan program CSR.
- Membuat peta kebutuhan lokal secara berkala.
- Bekerja sama dengan sekolah dan lembaga vokasi.
- Membuka akses transparansi CSR yang bisa dipantau publik.
Dengan kata lain, CSR bukan cuma untuk tampil baik di media atau laporan tahunan, tapi benar-benar hadir untuk memecahkan masalah sosial nyata di sekitar mereka.
Langkah Bagus Hankook
Harus diakui, kontribusi Hankook dalam memberikan hewan kurban itu sebagai langkah yang bagus. Apalagi hal tersebut dilakukan Hankook selama 14 tahun secara konsisten. 14 tahun bukan waktu yang sebentar.
Tapi mari kita perlakukan itu sebagai awal, bukan akhir dari tanggung jawab sosial perusahaan.
Kita butuh lebih banyak perusahaan seperti Hankook yang tidak hanya konsisten, tapi juga berani evaluasi diri, mengevaluasi dampaknya, dan naik level dari CSR yang seremonial ke CSR yang strategis.
Karena pada akhirnya, masyarakat nggak butuh daging setahun sekali. Mereka butuh masa depan yang bisa diandalkan dan itu hanya bisa tercipta kalau perusahaan benar-benar hadir sebagai bagian dari solusi jangka panjang.****
.
.
.
.
- Penulis: Magoh

