Generasi terbaru Ducati Monster 2026 hadir dengan desain lebih ringan, mesin V2 berteknologi IVT
- account_circle Abimanyu
- calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
- visibility 205
- print Cetak

Ducati Monster 2026: Memenuhi Semua Kebutuhan, dengan Desain yang Tak Tertandingi
Generasi terbaru Ducati Monster 2026 hadir dengan desain lebih ringan, mesin V2 berteknologi IVT
OTOExpo.com, Italia — Ducati kembali mengguncang dunia roda dua lewat debut global Ducati Monster 2026. Model terbaru dari keluarga Monster ini bukan cuma facelift biasa, tapi sebuah evolusi besar dari motor naked paling ikonik dalam sejarah.
Sejak kelahirannya di tahun 1992, Monster selalu dikenal sebagai motor yang simpel, agresif, dan menyenangkan. Nah, di versi 2026 ini, Ducati seakan berkata: “Kami buat Monster yang lebih Monster lagi!”
Dari tampilan luar, sampai ke jantung mekanisnya, semua berubah total. Tapi yang menarik, Ducati tetap mempertahankan DNA klasik Monster “everything you need, nothing you don’t” semua yang dibutuhkan pengendara tanpa tambahan yang berlebihan.
Lebih Ramping, Lebih Gahar
Dari sudut pandang desain, Ducati Monster 2026 tampil seperti hasil fusi antara retro dan futuristik. Bentuk tangki “bison back” yang khas tetap dipertahankan, tapi kini tampak lebih ramping dan proporsional.
Tangki ini bukan cuma untuk gaya, tapi juga membantu mengarahkan aliran udara ke sistem pendingin.
Bagian depan motor langsung mencuri perhatian lewat lampu utama full-LED berbentuk “C” ganda dengan garis DRL yang modern terinspirasi dari Panigale V4. Aura “robotic” tapi tetap elegan membuat motor ini kelihatan mahal bahkan saat diam di parkiran.
Posisi duduknya pun direvisi. Jok kini lebih rendah 5 mm (815 mm), membuat Monster lebih ramah untuk pengendara dengan postur sedang.
Bahkan, Ducati menyediakan opsi jok rendah dan suspensi lebih pendek yang bisa menurunkan tinggi duduk jadi 775 mm. Cocok buat yang ingin tampil sangar tapi tetap nyaman di stop-and-go traffic.
V2 890 cc IVT – Bertenaga Tapi Jinak
Inilah jantung baru dari Monster: mesin V2 890 cc dengan sistem Intake Variable Timing (IVT). Teknologi ini memungkinkan sistem katup menyesuaikan waktu bukaan secara otomatis tergantung putaran mesin.
Hasilnya? Torsi kuat di putaran rendah, tenaga melimpah di tengah, dan hentakan ganas di atas 9.000 rpm. Ducati mengklaim mesin ini sanggup memuntahkan 111 hp (110,7 hp untuk versi AS) dan torsi 91,1 Nm pada 7.250 rpm angka yang cukup untuk bikin senyum setiap kali gas dipelintir.
Namun yang lebih menarik, interval servisnya mencapai 45.000 km untuk pemeriksaan celah katup. Itu angka rekor untuk motor sport sekelasnya! Jadi, Ducati nggak cuma mikir soal performa, tapi juga kepraktisan dan biaya perawatan.
“Monster baru ini bukan hanya cepat dan ringan, tapi juga jauh lebih mudah dirawat. Kami ingin pengendara menikmati performa Ducati tanpa khawatir soal biaya servis,” ujar Claudio Domenicali, CEO Ducati Motor Holding.
Sasis dan Suspensi
Ducati Monster 2026 menggunakan rangka monokok aluminium yang diadaptasi langsung dari Panigale. Lengan ayunnya juga dua sisi, tapi bentuknya terinspirasi dari Ducati Hollow Swingarm V4. Hasilnya, motor ini lebih ringan 4 kg dibandingkan Monster sebelumnya, dengan bobot total hanya 175 kg (tanpa bahan bakar).
Di bagian suspensi, Ducati mempercayakan garpu depan upside-down Showa 43 mm dan monoshock Showa preload-adjustable di belakang. Setup-nya dikalibrasi agar nyaman untuk harian tapi tetap tajam saat digeber di lintasan.
Karakter Monster yang lincah tetap terjaga, bahkan meningkat. Dengan bobot ringan dan keseimbangan mesin V2, Monster 2026 terasa “gesit tapi stabil”. Cocok buat kamu yang suka cornering tajam atau sekadar ngacir santai di jalan raya.
Brembo M4.32 yang Legendaris
Urusan rem, Ducati tentu nggak kompromi. Di depan, terpasang dua cakram 320 mm dengan kaliper Brembo M4.32 radial dan master silinder PR18/21, sementara bagian belakang pakai cakram tunggal.
Paket ini bukan hanya memberikan daya henti luar biasa, tapi juga modulasi halus untuk berkendara santai. Untuk menambah rasa aman, semua sistem sudah terintegrasi dengan Cornering ABS yang bekerja bersama IMU 6 sumbu.
Ban bawaan pun bukan sembarangan Pirelli Diablo Rosso IV, ukuran 120/70 (depan) dan 180/55 (belakang), yang dikenal punya grip mantap di jalan basah maupun kering.
Fitur Elektronik
Salah satu peningkatan besar ada di sisi elektronik. Ducati Monster 2026 dilengkapi paket elektronik generasi terbaru yang terdiri dari:
-
Cornering ABS
-
Ducati Traction Control (DTC)
-
Ducati Wheelie Control (DWC)
-
Ducati Quick Shift (DQS) 2.0
-
Engine Brake Control (EBC)
Semua sistem ini bisa diatur melalui 4 Riding Mode: Sport, Road, Urban, dan Wet.
Artinya, mau kamu pengendara harian atau jiwa sport sejati, tinggal pilih mode yang paling sesuai dan motor akan menyesuaikan karakternya secara otomatis.
Panel instrumen full digital layar TFT 5 inci resolusi 800×400, kini punya tampilan yang lebih tajam dan mudah dibaca siang-malam.
Ada juga fitur Ducati Multimedia System (DMS) yang siap terkoneksi dengan smartphone, lengkap dengan navigasi turn-by-turn dan Cruise Control Ready.
Varian
Ducati menyediakan dua varian:
-
Monster Standar
-
Monster+, yang dilengkapi seat cowl dan cover penumpang untuk tampilan lebih agresif.
Keduanya tersedia dalam warna Ducati Red dan Iceberg White. Untuk pasar Eropa, motor ini mulai dijual Februari 2026, sementara Asia (termasuk Indonesia) kemungkinan hadir sekitar pertengahan 2026.
Monster yang Makin “Manusiawi”
Ducati Monster 2026 berhasil mempertahankan jiwa liar khas Monster, tapi dengan sentuhan modern yang bikin motor ini lebih mudah dikuasai.
Mesin V2 IVT-nya powerful tapi halus, rangka monokok bikin handling makin presisi, dan fitur elektroniknya memastikan keamanan tanpa mengurangi sensasi berkendara.
Monster baru ini bukan hanya buat mereka yang sudah jatuh cinta pada DNA Ducati, tapi juga bagi pengendara baru yang ingin naik kelas ke dunia motor naked premium.
Atau seperti kata seorang Monsteristi senior di Bologna:
“Monster bukan cuma motor dia adalah emosi yang dikemas dalam logam, suara, dan torsi.”




- Penulis: Abimanyu
- Editor: dimas lombardi
