Bukan EV Biasa! Ini Sejarah Leapmotor, Brand Teknologi NEV yang Siap Masuk Indonesia Bareng Indomobil & Stellantis
- account_circle Magoh
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 8
- print Cetak

Mengenal Sejarah Leapmotor, Perusahaan Otomotif NEV Berbasis Teknologi yang Segera Hadir Bersama Indomobil di Indonesia
Mengenal Sejarah Leapmotor, Perusahaan Otomotif NEV Berbasis Teknologi yang Segera Hadir Bersama Indomobil di Indonesia
Mengenal sejarah Leapmotor, perusahaan NEV berbasis teknologi dari Tiongkok yang segera hadir di Indonesia bersama Indomobil dan Stellantis. Fokus pada engineering, vertical integration, dan inovasi baterai.
OTOExpo.com , Jakarta – Peta persaingan kendaraan listrik di Indonesia akan segera kedatangan pemain baru dengan pendekatan berbeda. Bukan sekadar menjual mobil listrik, Leapmotor datang membawa DNA engineering yang kuat dan filosofi teknologi sebagai fondasi utama.
Merek NEV (New Energy Vehicle) asal Zhejiang, Tiongkok ini akan segera hadir di Tanah Air melalui PT Indomobil National Distributor, memperkaya portofolio Stellantis Brand House di Indonesia. Langkah ini sekaligus menandai babak baru ekspansi global Leapmotor yang dalam dua tahun terakhir bergerak agresif namun terukur.
Leapmotor resmi didirikan pada 24 Desember 2015 di Zhejiang. Berbeda dari banyak startup otomotif listrik yang mengandalkan outsourcing komponen utama, Leapmotor sejak awal memilih membangun kekuatan riset dan pengembangan (R&D) internal.
Fokusnya jelas: menguasai arsitektur elektronik kendaraan, sistem kontrol terintegrasi, hingga software kendaraan secara mandiri. Strategi ini menjadikan Leapmotor lebih menyerupai perusahaan teknologi yang memproduksi mobil, bukan sekadar produsen otomotif konvensional yang beralih ke listrik.
Pada fase awal pertumbuhan, perusahaan membangun fasilitas manufaktur di Hangzhou. Investasi ini bukan hanya untuk produksi massal, tetapi untuk memastikan integrasi antara engineering, manufaktur, dan quality control berjalan dalam satu ekosistem yang terkendali.
Model perdana mereka, S01, diperkenalkan pada 2018. Meski volumenya belum besar, S01 menjadi simbol kemampuan integrasi teknologi internal mulai dari kontrol motor listrik hingga sistem manajemen kendaraan berbasis elektronik.
Sejak memasuki fase produksi komersial konsisten pada 2019, Leapmotor menunjukkan pertumbuhan signifikan di pasar NEV Tiongkok yang sangat kompetitif. Alih-alih ekspansi agresif tanpa fondasi, mereka memperkuat struktur industrial dan kapasitas produksi secara bertahap.
Dalam beberapa tahun terakhir, Leapmotor berkembang menjadi salah satu kontender NEV dengan skala produksi yang semakin besar. Diferensiasi utamanya bukan sekadar desain futuristik, melainkan arsitektur teknologi kendaraan.
Leapmotor menerapkan pendekatan vertical integration—strategi di mana sistem inti kendaraan dikembangkan secara internal untuk menjaga efisiensi biaya, konsistensi kualitas, dan kecepatan inovasi.
Beberapa komponen utama yang dikembangkan sendiri meliputi:
-
Motor listrik dan sistem penggerak
-
Sistem kontrol kendaraan serta electronic architecture
-
Software kendaraan dan integrasi fitur pintar
-
Sensor, kamera, serta sistem pendukung teknologi cerdas
-
Integrasi baterai dan manajemen energi
Di era kendaraan listrik modern, diferensiasi tidak lagi hanya soal jarak tempuh atau akselerasi. Nilai utama justru terletak pada “otak” kendaraan yakni bagaimana sistem elektronik dan software mengatur efisiensi energi, keselamatan, hingga pengalaman berkendara digital.
Leapmotor membangun produknya sebagai platform teknologi berorientasi masa depan, bukan sekadar alat transportasi listrik.
Tonggak penting berikutnya terjadi pada 2023 ketika Leapmotor menjalin kemitraan strategis dengan Stellantis. Kolaborasi ini membuka jalan ekspansi internasional yang lebih sistematis.

Mengenal Sejarah Leapmotor, Perusahaan Otomotif NEV Berbasis Teknologi yang Segera Hadir Bersama Indomobil di Indonesia
Pada 2024, dibentuk entitas Leapmotor International sebagai platform distribusi dan pengembangan global. Langkah ini mempercepat penetrasi ke pasar-pasar potensial, termasuk Asia Tenggara.
Bagi Stellantis, kemitraan ini menjadi langkah strategis menghadirkan brand berbasis teknologi kuat dalam portofolionya. Leapmotor menawarkan kapabilitas engineering yang terintegrasi, dari motor listrik hingga perangkat lunak kendaraan.
Kehadiran Leapmotor di Indonesia melalui PT Indomobil National Distributor menjadi sinyal bahwa pasar otomotif nasional semakin terbuka terhadap brand EV dengan pendekatan teknologi mendalam.
Indonesia bukan hanya pasar penjualan, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun ekosistem kendaraan listrik global.
Dengan fondasi engineering yang solid, vertical integration, serta dukungan jaringan global Stellantis, Leapmotor berpotensi menjadi pemain yang menarik di tengah kompetisi EV yang semakin padat.
Jika banyak brand datang dengan pendekatan harga dan desain, Leapmotor memilih masuk dengan diferensiasi berbasis teknologi inti. Dan di era elektrifikasi, strategi seperti ini bisa menjadi kunci bertahan dalam jangka panjang.****
- Penulis: Magoh
- Editor: RM.Dimas Wirawan
