Parkir di Kota Besar Bakal Berubah Total! Secure Parking Dorong Revolusi Parkir Digital untuk Era Smart Mobility 2026
- account_circle Selviyani Mimie
- calendar_month 17 jam yang lalu
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

Transformasi Parkir Digital Mulai Bentuk Standar Baru Mobilitas Kota
Transformasi Parkir Digital Mulai Bentuk Standar Baru Mobilitas Kota
- Transformasi Parkir Digital 2026: Secure Parking Dorong Smart Mobility di Kota Modern
- Secure Parking Indonesia mempercepat transformasi parkir digital melalui sistem eNOS dan teknologi LPR. Inovasi ini mendorong standar baru smart mobility di kota-kota besar Indonesia.
OTOExpo.com , Jakarta – Transformasi layanan parkir di kawasan perkotaan kini memasuki babak baru. Seiring meningkatnya penggunaan pembayaran digital dan layanan berbasis aplikasi, sistem parkir modern dituntut menjadi lebih cepat, transparan, serta terintegrasi dengan ekosistem mobilitas perkotaan.
Perubahan tersebut mendorong perusahaan pengelola parkir seperti PT Securindo Packatama Indonesia atau yang lebih dikenal sebagai Secure Parking Indonesia untuk mempercepat implementasi sistem parkir digital di berbagai kota besar di Indonesia.
Menurut manajemen perusahaan, parkir kini tidak lagi sekadar ruang untuk berhenti kendaraan, tetapi telah menjadi bagian penting dari pengalaman mobilitas masyarakat modern.
“Parkir sering menjadi kesan pertama dan terakhir ketika seseorang mengunjungi suatu tempat. Jika prosesnya tertib dan lancar, pengalaman pengunjung juga akan terasa lebih nyaman,” ujar Ryan Rachmat, Deputy General Manager Business Development Jabodetabek Secure Parking Indonesia.
Perkembangan teknologi digital dan penetrasi smartphone lintas generasi telah mengubah ekspektasi masyarakat terhadap berbagai layanan di kota besar, termasuk parkir.
Pengguna kini terbiasa dengan sistem yang:
-
serba cepat
-
minim antrean
-
menggunakan pembayaran non-tunai
Menurut Hendri, Deputy General Manager Business Development Regional Secure Parking Indonesia, digitalisasi layanan parkir tidak hanya berkaitan dengan teknologi baru, tetapi juga dengan pembaruan proses operasional agar lebih efisien dan transparan.
“Digitalisasi kami jalankan untuk memperkuat ketertiban proses, memastikan transaksi tercatat dengan jelas, dan pada saat yang sama meningkatkan kenyamanan bagi pengguna,” jelas Hendri.
Melalui sistem digital terintegrasi, kendaraan dapat terdeteksi otomatis saat masuk dan keluar area parkir, sementara pembayaran bisa dilakukan melalui berbagai metode non-tunai seperti kartu elektronik, aplikasi pembayaran digital, hingga mobile banking.
Saat ini Secure Parking mengelola sekitar 1.700 lokasi parkir digital di seluruh Indonesia yang mencakup berbagai properti strategis seperti:
-
pusat perbelanjaan
-
kawasan perkantoran
-
rumah sakit
-
fasilitas publik lainnya
Dalam pengembangan teknologinya, Secure Parking melakukan evolusi sistem operasional dari Epsilon Parking System (EPS) menuju platform terbaru yang disebut eNOS.
Sistem ini menghadirkan berbagai teknologi otomasi yang dirancang untuk mempercepat proses parkir sekaligus meningkatkan transparansi transaksi.

Transformasi Parkir Digital Mulai Bentuk Standar Baru Mobilitas Kota
Beberapa teknologi utama yang digunakan antara lain:
1. License Plate Recognition (LPR)
Teknologi ini memungkinkan kendaraan dikenali secara otomatis melalui nomor polisi tanpa perlu tiket parkir manual.
2. Pembayaran Digital Terintegrasi
Pengguna dapat melakukan pembayaran parkir melalui ponsel, e-wallet, kartu elektronik, hingga metode pembayaran digital lainnya.
3. Flap Lock System
Teknologi ini memungkinkan kendaraan keluar dari area parkir secara otomatis setelah pembayaran dilakukan, tanpa perlu transaksi manual di pintu keluar.
Menurut Hendri, tujuan utama dari sistem ini adalah menghadirkan pengalaman parkir yang lebih sederhana bagi pengguna.
“Tujuannya sederhana: membuat pengalaman parkir menjadi lebih cepat, lebih praktis, dan lebih transparan,” ujarnya.
Saat ini teknologi eNOS telah diterapkan di beberapa lokasi premium di Jakarta seperti:
-
Plaza Indonesia
-
PIK Avenue
Ke depan, implementasi sistem ini akan terus diperluas ke berbagai kota di Indonesia.
Transformasi digital tidak hanya berdampak pada pengalaman pengguna, tetapi juga memperkuat tata kelola operasional parkir.
Menurut Sofian Chandra, General Manager Business Development Secure Parking Indonesia, sistem pembayaran digital memungkinkan seluruh transaksi tercatat secara otomatis dan sistematis.
“Dengan sistem yang terintegrasi, transaksi parkir dapat tercatat secara sistematis sehingga prosesnya lebih praktis bagi pengguna dan lebih mudah dipantau oleh pengelola kawasan,” jelas Sofian.
Secure Parking saat ini telah mengintegrasikan berbagai metode pembayaran digital seperti:
-
kartu elektronik
-
server-based banking
-
virtual account
-
e-wallet
-
mobile banking
Integrasi ini membantu meningkatkan akuntabilitas transaksi serta efisiensi pengelolaan parkir di berbagai properti.
Memasuki tahun 2026, Secure Parking menempatkan fokus pada penguatan implementasi sistem parkir digital di seluruh jaringan operasionalnya.
Menurut Queenta Sylvia, Deputy Managing Director Secure Parking Indonesia, fase ini tidak hanya berkaitan dengan inovasi teknologi, tetapi juga memastikan standar layanan dapat diterapkan secara konsisten di berbagai lokasi.
“2026 merupakan fase penguatan implementasi. Bukan sekadar menghadirkan inovasi, tetapi memastikan sistem yang sudah berjalan dapat memberikan pengalaman layanan yang semakin stabil dan konsisten bagi pengguna,” ujarnya.
Langkah tersebut meliputi:
-
perluasan sistem parkir digital
-
peningkatan standar operasional layanan
-
penguatan integrasi teknologi
Pembahasan mengenai transformasi ini juga menjadi salah satu agenda utama dalam kegiatan media gathering dan buka puasa bersama Secure Parking Indonesia yang digelar di Jakarta pada 4 Maret 2026.
Dengan perkembangan teknologi ini, layanan parkir diprediksi akan semakin terintegrasi dengan ekosistem mobilitas kota modern mulai dari transportasi publik hingga layanan kendaraan berbasis aplikasi.
Artinya, parkir tidak lagi sekadar tempat berhenti kendaraan, melainkan bagian penting dari fondasi smart mobility di kota-kota masa depan.****
- Penulis: Selviyani Mimie
- Editor: Dimas Lombardi
