Diklaim Tembus 534 Km! Tapi Seberapa Jujur JAECOO J5 EV Soal Efisiensi dan Biaya per Kilometernya
- account_circle Pandito
- calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
- visibility 237
- print Cetak

Seberapa Jauh JAECOO J5 EV Bisa Melaju? Ini Perhitungan Biaya per Kilometernya
Diklaim Tembus 534 Km! Tapi Seberapa Jujur JAECOO J5 EV Soal Efisiensi dan Biaya per Kilometernya
Seberapa Jauh JAECOO J5 EV Bisa Melaju? Ini Perhitungan Biaya per Kilometernya
OTOExpo.com , Jakarta – Di tengah hiruk-pikuk pasar mobil listrik yang semakin sesak oleh jargon, gimmick, dan perang harga, muncullah satu nama yang sejak debutnya menarik sorotan: JAECOO J5 EV.
SUV listrik yang dipasarkan sebagai “The Real SUV” ini hadir dengan dualitas yang aneh harga kelas A-Segment, fitur kelas menengah, dan sikap percaya diri seperti pemain lama yang merasa sudah memenangkan pertandingan bahkan sebelum peluit dibunyikan.
Dengan banderol Rp 249,9 juta untuk varian Standard dan Rp 299,9 juta untuk varian Premium, J5 EV mencoba meruntuhkan tembok psikologis bahwa SUV listrik selalu mahal. Tetapi pertanyaannya tetap menggantung seperti kabut tipis di pagi hari:
“Jauh tidak sih jaraknya? Boros nggak? Worth it nggak untuk harian?”
Pertanyaan yang sederhana. Tapi jawaban untuk dunia EV tak pernah sesederhana itu.
Pengujian internal JAECOO menghasilkan angka yang cukup mengejutkan: 534,1 km, atau lebih panjang hampir 16% dari klaim NEDC-nya yang hanya 461 km. Jika benar demikian, J5 EV mencuri perhatian bukan karena promosi, tapi karena konsistensinya.
Pengujian dilakukan dengan variabel yang relatif “manusiawi”:
-
rute 80% tol, 20% non-tol
-
kecepatan 80–100 km/jam
-
AC 22°C
-
Android Auto aktif
-
wireless charging menyala
-
dua orang di kabin
Tidak ada skenario ekstrem. Tidak ada trik penghematan aneh. Tidak ada mode eco yang membuat mobil terasa seperti sepeda listrik raksasa.
“Range EV itu bukan janji, melainkan kemungkinan.”
Angka 534 km itu mungkin tercapai, tapi tidak menjamin semua kondisi menghasilkan hal serupa. Namun setidaknya, JAECOO J5 EV membuktikan satu hal penting: SUV listrik murah pun bisa punya stamina panjang, selama manajemen baterainya rapi dan sistem kontrol dayanya tidak agresif.
Biaya Per Kilometer
Mari kita ajak kalkulator duduk sebentar. Karena untuk EV, biaya operasional bukan hanya penting tapi merupakan magnet terbesar untuk konsumen.
Pengisian di Rumah (Portable Charger)
Tarif listrik rumah tangga: ±Rp 1.700/kWh Efisiensi J5 EV: 8,77 km/kWh
Untuk jarak 50 km per hari? Butuh sekitar 5,7 kWh listrik.
Artinya:
5,7 kWh × Rp 1.700 = Rp 9.690/hari Atau sekitar: Rp 194 per kilometer.
Ini adalah angka yang… jujur saja, sangat masuk akal. Bahkan motor matic 150cc pun kadang lebih mahal per kilometernya.
Waktu charging? Sekitar 3 jam. Sederhana. Tidak ribet.
Namun, ini hanya berlaku jika Anda punya parkiran rumah dan akses colokan. Jika tidak?
Pengisian di SPKLU (Fast Charging)
Tarif umum: ±Rp 2.500/kWh
Hitungan 50 km harian yang sama: 5,7 kWh × Rp 2.500 = Rp 14.250/hari Atau: Rp 285 per kilometer.
Harga masih kompetitif, tapi sedikit menggigit jika Anda tipe pengguna yang bergantung pada SPKLU setiap hari. Di sinilah kritiknya:
“EV akan selalu terlihat murah… selama Anda bisa ngecas di rumah.”

Seberapa Jauh JAECOO J5 EV Bisa Melaju? Ini Perhitungan Biaya per Kilometernya
“The Real SUV”
Sebagai SUV listrik, J5 EV tidak tampil seperti crossover lembut yang lebih cocok berada di mal daripada di pinggir hutan.
Spesifikasinya cukup menarik:
-
ground clearance 200 mm
-
approach angle 20°
-
departure angle 29,8°
-
suspensi independen multilink
-
kemampuan V2L 3,3 kW
-
kamera 540°
-
fast charging 130 kW (30–80% dalam 28 menit)
-
17 fitur ADAS
Harga segini biasanya hanya dapat EV berwujud citycar. JAECOO menghadirkan SUV sungguhan setidaknya secara dimensi dan niat.
Namun kita harus jujur: sampai terbukti di trek tanah sesungguhnya, istilah outdoor EV ini masih sebatas tagline manis.
Menurut Jim Ma, Country Director JAECOO Indonesia:
“Kami ingin J5 EV dinilai bukan dari brosur, tapi dari pengalaman nyata.”
Dan pernyataan itu cukup berani. Karena realita pengguna EV di Indonesia sering jauh dari angka brosur yang didandani manis.
Namun setelah melihat hasil pengujian internal dan hitungan konsumsi energinya, satu hal bisa disimpulkan:
J5 EV bukan EV yang ingin tampak futuristis. Ia ingin tampak konsisten.
Dan konsistensi adalah satu hal yang sering hilang di pasar mobil listrik murah.
Apakah J5 EV Layak?
Jika Anda berharap mobil listrik yang:
- irit
- jarak tempuh panjang
- bisa diandalkan harian
- harganya tak membuat dompet berteriak
- fiturnya cukup lengkap
…maka JAECOO J5 EV terasa sangat menggoda.
Namun jika Anda:
- tidak punya tempat charging di rumah
- tinggal di daerah yang belum banyak SPKLU
- menginginkan build quality premium khas EV Eropa
…Anda perlu sedikit lebih kritis sebelum memutuskan.
Pada akhirnya, J5 EV membuka babak baru untuk EV murah bukan dengan gimmick futuristik, tetapi dengan kemampuan dasar yang benar: range bagus, efisiensi stabil, biaya operasional rendah.
Dan sesuai gaya puitisnya mobil ini, saya menutup dengan satu kalimat:
“Kadang yang membuat perjalanan nyaman bukan kecepatan, tapi ketenangan bahwa mobilmu tidak menyerah duluan.“
- Penulis: Pandito
- Editor: Dimas Lombardi
