BYD Atto 1 Jadi Mobil Listrik Pertama Puncaki Penjualan di Indonesia
- account_circle Magoh
- calendar_month Kam, 13 Nov 2025
- visibility 82

byd atto 1
BYD Atto 1 Jadi Mobil Listrik Pertama Puncaki Penjualan di Indonesia
BYD Atto 1 Mobil Listrik Pertama di Puncak Daftar Mobil Terlaris
OTOExpo.com , Jakarta – Dunia otomotif Indonesia mencatat tonggak sejarah baru. Untuk pertama kalinya, mobil listrik menempati posisi teratas dalam daftar mobil terlaris nasional.
Pencapaian ini diraih oleh BYD Atto 1, model SUV listrik mungil besutan BYD Motor Indonesia, yang langsung mencuri perhatian sejak awal kehadirannya di Tanah Air.
Berdasarkan data terbaru Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), BYD Atto 1 berhasil mendistribusikan 9.396 unit sepanjang Oktober 2025, hanya sebulan setelah dimulainya distribusi resmi.
Angka ini tidak hanya mengejutkan pelaku industri, tetapi juga mengubah peta dominasi mobil konvensional di Indonesia, yang selama ini dikuasai oleh Toyota, Daihatsu, dan Honda.
Harga Murah Jadi Senjata Pamungkas
Salah satu kunci kesuksesan BYD Atto 1 adalah strategi harga agresif. Dengan banderol mulai Rp190 jutaan, mobil listrik ini menargetkan segmen entry-level urban commuter pasar yang selama ini dikuasai oleh model LCGC seperti Toyota Agya, Daihatsu Ayla, dan Honda Brio Satya.
Harga yang terjangkau membuat Atto 1 jadi “game changer” di pasar EV nasional. Kini, konsumen yang dulu hanya bisa membeli mobil bensin kelas bawah bisa beralih ke kendaraan listrik tanpa harus membayar mahal.
“Penjualan kami meningkat signifikan setelah peluncuran Atto 1. Sebelum model ini hadir, penjualan BYD di Indonesia masih di kisaran 3.000 unit per bulan,” jelas Luther Panjaitan, Head of Marketing, PR & Government Relations PT BYD Motor Indonesia.
Distribusi Perdana Langsung Meledak
Data Gaikindo menunjukkan bahwa Atto 1 baru mulai didistribusikan pada Oktober 2025, namun langsung mencatat volume hampir 10.000 unit.
Capaian ini menempatkan BYD bukan hanya sebagai merek baru yang agresif, tapi juga merek mobil listrik pertama yang mampu menyalip merek-merek mapan seperti Honda, Mitsubishi, dan Suzuki dalam daftar penjualan bulanan.
Secara peringkat merek, BYD melonjak ke posisi ketiga, hanya berada di bawah Toyota dan Daihatsu, dan menyingkirkan para pemain lama yang sudah puluhan tahun beroperasi di Indonesia.
Langkah ini menegaskan pergeseran selera pasar yang mulai menerima mobil listrik bukan sekadar sebagai tren, melainkan sebagai pilihan rasional dan ekonomis.
Mobil Listrik Mass Market
Jika selama ini kendaraan listrik identik dengan harga tinggi dan segmentasi premium, Atto 1 membalik paradigma tersebut.
Dengan desain modern, interior fungsional, dan jarak tempuh harian yang efisien, model ini sukses memikat pasar menengah terutama kalangan muda perkotaan yang mulai sadar lingkungan.
Keberhasilan ini sekaligus membuka jalan bagi mobil listrik mass market di Indonesia, menunjukkan bahwa EV tak lagi menjadi barang eksklusif bagi kalangan tertentu.
Kombinasi Strategi, Momentum, dan Persepsi Publik
Beberapa faktor yang membuat BYD Atto 1 meledak di pasaran antara lain:
-
Harga terjangkau dengan performa kompetitif
– Dibekali motor listrik efisien dan baterai dengan jarak tempuh yang cukup untuk kebutuhan harian. -
Brand awareness yang agresif
– BYD memanfaatkan momentum global elektrifikasi dan melakukan kampanye besar-besaran di media digital serta pameran otomotif nasional. -
Stok dan distribusi yang siap tempur
– PT BYD Motor Indonesia memastikan ketersediaan unit di berbagai daerah melalui jaringan dealer dan kemitraan baru dengan diler-diler lokal. -
Dukungan ekosistem kendaraan listrik yang kian matang
– Peningkatan infrastruktur SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) di kota besar turut mendorong rasa percaya diri konsumen beralih ke EV.
Menjaga Konsistensi
Meskipun angka penjualan perdana sangat impresif, BYD menyadari tantangan besar ke depan adalah menjaga momentum dan kestabilan permintaan.
“Kami berharap penjualan Atto 1 tetap konsisten, meski kami juga memahami bahwa angka distribusi awal bisa fluktuatif. Kami sedang berupaya memenuhi permintaan konsumen yang sudah lebih dulu melakukan pemesanan,” lanjut Luther Panjaitan.
Konsistensi pasokan dan layanan purnajual akan menjadi faktor penentu apakah Atto 1 mampu mempertahankan posisi puncaknya di bulan-bulan berikutnya.
Dampak terhadap Lanskap Otomotif Indonesia
Kehadiran BYD Atto 1 tak hanya memecahkan rekor, tapi juga mengguncang struktur kompetisi industri otomotif nasional.
Dalam waktu singkat, mobil listrik ini berhasil:
-
Mengubah persepsi publik tentang keterjangkauan kendaraan listrik.
-
Menekan dominasi mobil bensin kecil di segmen harga Rp150–200 juta.
-
Mendorong pabrikan lain untuk mempercepat strategi elektrifikasi lokal.
Dengan capaian ini, Indonesia semakin menunjukkan kesiapan menuju era elektrifikasi otomotif yang sejalan dengan target pemerintah mencapai net-zero emission pada 2060.
Siap Bersaing di Segmen LCGC
Untuk saat ini, BYD Atto 1 dibanderol mulai Rp190 jutaan, menjadikannya mobil listrik termurah di Indonesia. Model ini ditawarkan dengan garansi baterai panjang dan dukungan layanan purna jual di jaringan resmi BYD.

byd atto 1
Kehadiran Atto 1 menempatkan BYD di posisi strategis untuk menguasai pasar entry-level EV, mengingat belum ada kompetitor langsung yang menawarkan kombinasi harga, performa, dan fitur seimbang di segmen tersebut.
Era Baru Mobil Listrik
BYD Atto 1 bukan sekadar produk baru ia adalah titik balik industri otomotif nasional.
Untuk pertama kalinya, mobil listrik mampu menggeser mobil bensin konvensional dari posisi puncak penjualan nasional, sekaligus membuka babak baru transisi energi di sektor transportasi Indonesia.
Dengan strategi harga yang cerdas, desain modern, dan dukungan infrastruktur yang terus berkembang, BYD telah menyalakan semangat baru bagi para produsen otomotif lain: era mobil listrik massal di Indonesia resmi dimulai.****
- Penulis: Magoh
- Editor: Dimas Lombardi

