Bahagia Sejak Pertama Ketika Daihatsu Tak Sekadar Mobil
- account_circle Abimanyu
- calendar_month Sen, 10 Nov 2025
- visibility 107

Bahagia Sejak Pertama Ketika Daihatsu Tak Sekadar Mobil
Bahagia Sejak Pertama Ketika Daihatsu Tak Sekadar Mobil
Daihatsu Apresiasi Kesetiaan Pelanggan melalui Program “Bahagia Sejak Pertama” di Sleman
Daihatsu, merek yang dikenal dengan slogan “Sahabat Keluarga”, kembali membuktikan bahwa di balik setiap unit yang mereka jual, ada hubungan yang tak bisa dihitung hanya dengan angka kilometer.
Melalui program “Bahagia Sejak Pertama”, Daihatsu mengajak kita menoleh sejenak ke belakang ke momen pertama kali seseorang jatuh cinta pada mobilnya.
Acara ini digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada 9 November 2025, sebagai bagian dari rangkaian “Daihatsu Kumpul Sahabat”, yang menjadi ruang apresiasi untuk para pemilik Daihatsu di seluruh Indonesia.
Dan di tengah ratusan pengunjung yang datang dengan mobil kesayangannya, ada satu nama yang mencuri perhatian: Bambang Sutrasto.
Pria asal Sleman ini telah mengendarai Daihatsu Terios miliknya selama 15 tahun, menempuh lebih dari 314.740 kilometer jarak yang cukup untuk mengelilingi bumi hampir delapan kali.
“Daihatsu selalu bisa diandalkan. Mulai dari proses pembelian, kenyamanan saat digunakan sehari-hari, sampai layanan bengkel resminya. Terios ini bukan cuma kendaraan, tapi sudah seperti bagian keluarga kami,” ujar Bambang, dengan nada yang terasa jujur, bukan sekadar basa-basi.
Lebih menarik lagi, Bambang masih menyimpan semua kuitansi servis sejak pertama kali membeli mobil itu pada 2010 totalnya 65 lembar.
“Karena rutin servis di bengkel resmi Astra Daihatsu Jogja, saya sudah hafal semua nama teknisinya. Datang ke bengkel itu rasanya bukan cuma servis, tapi silaturahmi,” tambahnya sambil tersenyum.
Cerita seperti ini mungkin terdengar sepele, tapi di tengah era mobil listrik dan SUV digital, loyalitas seperti milik Bambang terasa langka. Sebuah hubungan antara manusia dan mesin yang dibangun atas dasar kepercayaan, bukan algoritma.
Mobil yang Setia Dikenang, Bukan Sekadar Dipakai
Daihatsu Terios, SUV yang menemani perjalanan Bambang, memang bukan pemain baru. Sejak pertama kali diperkenalkan, model ini telah terjual lebih dari 350.000 unit di Indonesia.
Mesinnya berkapasitas 1.500 cc Dual VVT-i, cukup efisien namun tetap bertenaga. Fitur Eco Idle memastikan konsumsi bahan bakar tetap irit, sementara sistem EPS (Electric Power Steering) membuatnya ringan dikendalikan di perkotaan.
Ground clearance 220 mm jadi nilai plus bagi mereka yang sering melibas jalan pedesaan atau genangan air, sedangkan radius putar 5,2 meter menjadikan SUV ini tetap lincah di gang sempit Jogja.
Dari sisi keamanan, Terios sudah dilengkapi Around View Monitor, Vehicle Stability Control (VSC), Hill Start Assist (HSA), serta sistem pengereman ABS + EBD. Semua fitur itu membuatnya bukan hanya tangguh, tapi juga cerdas menjaga keselamatan pengemudi dan penumpang.
Namun, di balik semua spesifikasi itu, ada sesuatu yang tak tercatat di brosur: nilai emosional. Karena ketika sebuah mobil bertahan 15 tahun bersama satu keluarga, itu bukan hanya soal build quality, tapi juga soal chemistry.
Daihatsu dan Filosofi “Bahagia Sejak Pertama”
Menurut Naruhiko Kosaka, Domestic Marketing Division Head PT Astra Daihatsu Motor, program “Bahagia Sejak Pertama” adalah wujud penghargaan tulus untuk pelanggan yang menjadikan Daihatsu bagian dari perjalanan hidup mereka.
“Semangat ‘Bahagia Sejak Pertama’ mencerminkan perasaan yang tumbuh sejak momen pertama pelanggan memiliki kendaraan Daihatsu, dan terus berlanjut hingga hari ini. Setiap cerita dan pengalaman Sahabat sangat berarti bagi kami,” ujar Kosaka.
Program ini merupakan evolusi dari “Xetia with Xenia”, namun kini diperluas untuk semua pengguna Daihatsu, tak hanya Xenia. Melalui acara ini, Daihatsu bukan hanya merayakan angka penjualan, tapi juga mengabadikan kisah-kisah kecil yang membuat merek ini tetap relevan di hati masyarakat.
Daihatsu tak sedang menjual impian, mereka sedang mengarsipkan rasa rasa percaya, rasa bangga, dan rasa memiliki.
Sebuah mobil, seiring waktu, memang akan aus. Tapi cerita di balik setir, tawa di bangku belakang, dan perjalanan tanpa tujuan bersama keluarga itu yang membuat “Bahagia Sejak Pertama” bukan sekadar slogan, melainkan filosofi.
Bisa jadi, di masa depan, Terios Bambang akan digantikan oleh mobil listrik yang sunyi dan digital. Tapi selama mesin 1.500 cc itu masih berdenyut setiap pagi, selama spionnya masih memantulkan matahari Sleman, kisah itu akan terus hidup.
Dan di sanalah letak keindahan otomotif: bukan hanya tentang teknologi, tapi tentang manusia yang mengendarainya dengan hati.
Apakah Anda punya kisah “Bahagia Sejak Pertama” juga?
Mungkin bukan tentang mobil, tapi tentang sesuatu atau seseorang yang tetap Anda rawat meski sudah belasan tahun berlalu. Karena kesetiaan, seperti halnya mobil tua yang dirawat dengan cinta, tak pernah lekang oleh waktu. ****
- Penulis: Abimanyu
- Editor: dimas lombardi


