ASLC Optimistis Permintaan Mobil Bekas Naik, Targetkan Penjualan Tumbuh Double Digit
- account_circle dimas
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 20
- print Cetak

SLC proyeksikan lonjakan permintaan mobil bekas Jelang Lebaran 2026
ASLC proyeksikan lonjakan permintaan mobil bekas Jelang Lebaran 2026
ASLC proyeksikan lonjakan permintaan mobil bekas jelang Lebaran 2026. Perkuat stok Caroline.id, optimalkan lelang JBA dan ekosistem digital, Perseroan targetkan pertumbuhan penjualan double digit tahun ini
OTOExpo.com, Jakarta – Menjelang periode Mudik Lebaran 2026, PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) memproyeksikan peningkatan signifikan permintaan mobil bekas.
Momentum musiman ini dinilai konsisten menjadi katalis positif bagi kinerja Perseroan, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan pribadi yang andal dan terjangkau.
Sebagai perusahaan yang menaungi lini bisnis lelang JBA, retail mobil bekas Caroline.id, serta pegadaian kendaraan MotoGadai, ASLC melihat tradisi mudik sebagai pendorong utama kenaikan transaksi.
Secara historis, periode menjelang Ramadan dan Lebaran selalu memberikan kontribusi signifikan terhadap penjualan kendaraan bekas.
Presiden Direktur ASLC, Jany Candra, menegaskan bahwa mobil bekas tetap menjadi pilihan rasional di tengah daya beli masyarakat yang lebih selektif.
Harga yang lebih kompetitif dibanding mobil baru, ditambah variasi unit yang beragam, menjadikan mobil bekas solusi realistis bagi konsumen yang membutuhkan kendaraan untuk perjalanan jarak jauh.
Secara perilaku pasar, jelang Lebaran biasanya terjadi pergeseran preferensi ke kendaraan yang siap pakai tanpa harus menunggu inden. Konsumen cenderung memilih unit dengan kondisi prima, dokumen lengkap, dan proses transaksi cepat—segmen yang menjadi fokus utama Caroline.id.
Mengantisipasi lonjakan permintaan, ASLC memperkuat ketersediaan stok kendaraan di berbagai showroom Caroline.id. Unit yang ditawarkan telah melalui proses inspeksi menyeluruh untuk memastikan kualitas mesin, sistem kelistrikan, hingga kelengkapan dokumen tetap terjaga.

ASLC proyeksikan lonjakan permintaan mobil bekas Jelang Lebaran 2026
Pendekatan quality control ini menjadi faktor penting, mengingat kendaraan akan digunakan untuk perjalanan jarak jauh dengan beban operasional lebih tinggi selama mudik. Transparansi kondisi kendaraan juga diperkuat guna membangun kepercayaan konsumen.
Selain itu, ASLC mengoptimalkan strategi omnichannel dengan mengintegrasikan platform digital dan jaringan offline. Konsumen dapat menelusuri unit secara online, lalu melanjutkan proses pembelian di showroom fisik dengan sistem yang lebih efisien dan aman.
Di sisi lain, unit bisnis lelang JBA turut memanfaatkan momentum Lebaran dengan memperluas akses lelang berbasis digital. Aktivitas lelang kendaraan biasanya meningkat menjelang hari raya, terutama dari dealer dan pelaku usaha yang ingin menambah stok guna memenuhi lonjakan permintaan pasar.
Dengan penguatan pasokan unit dan sistem lelang daring yang lebih responsif, ASLC berupaya memastikan distribusi kendaraan berjalan optimal dari hulu ke hilir.
Secara keseluruhan, ASLC menatap 2026 dengan optimisme tinggi. Perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan double digit sepanjang tahun ini.
Keyakinan tersebut didukung strategi ekspansi jaringan berkelanjutan, optimalisasi ekosistem omnichannel, serta kesiapan memanfaatkan momentum musiman seperti Lebaran.
Catatan kinerja 2025 menjadi pijakan kuat bagi target tersebut. Hingga kuartal III 2025, ASLC membukukan pendapatan Rp713,0 miliar, tumbuh 15% secara tahunan, dengan laba bersih mencapai Rp33,9 miliar. Angka ini mencerminkan fundamental bisnis yang solid di tengah dinamika pasar otomotif.
Jany Candra menambahkan bahwa fokus Perseroan tidak hanya pada pertumbuhan, tetapi juga pada profitabilitas berkelanjutan melalui inspeksi ketat dan transparansi harga.
Mudik Lebaran bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga momentum strategis bagi industri mobil bekas. Dengan kebutuhan mobilitas yang meningkat, kendaraan pribadi menjadi opsi paling fleksibel bagi masyarakat.
Melalui kesiapan stok, penguatan digitalisasi, dan integrasi ekosistem bisnis dari lelang hingga retail, ASLC berada pada posisi strategis untuk menangkap peluang tersebut.
Jika momentum ini termanfaatkan optimal, target pertumbuhan double digit 2026 bukan sekadar ambisi, melainkan target realistis berbasis fundamental yang kuat.****
- Penulis: dimas
- Editor: RM.Dimas Wirawan
