Berita
light_mode
Beranda » Aftermarket » DRMA Catat Pertumbuhan Solid di Kuartal III-2025! Penjualan Tembus Rp4,39 Triliun, Segmen Roda Dua Jadi Jawaranya

DRMA Catat Pertumbuhan Solid di Kuartal III-2025! Penjualan Tembus Rp4,39 Triliun, Segmen Roda Dua Jadi Jawaranya

  • account_circle Selviyani Mimie
  • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
  • visibility 222
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

DRMA Catat Pertumbuhan Solid di Kuartal III-2025! Penjualan Tembus Rp4,39 Triliun, Segmen Roda Dua Jadi Jawaranya

DRMA Catat Pertumbuhan Solid di Kuartal III–2025, Penjualan dan Laba Naik Serempak

 

OTOExpo.com , Jakarta –  Ketika industri otomotif nasional tengah menghadapi penurunan tajam, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) justru melaju kencang dengan kinerja yang solid.

Emiten manufaktur komponen otomotif di bawah naungan Dharma Group ini berhasil mencatat peningkatan penjualan sebesar 9,20% secara tahunan (YoY) di kuartal III-2025, menembus angka Rp4,39 triliun.

Tak berhenti di situ, laba bersih DRMA juga tumbuh 1,69% YoY menjadi Rp428,11 miliar, menunjukkan manajemen yang efisien dan strategi bisnis yang adaptif.

Padahal, menurut data terbaru dari GAIKINDO (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia), penjualan kendaraan nasional hingga September 2025 justru turun 11,28% dibanding tahun lalu, hanya mencapai 561.819 unit.

Dengan hasil ini, DRMA berhasil outperform industri otomotif nasional, menegaskan posisinya sebagai salah satu pemain kuat di sektor komponen kendaraan Indonesia.

Strategi Diversifikasi dan Efisiensi 

Kinerja cemerlang ini bukan kebetulan.

Menurut Irianto Santoso, President Director PT Dharma Polimetal Tbk, pertumbuhan yang diraih perusahaan di tengah kondisi sulit merupakan hasil dari strategi diversifikasi produk dan efisiensi di lini manufaktur.

“Keberhasilan Perseroan meraih kinerja solid di situasi sulit ini terjadi berkat strategi diversifikasi produk serta efisiensi di lini manufaktur yang turut memperkuat profitabilitas,” ujar Irianto.

Diversifikasi ini bukan sekadar jargon, melainkan langkah nyata yang sudah dijalankan secara sistematis di tubuh DRMA.

Dharma Connect dan Produk Energi Baru

Sebagai bagian dari roadmap jangka panjangnya, DRMA terus memperluas bisnis ke arah ekosistem kendaraan listrik (EV ecosystem).

Melalui unit bisnis baru bernama Dharma Connect (DC), perusahaan membangun rantai ekosistem komponen kendaraan listrik yang lengkap dan kolaboratif, mulai dari sistem konektor, modul kelistrikan, hingga baterai.

Langkah ini sejalan dengan tren elektrifikasi kendaraan yang terus berkembang, baik di Indonesia maupun secara global.

Tak hanya itu, DRMA juga melangkah ke pasar aftermarket dengan menghadirkan produk aki lithium 12V 6Ah — solusi baterai modern yang lebih ringan, tahan lama, dan efisien dibanding aki konvensional.

Menariknya, perusahaan juga telah mengembangkan Battery Energy Storage System (BESS) — teknologi penyimpanan energi masa depan yang bisa dimanfaatkan di berbagai sektor, mulai dari otomotif, industri, hingga rumah tangga.

Dengan langkah-langkah ini, DRMA tidak hanya menjadi pemasok komponen otomotif, tapi juga pemain penting di sektor energi baru dan berkelanjutan.

Efisiensi Produksi

Selain diversifikasi produk, kinerja DRMA juga ditopang oleh efisiensi operasional.

Implementasi teknologi otomatisasi di beberapa fasilitas produksinya telah berdampak besar terhadap peningkatan produktivitas dan kualitas produk.

Proses produksi yang sebelumnya manual kini lebih terintegrasi, cepat, dan minim kesalahan, sementara pengendalian rantai pasok (supply chain control) yang lebih disiplin membantu perusahaan tetap stabil meski pasokan bahan baku global sedang fluktuatif.

Kombinasi efisiensi manufaktur dan manajemen rantai pasok ini menjadi “tulang punggung” profitabilitas DRMA di tengah tekanan pasar otomotif.

Segmen Roda Dua Masih Mendominasi

Dari seluruh lini bisnis yang dijalankan, segmen roda dua (2W) masih menjadi kontributor terbesar bagi DRMA.
Sepanjang kuartal III-2025, penjualan dari segmen ini tercatat Rp2,72 triliun, atau sekitar 62% dari total pendapatan konsolidasi.

Dominasi segmen roda dua ini tak lepas dari tingginya permintaan komponen motor dari pabrikan besar seperti Honda, Yamaha, dan Suzuki, yang menjadi klien utama DRMA.

Sementara itu, segmen roda empat (4W) juga mencatat penjualan yang positif, yakni Rp988,18 miliar, diikuti segmen lain (non-otomotif dan komponen industri) yang menyumbang Rp680,63 miliar.
Untuk pasar ekspor, DRMA mencatat penjualan Rp18,37 miliar, menandakan potensi internasional yang masih terbuka luas.

Bergerak ke Arah Masa Depan Otomotif Hijau

Melihat tren elektrifikasi yang makin kuat di Indonesia, DRMA berkomitmen memperluas kontribusinya di ekosistem kendaraan listrik nasional.

Langkah pengembangan Dharma Connect dan BESS menjadi sinyal kuat bahwa perusahaan ini tengah bersiap menjadi pionir komponen EV di dalam negeri.

DRMA Catat Pertumbuhan Solid di Kuartal III–2025, Penjualan dan Laba Naik Serempak

DRMA Catat Pertumbuhan Solid di Kuartal III–2025, Penjualan dan Laba Naik Serempak

Selain itu, upaya efisiensi berkelanjutan dan adopsi teknologi cerdas akan terus memperkuat daya saing DRMA di masa depan.
Dalam jangka menengah, perusahaan juga membuka peluang untuk ekspansi ke sektor komponen kendaraan hibrida dan sistem energi terbarukan, guna mendukung agenda net zero emission 2060 yang dicanangkan pemerintah.

“Kami percaya bahwa masa depan industri otomotif akan bergerak ke arah elektrifikasi dan keberlanjutan. DRMA siap menjadi bagian penting dari transformasi itu, dengan inovasi, efisiensi, dan tanggung jawab lingkungan,” tutup Irianto.

DRMA Ketahanan Industri Komponen Lokal

Ketika sebagian besar pelaku industri otomotif tengah menahan laju produksi akibat penurunan permintaan, DRMA justru membuktikan ketahanan bisnisnya.

Pertumbuhan penjualan dan laba yang tetap positif di kuartal III-2025 menunjukkan bahwa strategi diversifikasi dan efisiensi manufaktur bukan hanya teori, melainkan faktor kunci dalam mempertahankan kinerja di tengah ketidakpastian ekonomi.

Dengan kombinasi produk inovatif, efisiensi tinggi, dan komitmen menuju elektrifikasi, DRMA tidak hanya bertahan — tapi tumbuh lebih kuat.

Dan jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin DRMA akan menjadi salah satu pemain utama dalam ekosistem otomotif masa depan Indonesia.

  • Penulis: Selviyani Mimie
  • Editor: dimas lombardi

Berita Menarik Lainnya

expand_less