Hankook Bongkar 4 Mitos Mobil Listrik yang Masih Bikin Bingung!
- account_circle Magoh
- calendar_month Sen, 28 Jul 2025
- visibility 114

hankook
Hankook Bongkar 4 Mitos Mobil Listrik yang Masih Bikin Bingung!
otoexpo.com , Tangerang – GIIAS 2025 kembali jadi panggung utama buat industri otomotif Indonesia. Dari BYD ATTO 1, MG4 EV Max, VinFast VF7, sampai Xpeng G6 Pro, semuanya unjuk gigi demi memikat pecinta mobil listrik.
Tapi, di balik hype ini, ternyata banyak banget mitos seputar EV (Electric Vehicle) yang bikin orang ragu buat beralih dari mobil bensin.
Nah, Hankook Tire turun tangan buat meluruskan salah kaprah ini.
“Masih banyak orang punya persepsi keliru soal EV, termasuk soal ban. Padahal, kalau paham faktanya, pasti lebih percaya diri untuk pindah ke kendaraan listrik,” kata Apriyanto Yuwono, National Sales Manager PCR, Hankook Tire Sales Indonesia.
Jadi, apa aja sih mitos yang sering kita dengar? Yuk kita bedah satu-satu!
Mitos 1: Mobil Listrik Gak Bisa Lewat Banjir
Faktanya: EV bisa banget melintasi genangan air selama airnya nggak nutup seluruh ban. Kenapa aman?
– Baterai EV punya proteksi ekstra: rapat tertutup & sistem kelistrikan terisolasi.
– Ada sertifikasi IP (Ingress Protection): anti-air dan anti-debu.
Intinya, asal nggak kelelep sampe kap mesin, aman! Jadi kalau cuma lewat genangan 20-30 cm, nggak masalah.
Mitos 2: EV Mudah Terbakar
Banyak yang bilang, “Mobil listrik gampang kebakar karena baterainya.” Padahal… Data NFPA (National Fire Protection Association) bilang:
- EV terbakar: 25 kasus per 100.000 unit per tahun
- Mobil bensin terbakar: 1.500 kasus per 100.000 unit per tahun
Artinya? Risiko EV kebakar 60 kali lebih kecil dibanding mobil bensin!
Kenapa bisa aman? Karena:
– Ada pengatur suhu otomatis
– Pelindung benturan baterai
– Pemutus arus otomatis kalau ada masalah
So, jangan termakan isu kalau EV itu “bom berjalan”.
Mitos 3: Jarak Tempuh EV Cuma untuk Dalam Kota
Zaman dulu iya, sekarang udah nggak relevan. Mobil listrik modern bisa jalan 300–500 km sekali charge.
Jakarta – Semarang lewat tol? Aman!
Ditambah lagi, SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) makin banyak di rest area. Jadi perjalanan jarak jauh nggak lagi bikin was-was.
Mitos 4: Ban EV Sama Kayak Ban Mobil Biasa
Nah ini yang jarang dibahas, tapi penting banget. Bobot EV rata-rata 30% lebih berat dari mobil bensin karena baterai. Plus, EV punya torsi instan yang bikin ban harus kuat sejak mobil mulai melaju.
Kalau pakai ban biasa? Bisa boros, grip kurang maksimal, dan suara jadi lebih berisik. Karena EV itu senyap, jadi ban juga harus low noise supaya nyaman.
“Makanya kami hadirkan Hankook iON Series, ban khusus EV yang lebih ringan, lebih kuat, dan low noise,” jelas Apri.
Kenalan Sama Hankook iON Series – Ban Khusus EV
Hankook nggak cuma omong doang, mereka udah punya 4 varian iON buat semua tipe EV:
– iON Evo & iON Evo SUV
Buat sedan sport & SUV besar.
– Teknologi Grip Boost: stabil saat menikung (+10% lebih kaku)
– Ukuran ring 19–22 inci
– iON GT & iON GT SUV
Buat EV compact & harian.
– Teknologi ProGrip: cengkeraman di jalan basah lebih baik (+5%)
– Material eco-friendly
– Ukuran ring 16–20 inci
Semua ban iON pakai iON Innovative Technology yang kasih keseimbangan efisiensi, kenyamanan, dan daya tahan. Cocok banget buat EV yang butuh performa stabil tapi tetap hemat energi.
Kenapa Ban EV Itu Wajib Khusus?
Karena:
– EV = lebih berat → butuh ban lebih kuat
– Torsi instan → grip harus maksimal
– EV senyap → ban harus low noise
Kalau kamu pakai ban biasa? Siap-siap mobil lebih boros energi & cepat aus.
Stop Percaya Mitos, Mulai Pahami Faktanya!
EV itu aman, bisa jarak jauh, nggak gampang kebakar, dan bisa lewat genangan air (asal nggak kelelep). Yang penting, pakai ban yang sesuai. Hankook dengan iON Series udah siap dukung ekosistem EV di Indonesia.
Kalau kamu lagi di GIIAS 2025, mampir ke booth Hankook. Lihat langsung teknologi iON Series yang bikin pengalaman berkendara EV lebih aman, nyaman, dan efisien.****
.
.
.
- Penulis: Magoh

