News
light
Beranda » National » GWM Juara Lagi di Taklimakan Rally 2025, Kenapa Baru Comeback Sekarang?

GWM Juara Lagi di Taklimakan Rally 2025, Kenapa Baru Comeback Sekarang?

  • account_circle dimas
  • calendar_month Sel, 10 Jun 2025
  • visibility 106

GWM Juara Lagi di Taklimakan Rally 2025, Kenapa Baru Comeback Sekarang?

 

OTOExpo.com , Jakarta –  GWM balik lagi ke panggung reli off-road paling kejam di Asia: Taklimakan Rally. Dan bukan cuma tampil mereka langsung ngegas, juara di Production Class!

Tapi, tunggu dulu… ini pertama kalinya GWM menang lagi sejak 2015. Jadi, pertanyaannya: kenapa baru sekarang mereka balik ngebut lagi?

Oke, kita bahas satu per satu. Dari nostalgia mesin diesel ke gebrakan hybrid. Dan sedikit bumbu kritik: apakah ini pure semangat olahraga, atau strategi branding semata?

Satu Dekade Vakum, Tiba-Tiba Langsung Juara Lagi

Buat yang belum familiar, Taklimakan Rally itu mirip Dakar versi Asia panas, ganas, dan nggak ada ampun buat kendaraan maupun driver-nya. GWM terakhir kali juara di tahun 2015. Setelah itu? Mereka lenyap dari radar.

Dan tiba-tiba, 2025, mereka balik dan… boom! Juara lagi di kelas Production. Kok bisa? Emang segitu jagonya? Atau emang udah waktunya mereka pasang nama lagi di peta persaingan global?

Kalau lihat dari lineup-nya sih, nggak main-main. Ada Haval H9 Diesel buat kelas konvensional dan TANK 300 Hi4-T PHEV buat kelas energi baru.

Jadi ya, GWM nggak cuma ingin comeback mereka pengen ngasih statement: “Kami masih di sini, dan kami siap bawa teknologi baru ke off-road.”

GWM Juara Lagi di Taklimakan Rally 2025, Kenapa Baru Comeback Sekarang?

Haval H9: Si Diesel Klasik Masih Bertaring

Kalau kamu suka kendaraan tangguh yang bisa dibawa camping atau ngebut di pasir, Haval H9 ini masih layak masuk wishlist.

Di Taklimakan, mobil ini menang di kategori T2.1, alias kendaraan produksi berbahan bakar diesel.

Tenaganya dari mesin 2.4-liter turbo diesel, ditambah gearbox otomatis 9-percepatan dan sistem 4WD Torque on Demand (TOD) yang pinter banget ngatur traksi sesuai kondisi.

Plus, ada triple differential lock depan, tengah, belakang. Intinya, kalau satu roda nganggur, dua lainnya bisa terus nendang.

Yang bikin geleng-geleng, H9 berhasil taklukin SS5 rute sejauh 287 km dari Moyu ke Hongbaishan dalam waktu 4 jam 35 menit.

Dan itu bukan di aspal halus ya, tapi pasir dan batu tajam. Bahkan mereka ngalahin mobil-mobil T1+ yang udah dimodifikasi buat reli.

Tapi di balik pujian itu, ada pertanyaan: kenapa GWM masih mengandalkan diesel? Bukankah saat ini dunia sedang mendorong elektrifikasi dan emisi rendah?

Apakah ini langkah nostalgia atau sinyal bahwa diesel belum bisa ditinggalkan di medan berat?

Bukti PHEV Nggak Cuma Buat Jalanan Kota

Nah, ini bagian paling menarik. GWM bawa TANK 300 Hi4-T, mobil hybrid plug-in 4WD ke lintasan reli ekstrim dan menang!

Teknologi Hi4 (Hybrid Intelligent 4WD) ini cukup unik. Ia bisa kerja sebagai 4WD saat dibutuhkan, tapi juga bisa hemat energi dengan 2WD saat jalan normal.

Sistem dual-motor elektriknya dikoordinasiin secara otomatis tergantung medan dan kebutuhan torsi.

Di Taklimakan, TANK 300 Hi4-T ngebuktiin kalau mobil hybrid bisa survive di lintasan off-road brutal. Total waktu mereka? 37 jam 30 menit untuk 2.350 km. Konsisten, efisien, dan bertenaga.

Tapi di sisi lain, kita juga harus bertanya: kenapa baru sekarang mereka uji coba teknologi ini di kompetisi?

Apakah ini hanya bagian dari strategi pemasaran biar bisa bilang, “Teknologi kami sudah terbukti di medan ekstrem”?

Jadi Ini Kompetisi atau Test Drive Massal?

Setelah menang, GWM langsung pamer bahwa teknologi Hi4 ini akan disematkan ke lebih banyak model produksi massal. Bahkan katanya, konsumen bisa nikmati performa 4WD dengan harga setara 2WD.

Eits, tunggu dulu. Itu tentu berita bagus buat pasar. Tapi juga memunculkan kesan bahwa Taklimakan Rally jadi semacam panggung marketing besar buat GWM.

Mereka masuk bukan hanya buat kompetisi, tapi juga buat nunjukkin teknologi biar laku di showroom.

Fair enough. Semua pabrikan pasti punya strategi itu. Tapi buat para penggemar reli tulen, semoga ini nggak bikin nilai sportivitasnya turun jadi ajang gimmick.

12 Penghargaan? Luar Biasa Tapi…

GWM juga borong 12 penghargaan dari rally ini. Dari Juara Umum sampai Piala Produsen Production Class. Bahkan pickup GWM POER juga tampil.

Tapi kita perlu ingat, mereka hadir dengan tim besar, logistik raksasa, dan line-up kendaraan super lengkap.

Jadi memang sudah dipersiapkan matang. Ini bukan sekadar “coba-coba reli”, tapi benar-benar investasi citra.

GWM Sudah Bangkit, Tapi Konsistensinya yang Ditunggu

GWM jelas berhasil bikin gebrakan. Mereka bukan cuma nostalgia lewat Haval H9, tapi juga memperkenalkan teknologi masa depan lewat Hi4 di TANK 300.

Kenapa harus butuh waktu 10 tahun buat balik lagi?

Apakah GWM akan konsisten hadir di kompetisi ekstrem lain seperti Dakar atau Silk Way Rally? Atau ini hanya sesekali muncul untuk gebrakan marketing?

Satu yang pasti, GWM sedang membangun ulang reputasinya sebagai merek off-road global. Dan untuk kita sebagai konsumen, ini kabar baik.

Karena siapa tahu, sebentar lagi kita bisa punya mobil hybrid 4WD tangguh tanpa harus jual rumah.

Kalau kamu suka off-road dan teknologi mobil terbaru, pantau terus perkembangan GWM. Jangan-jangan, teknologi Hi4 ini akan jadi standar baru off-roader masa depan dan kita semua bisa ikut nikmatin, bukan cuma pembalap reli elite.****

.

.

.

.

.

  • Penulis: dimas

✈︎ Random Artikel

expand_less