CEO VinFast Buka Strategi Besar di Balik Pabrik EV Subang
- account_circle dimas
- calendar_month Sen, 22 Des 2025
- visibility 93

Sebut Indonesia sebagai “Rumah Kedua”, CEO VinFast Indonesia Ungkap Visi Strategis di Balik Pabrik EV Subang
CEO VinFast Buka Strategi Besar di Balik Pabrik EV Subang
Sebut Indonesia sebagai “Rumah Kedua”, CEO VinFast Indonesia Ungkap Visi Strategis di Balik Pabrik EV Subang
OTOExpo.com , Jakarta – Di tengah surutnya insentif impor kendaraan listrik yang selama ini menjadi magnet bagi banyak merek global, VinFast justru melangkah berlawanan arah. Alih-alih memperlambat ekspansi, pabrikan asal Vietnam itu mempertegas posisinya dengan meresmikan fasilitas produksi kendaraan listrik di Subang, Jawa Barat sebuah langkah yang secara simbolik dan strategis mengirim pesan kuat ke industri otomotif nasional.
Bagi Kariyanto Hardjosoemarto, CEO VinFast Indonesia, kehadiran pabrik ini bukan sekadar realisasi investasi, melainkan pernyataan kepercayaan jangka panjang. Bahkan, ia tak ragu menyebut Indonesia sebagai “rumah kedua” bagi VinFast.
Pernyataan tersebut bukan retorika. Di baliknya, tersimpan peta jalan industrialisasi EV yang ambisius, terukur, dan dirancang untuk bertahan jauh melampaui era insentif.
Berbeda dari banyak peresmian pabrik yang berhenti pada simbolisme, fasilitas VinFast di Subang telah resmi memasuki fase operasional. Artinya, roda produksi sudah mulai berputar meski produksi massal akan dimulai bertahap pada Januari 2026.
“Ini bukan peresmian seremonial,” tegas Kariyanto. “Hari ini adalah transisi dari persiapan menuju eksekusi.”
Dalam beberapa bulan ke depan, fokus utama pabrik Subang adalah penyempurnaan lini produksi, validasi sistem, dan penguatan kendali mutu. Setelah ramp-up selesai, unit yang diproduksi di Indonesia akan langsung mengalir ke jaringan dealer nasional.
Pada fase awal, VinFast telah menanamkan lebih dari USD 300 juta. Namun itu baru permulaan. Total investasi yang direncanakan untuk pabrik Subang diproyeksikan melampaui USD 1 miliar, seiring bertambahnya kapasitas dan pendalaman lokalisasi.
Skala ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu pasar global paling strategis bagi VinFast, sejajar dengan Vietnam dan India. Dengan kata lain, Subang bukan pelengkap melainkan pilar utama jaringan manufaktur global VinFast.
Pabrik Subang dirancang khusus untuk memproduksi kendaraan listrik setir kanan, sebuah detail teknis yang menegaskan orientasi lokal. Pada tahap awal, lini produksi akan mencakup:
-
VF 3 (city EV kompak)
-
VF 5
-
VF 6
-
VF 7 (SUV segmen C)
Rentang ini memungkinkan VinFast menjangkau spektrum konsumen urban hingga keluarga muda. Ke depan, fasilitas ini juga disiapkan untuk memproduksi MPV listrik dan sepeda motor listrik, menyesuaikan karakter pasar Indonesia.
Meski belum memproduksi baterai secara lokal, VinFast menegaskan bahwa kolaborasi baterai tetap menjadi bagian integral dari strategi ekosistem jangka panjang.
Secara strategis, Subang diposisikan sebagai hub manufaktur Asia Tenggara. Dalam jangka menengah, pabrik ini bahkan berpotensi menjadi basis ekspor regional, memperkuat daya saing VinFast sekaligus mendukung agenda industrialisasi Indonesia.
Pendekatan ini juga meningkatkan ketahanan rantai pasok, mengurangi ketergantungan impor, dan menekan biaya logistik—faktor krusial di industri EV yang sangat sensitif terhadap efisiensi.
Dampak kehadiran VinFast tak berhenti di lini produksi. Pada kapasitas penuh, pabrik Subang diproyeksikan menciptakan 5.000 hingga 15.000 lapangan kerja langsung, dengan prioritas rekrutmen dari masyarakat lokal.
“Kami ingin tumbuh bersama komunitas sekitar,” ujar Kariyanto.
Lebih dari sekadar jumlah tenaga kerja, VinFast menekankan pengembangan SDM berstandar global melalui pelatihan vokasi, exposure teknologi, dan jalur karier jangka panjang. Strategi ini dirancang agar tenaga kerja lokal siap menghadapi evolusi teknologi otomotif yang sangat cepat.
Di tengah pengetatan regulasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), VinFast melihat lokalisasi bukan sebagai kewajiban administratif, melainkan keunggulan kompetitif jangka panjang.
Perusahaan tengah menjajaki kemitraan dengan pemasok lokal untuk berbagai komponen, mulai dari:
-
Chassis dan rangka
-
Interior dan plastik
-
Komponen kelistrikan & elektronik
-
Logistik dan sistem pendukung
Pendekatan ini bersifat kolaboratif, bukan transaksional—bertujuan membangun ekosistem EV nasional yang matang dan berkelanjutan.
Menariknya, seluruh ekspansi ini dilakukan saat insentif impor EV mulai dikurangi. Namun bagi VinFast, keputusan investasi tidak pernah bertumpu pada kebijakan sementara.
“Indonesia punya fundamental yang kuat,” tegas Kariyanto. “Pasar besar, visi pemerintah jelas, dan kesiapan ekosistem terus meningkat.”
Dengan dukungan infrastruktur pengisian daya dari V-GREEN, layanan mobilitas GSM, serta ekspansi ritel nasional, VinFast memandang 2026 sebagai awal fase pertumbuhan EV yang lebih matang, bukan titik rawan.
Di saat sebagian pemain global memilih menunggu, VinFast justru menancapkan jangkar lebih dalam. Pabrik Subang bukan hanya fasilitas produksi ia adalah pernyataan kepercayaan.
Bagi VinFast, Indonesia bukan sekadar pasar. Ia adalah rumah kedua. Dan dari rumah inilah, masa depan mobilitas listrik Asia Tenggara mulai dirakit.****
- Penulis: dimas
- Editor: RM.Dimas Wirawan

