News
light
Beranda » Kendaraan » A Year of Trust: Setahun DENZA di Indonesia dan Ambisinya Menguasai Segmen Premium EV

A Year of Trust: Setahun DENZA di Indonesia dan Ambisinya Menguasai Segmen Premium EV

  • account_circle Pandito
  • calendar_month Ming, 23 Nov 2025
  • visibility 76

A Year of Trust Setahun DENZA di Indonesia dan Ambisinya Menguasai Segmen Premium EV

A Year of Trust: Perjalanan DENZA Menjadi Pemimpin Segmen Premium EV di Indonesia

 

 

OTOExpo.com , Tangerang Selatan –  Tidak banyak merek otomotif yang bisa mengklaim pencapaian besar dalam waktu sesingkat satu tahun. Namun DENZA, sub-brand premium dari BYD, justru menjadikannya sebagai batu loncatan. Masuk ke Indonesia pada Januari 2025, DENZA langsung menggebrak pasar dengan pendekatan agresif namun elegan. Hasilnya? Dalam 11 bulan, brand ini telah menancapkan posisinya sebagai pemimpin segmen premium EV di Tanah Air.

Kuncinya terletak pada dua hal: kepercayaan konsumen dan konsistensi pengalaman. DENZA tidak hanya membawa mobil listrik premium, tetapi membangun sebuah filosofi baru tentang bagaimana sebuah EV mewah harus dirasakan—bukan sekadar dikendarai.

D9: Mobil Pertama yang Langsung Jadi Benchmark MPV Listrik Premium

DENZA D9 bukan sekadar model pembuka. Ia adalah “pernyataan niat” sang brand: besar, mewah, modern, dan sangat serius menantang raksasa lama di pasar MPV premium. Untuk pasar Indonesia yang sangat menyukai MPV, DENZA memasuki segmen yang tepat tetapi dengan pendekatan berbeda: full electric, full luxury, full comfort.

D9 hadir dengan:

  • kabin untuk 7 penumpang dengan ruang ekstra lega,

  • kursi kapten elektrik dengan sentuhan first-class,

  • kualitas material yang dirancang bak lounge hotel bintang lima,

  • fitur keselamatan lengkap berbasis ADAS,

  • isolasi kabin superior,

  • karakter berkendara senyap dan halus,

  • serta Blade Battery 103,3 kWh dengan jarak tempuh hingga 600 km.

Platform e-Platform 3.0 milik BYD memastikan respons cepat, efisiensi tinggi, dan stabilitas kelas premium. Kombinasi ini membuat D9 bukan hanya populer, tetapi menjadi tolok ukur baru bagi MPV listrik mewah di Indonesia.

Tak berlebihan jika D9 disebut sebagai salah satu MPV paling lengkap dan “paling premium secara rasional” saat ini.

Filosofi Seni dalam Mobilitas: Cara DENZA Menciptakan Pengalaman Premium

Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, menggambarkan pendekatan DENZA sebagai “mobilitas sebagai bentuk seni.” Sebuah perspektif yang, jujur saja, cukup jarang muncul dari brand baru, tetapi DENZA memang merancang setiap interaksi sebagai pengalaman.

Mulai dari area test drive yang privat, lounge premium yang memfasilitasi eksplorasi personal, hingga after-sales yang dibuat sedekat mungkin dengan standar luxury brand internasional.

DENZA ingin menciptakan rasa peace of mind sebagai bagian dari kemewahan itu sendiri—bukan sekadar fitur tambahan.

Dan inilah salah satu alasan mengapa penerimaan konsumennya begitu cepat.

Ekspansi Jaringan Premium: Strategi Serius, Bukan Sekadar Formalitas

Salah satu kritik paling sering terhadap brand EV baru adalah layanan purna jual yang belum siap. DENZA tampaknya menyadari ini sejak hari pertama. Dalam satu tahun, mereka telah menghadirkan: 5 showroom premium 3S

  • DENZA Arista BSD City

  • DENZA Haka Pluit

  • DENZA Harmony Kelapa Gading

  • DENZA BIPO Denpasar

  • DENZA BIPO Gatot Subroto

dan 10 Authorized Service Dealer 2S, menjangkau hingga Kalimantan dan Sulawesi. Ekspansi ke timur Indonesia adalah langkah yang cukup berani dan jarang dilakukan oleh brand premium pada tahun pertamanya.

DENZA Hadir Pertama Kali Di Gelaran Pameran Otomotif IIMS 2025

DENZA Hadir Pertama Kali Di Gelaran Pameran Otomotif IIMS 2025

Pendekatan ini menunjukkan satu pesan: DENZA tidak ingin hanya menjual mobil, tetapi membangun ekosistem.

Konsumen Berbicara, DAN Angka Mengafirmasi

Menurut data GAIKINDO sampai Oktober 2025, DENZA berhasil menempati posisi teratas segmen EV premium. Ini terjadi berkat kombinasi:

  • desain elegan,

  • kenyamanan kelas atas,

  • teknologi pintar,

  • dan pengalaman after-sales yang terasa personal.

Luther Panjaitan, Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, menyebut bahwa hubungan antara konsumen dan brand adalah “lebih dari transaksi melainkan ikatan yang tumbuh sepanjang waktu.”

Komunitas DENZA pun berkembang dengan cara yang unik: lebih intimate, lebih aspiratif, dan cenderung family-oriented, sejalan dengan positioning D9 sebagai MPV luxury.

Meski momentumnya kuat, ada beberapa tantangan yang tetap harus diperhatikan:

1. Premium EV awareness di Indonesia masih bertahap

Pasar premium memang tumbuh cepat, tetapi edukasi soal EV jangka panjang tetap diperlukan.

2. Konsistensi after-sales harus terjaga

Standar layanan brand premium sangat tinggi. Konsistensi dari Sabang hingga Makassar perlu dijaga secara serius.

3. Keberlanjutan produk dan portofolio

Indonesia menunggu model lain setelah D9. Konsumen premium biasanya ingin pilihan lebih dari satu flagship.

Namun sejauh ini, DENZA menunjukkan bahwa mereka cukup agresif sekaligus berhati-hati dalam membangun reputasi.

DENZA Pamer Kedigdayaan EV Premium di GJAW 2025 Serius Bangun Gaya Hidup Listrik Berkelas di Indonesia

DENZA Pamer Kedigdayaan EV Premium di GJAW 2025 Serius Bangun Gaya Hidup Listrik Berkelas di Indonesia

Menuju Tahun Kedua: Lebih Personal, Lebih Besar, Lebih Ambisius

Masuki tahun kedua, DENZA tidak ingin hanya mempertahankan momentum. Mereka siap memperkuat portofolio produk, menambah jaringan layanan, serta memperluas pengalaman konsumen.

Dengan landasan kepercayaan yang kuat, perjalanan DENZA tampaknya baru saja dimulai. Seperti yang disampaikan Luther dalam pernyataan penutupnya:

DENZA melangkah menuju era baru luxury electric mobility lebih cerdas, lebih halus, dan lebih mewah.”

Dan jika kecepatan pertumbuhan tahun pertama menjadi indikator, 2026 bisa jadi tahun ketika DENZA benar-benar menguasai panggung EV premium Indonesia. *****

 

  • Penulis: Pandito
  • Editor: Dimas Lombardi

✈︎ Random Artikel

expand_less