Aksi Ekstrem di Gunung Tianmen Gagal, Mobil Chery Rugikan Pagar Wisata
- account_circle dimas
- calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
- visibility 209
- comment 0 komentar
- print Cetak

Aksi Ekstrem Chery di Gunung Tianmen Gagal Total: Pagar Rusak, SUV Meluncur Mundur
Aksi Ekstrem di Gunung Tianmen Gagal, Mobil Chery Rugikan Pagar Wisata
Aksi Ekstrem Chery di Gunung Tianmen Gagal Total: Pagar Rusak, SUV Meluncur Mundur
OTOExpo.com , China – Gunung Tianmen, dengan jalur ekstrem yang berliku seperti guratan kuas di antara tebing-tebing purba, selama bertahun-tahun menjadi panggung bagi berbagai aksi demonstrasi kendaraan.
Banyak pabrikan memamerkan teknologi terbaiknya di tanjakan ikonik ini. Namun, pada 12 November 2025, panggung itu berubah menjadi sorotan dunia setelah sebuah SUV boxy Chery Fengyun X3L meluncur mundur, menabrak pagar, dan gagal menaklukkan rute yang seharusnya mengangkat reputasinya.
Video insiden tersebut viral dalam hitungan jam, menciptakan diskusi yang lebih panas dari mesin turbo pada jalan menanjak. Dan kini, Chery akhirnya angkat bicara.
Pengait Lepas, Traksi Hilang, Pagar Jebol
Dalam pernyataan resminya, Chery menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Mereka menjelaskan bahwa kejadian itu terjadi saat uji tantangan ekstrem internal, bukan event publik. Namun karena lokasi berada di area wisata yang ramai, publik langsung menyorotinya.
“Pada 12 November 2025 pukul 12.00 waktu setempat, uji ekstrem Fengyun X3L yang berlangsung di Area Wisata Gunung Tianmen terhenti akibat sebuah insiden tak terduga dan memicu perhatian masyarakat luas. Kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada pengelola area, wisatawan, mitra, serta seluruh pihak yang memberi perhatian atas kejadian ini,” tulis Chery dalam keterangannya.
Hasil investigasi awal menunjukkan sumber masalah muncul dari pengait utama tali pengaman yang tiba-tiba terlepas. Pengait itu seharusnya menjadi garis hidup kendaraan saat pengujian ekstrem seperti ini.
Namun saat pengait terlepas:
-
tali menjadi bebas,
-
lalu tersangkut di roda kanan,
-
menyebabkan roda terkunci sebagian,
-
SUV kehilangan traksi,
-
kemudian mundur tanpa kendali,
-
dan menghantam pagar pelindung.
Pagar tersebut rusak sebagian, tetapi Chery menegaskan bahwa tidak ada korban, tidak ada kerusakan lingkungan, dan seluruh kru dalam keadaan aman.
Sebagai perusahaan, mereka mengakui bahwa peristiwa itu bukan sekadar nasib buruk.
“Kejadian ini menunjukkan adanya kelalaian dalam penilaian risiko serta kurangnya pengendalian detail selama proses perencanaan dan pelaksanaan uji.”
Gunung Tianmen
Gunung Tianmen bukan sekadar spot pengujian, melainkan destinasi wisata terkenal dengan jumlah wisatawan yang tinggi. Publik pun mempertanyakan keputusan Chery melakukan uji ekstrem di area yang semestinya steril dari risiko kendaraan berat.
Pabrikan memahami kritik itu.
“Kami menyadari dan merefleksikan secara mendalam kekhawatiran publik atas keputusan melakukan uji ekstrem di area wisata. Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi kami untuk lebih hati-hati dan matang dalam setiap rencana ke depan.”
Dalam industri otomotif, reputasi bukan sekadar angka penjualan, melainkan persepsi publik terhadap tanggung jawab dan kehati-hatian. Karena itu, respons cepat Chery menjadi langkah penting untuk meredam spekulasi.
SUV Boxy yang Dipromosikan sebagai Penakluk Tanjakan
Fengyun X3L (atau dikenal sebagai Fulwin X3L di pasar tertentu) sejatinya merupakan SUV bergaya kotak yang dibekali fokus pada kemampuan medan berat.
Demonstrasi di Tianmen itu dimaksudkan sebagai unjuk gigi teknologi off-road, stabilitas suspensi, serta kecanggihan sistem traksi kendaraan.
Namun insiden membuat narasi berubah total.
Alih-alih menjadi bukti kehebatan, kejadian ini justru menempatkan Fengyun X3L dalam sorotan kritis. Kendati penyebab utama berasal dari peralatan pendukung (sling safety), tetap saja publik menghubungkannya dengan performa kendaraan.
Dalam dunia otomotif, persepsi bisa berubah dalam satu video berdurasi 12 detik.
Lihat postingan ini di Instagram
Dampak Reputasi
Mobil-mobil China tengah berada di puncak perhatian global. Banyak model mulai diterima pasar internasional berkat harga kompetitif dan fitur kaya. Namun justru karena itu, insiden seperti ini menjadi sangat sensitif.
Insiden Tianmen ini menjadi pengingat bahwa:
-
uji ekstrem harus dilakukan di lokasi terkendali,
-
peralatan auxiliary harus dicek ulang,
-
dan protokol keselamatan harus diperlakukan sebagai prioritas absolut.
Chery menyatakan bahwa seluruh proses internal dan SOP pengujian kini sedang dievaluasi.
Aksi Ekstrem yang Berujung Evaluasi Ekstrem
Di balik kerusakan pagar dan video viral, ada pelajaran besar yang sedang dicerna industri otomotif.
Tidak semua aksi heroik berakhir heroik, dan tidak semua uji ekstrem harus dilakukan di ruang publik. Namun yang paling penting adalah bagaimana sebuah perusahaan merespons, mengevaluasi, dan bergerak maju dengan langkah yang lebih bijak.
Chery, setidaknya untuk saat ini, memilih untuk terbuka dan bertanggung jawab.
Chery Harus Belajar dari “Tianmen Lesson”
Dalam penutup pernyataannya, Chery menulis:
“Kami akan menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran berharga untuk melangkah lebih hati-hati dan lebih matang ke depan.”
Sebuah kalimat yang terdengar baik, namun juga menjadi penanda bahwa standar internal mereka belum berada di titik ideal untuk uji ekstrem terbuka.
Industri otomotif menuntut zero compromise dalam hal keselamatan baik bagi pengemudi, penonton, maupun reputasi perusahaan.****
- Penulis: dimas
- Editor: Dimas Lombardi
