ASSA Tancap Gas di Bisnis Logistik Terintegrasi, Pendapatan Naik 21%
- account_circle Selviyani Mimie
- calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
- visibility 235
- comment 0 komentar
- print Cetak

ASSA Makin Perkuat Bisnis Logistik Terintegrasi
ASSA Tancap Gas di Bisnis Logistik Terintegrasi, Pendapatan Naik 21%
OTOExpo.com, Jakarta – ASSA, dari Rental Mobil ke Raja Logistik Terpadu. Ada satu hal yang menarik dari perjalanan PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA): perusahaan ini tidak lagi sekadar dikenal sebagai penyedia jasa sewa mobil korporasi.
Kini, ASSA menjelma menjadi raksasa logistik terintegrasi dengan jaringan bisnis yang membentang dari rental kendaraan, pengiriman logistik, hingga ekosistem kendaraan bekas.
Dan hasilnya? Kuartal III tahun 2025 menjadi bukti pendapatan konsolidasi mereka naik 21% YoY menjadi Rp4,41 triliun.
Lonjakan ini bukan kebetulan. Di balik angka-angka itu ada strategi besar yang disusun matang: membangun ekosistem mobilitas orang dan barang yang saling terkoneksi.
Tiga Pilar yang Jadi “Mesin Pertumbuhan”
Bagi yang belum tahu, bisnis ASSA kini berdiri kokoh di atas tiga pilar besar:
-
Rental Kendaraan Komersial (ASSA Rent) — segmen yang jadi pondasi awal perusahaan.
-
Logistik Terintegrasi (Cargoshare, Anteraja, ASSA Logistik) — mulai dari first mile hingga last mile delivery.
-
Ekosistem Kendaraan Bekas (ASLC, JBA, Caroline.id) — lini yang semakin agresif merambah pasar otomotif digital.
Dari ketiganya, sektor logistik kini menjadi bintang utama. Pendapatan dari pengiriman dan logistik mencapai Rp1,9 triliun, melonjak 39% YoY.
Cargoshare dan Coldspace
Keunggulan ASSA bukan hanya karena punya armada besar, tapi karena mereka membangun sistem logistik yang benar-benar end-to-end.
Mulai dari warehouse management, transport management system, hingga layanan cold chain yang mereka kembangkan lewat Coldspace solusi penyimpanan suhu rendah yang kini tengah diperluas di Pulo Gadung dan siap beroperasi di akhir tahun.
Langkah ini penting, karena kebutuhan rantai dingin di Indonesia terus meningkat, terutama dari sektor farmasi, makanan beku, dan e-commerce. Dengan Coldspace, ASSA tak cuma jadi pengantar barang, tapi juga penyedia solusi penyimpanan yang efisien dan higienis.
Bisnis Mobil Bekas pun Melaju Kencang
Menariknya, bukan hanya sektor logistik yang menggeliat. Pilar ekosistem kendaraan bekas melalui ASLC juga mencatat kinerja yang impresif. Penjualan mobil bekas ASSA tembus Rp806,7 miliar, tumbuh 24% YoY.
Kunci suksesnya ada pada Caroline.id, platform jual-beli mobil bekas yang kini sudah memiliki 17 outlet di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.
Ditambah jaringan JBA Auction dan layanan MotoGadai, ASSA berhasil membangun ekosistem kendaraan bekas yang lengkap dari lelang, pembiayaan, hingga retail digital.
Pendekatan ini membuat mereka tidak sekadar menjual mobil bekas, tapi menciptakan siklus hidup kendaraan yang terintegrasi dari awal hingga akhir.
ASSA Rent Masih Jadi Pondasi Kuat
Meski logistik kini jadi motor utama, bisnis rental korporasi ASSA masih berkontribusi besar terhadap pendapatan, mencapai sekitar Rp1,2 triliun.
Menariknya, ASSA kini tidak hanya mengandalkan klien korporat besar, tapi mulai mendiversifikasi basis pelanggan untuk mengurangi risiko dari ketergantungan satu segmen pasar.
Kehati-hatian ini penting, mengingat kondisi ekonomi global yang masih fluktuatif. Namun dengan portofolio bisnis yang semakin berimbang, ASSA tampak siap menghadapi gejolak apapun di sektor transportasi dan logistik.
Laba Bersih Naik 64%, Efisiensi Makin Terukur
Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2025, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham mencapai Rp348,6 miliar, naik signifikan dari Rp212,6 miliar di periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan ini bukan hanya hasil dari peningkatan pendapatan, tetapi juga dari efisiensi operasional dan optimalisasi jaringan distribusi.
ASSA terus memperkuat hub Cargoshare di wilayah dengan tingkat produktivitas tinggi, sehingga biaya logistik bisa ditekan tanpa mengorbankan kecepatan dan kapasitas pengiriman.
Strategi ke Depan
Prodjo Sunarjanto, Direktur Utama ASSA, menegaskan bahwa arah perusahaan kini semakin jelas: menjadi pemain logistik terintegrasi paling lengkap di Indonesia.
Dengan menggabungkan teknologi digital, efisiensi sistem, dan ekspansi jaringan cold chain, ASSA menargetkan model bisnis yang tak hanya kompetitif tapi juga berkelanjutan.
“Kami ingin menciptakan pertumbuhan yang seimbang dari semua segmen bisnis. Logistik mungkin masih jadi motor utama, tapi rental dan ekosistem kendaraan bekas juga harus terus tumbuh,” ujar Prodjo.
Dari Armada ke Ekosistem
Kalau dulu ASSA identik dengan mobil-mobil korporasi berlogo biru di jalanan, kini wajahnya jauh lebih luas. Mereka sudah bertransformasi menjadi “enabler logistik nasional” perusahaan yang tidak hanya memindahkan barang, tapi juga menggerakkan ekosistem mobilitas Indonesia.
Di tengah kompetisi logistik yang makin padat, langkah ASSA memperkuat tiga pilarnya bukan cuma strategi bertahan. Ini adalah peta jalan menuju dominasi jangka panjang, di mana konektivitas, efisiensi, dan teknologi berpadu untuk menjawab kebutuhan pasar yang terus berubah.
- Penulis: Selviyani Mimie
- Editor: RM.Dimas Wirawan
