6 LMPV Bekas di Bawah Rp 150 Juta Yang Bisa Dilirik, Spek Mesin Dan Risiko Wajib Dicek
- account_circle dimas
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

LMPV Bekas di 2026 di Bawah Rp 150 Juta, Spek Mesin, Harga & Risiko Tersembunyi
- Daftar lengkap LMPV bekas di bawah Rp 150 juta awal Maret 2026. Ulasan teknis Avanza, Xpander, Mobilio, Ertiga hingga Grand Livina beserta tips inspeksi detail sebelum beli.
OTOExpo.com , jakarta – Pasar mobil bekas segmen Low Multi Purpose Vehicle (LMPV) memasuki awal Maret 2026 tetap menunjukkan grafik stabil dengan kecenderungan meningkat menjelang musim mudik.
Di tengah harga mobil baru yang terus merangkak, opsi LMPV bekas di bawah Rp 150 juta menjadi solusi rasional bagi keluarga muda hingga pembeli mobil pertama.
Unit tahun produksi 2014–2018 mendominasi etalase showroom. Di rentang harga tersebut, konsumen masih bisa mendapatkan kendaraan tujuh penumpang dengan konfigurasi mesin 1.3L hingga 1.5L, sistem penggerak roda belakang (RWD) maupun depan (FWD), serta pilihan transmisi manual dan otomatis konvensional atau CVT.
Berikut ulasan teknis dan kisaran harga pasaran awal Maret 2026.
1. Toyota Avanza (2014–2017)
Harga: Rp 120 juta – Rp 150 juta**
Generasi ini masih mengandalkan mesin 1NR-VE 1.3L dan 2NR-VE 1.5L Dual VVT-i dengan konfigurasi penggerak roda belakang. Output tenaga berkisar 96–104 PS dengan torsi 120–136 Nm.
Kelebihan utama Avanza terletak pada durability drivetrain RWD dan biaya perawatan yang relatif terkendali. Konsumsi BBM kombinasi rata-rata 12–14 km/liter tergantung gaya berkendara.
Catatan teknis: cek kondisi diferensial belakang, mounting transmisi, dan rack steer. Unit dengan riwayat servis rutin di bengkel resmi biasanya memiliki resale value lebih kuat.
2. Daihatsu Xenia (2014–2017)
Harga: Rp 115 juta – Rp 145 juta**
Sebagai kembaran Avanza, Xenia menggunakan platform serupa dengan opsi mesin 1.0L, 1.3L, dan 1.5L. Varian 1.3L dan 1.5L paling banyak dicari karena performanya lebih proporsional untuk membawa tujuh penumpang.
Struktur ladder frame semi-monocoque membuatnya cukup tangguh untuk jalan non-aspal ringan. Periksa kondisi kaki-kaki, terutama ball joint dan bushing arm karena mobil ini kerap digunakan untuk aktivitas harian jarak jauh.
3. Mitsubishi Xpander (2017)
Harga: Rp 145 juta – Rp 150 juta**
Xpander tahun awal produksi sudah masuk radar Rp 150 juta. Mengusung mesin 4A91 1.5L MIVEC, tenaga 104 PS dan torsi 141 Nm, dengan sistem penggerak roda depan (FWD).
Keunggulan teknis terletak pada suspensi belakang torsion beam yang memberikan kenyamanan lebih baik dibanding rival RWD. Ground clearance 205 mm juga menjadi nilai tambah untuk jalanan bergelombang.
Namun, cek riwayat kampanye recall awal produksi dan pastikan software ECU sudah diperbarui di bengkel resmi.

4. Honda Mobilio (2015–2018)
Harga: Rp 120 juta – Rp 145 juta**
Mobilio dibekali mesin L15Z 1.5L i-VTEC bertenaga 118 PS, terbesar di kelasnya pada era tersebut. Karakter mesin responsif dengan bobot kendaraan relatif ringan membuat akselerasinya unggul.
Pilihan transmisi CVT cukup diminati, namun wajib dicek kondisi pulley dan riwayat penggantian oli transmisi. Suspensi cenderung lebih stiff dibanding kompetitor, tetapi memberikan handling lebih stabil di kecepatan tinggi.
5. Suzuki Ertiga (2016–2018)
Harga: Rp 115 juta – Rp 145 juta**
Generasi ini menggunakan mesin K14B 1.4L dengan output sekitar 92 PS dan torsi 130 Nm. Sistem penggerak roda depan membuat konsumsi BBM relatif efisien, di kisaran 14–16 km/liter kombinasi.
Ertiga dikenal memiliki kabin ergonomis dan suspensi nyaman. Perhatikan kondisi engine mounting dan rack steer pada unit dengan kilometer tinggi.
6. Nissan Grand Livina (2014–2017)
Harga: Rp 100 juta – Rp 135 juta**
Grand Livina generasi ini berbagi basis mesin HR15DE 1.5L dengan tenaga sekitar 109 PS. Karakter suspensi empuk menjadi daya tarik utama.
Transmisi otomatis konvensionalnya relatif halus, tetapi wajib dicek respons perpindahan gigi dan potensi slip pada unit berjarak tempuh tinggi.

Sebelum transaksi, pembeli disarankan melakukan inspeksi menyeluruh:
-
Scan ECU untuk mendeteksi error code tersembunyi
-
Periksa kompresi mesin dan kebocoran oli
-
Cek struktur rangka menggunakan alat thickness gauge
-
Pastikan nomor rangka dan mesin sesuai STNK/BPKB
-
Perhatikan bunyi abnormal pada transmisi dan gardan
Unit dengan pajak aktif, buku servis lengkap, serta bebas riwayat tabrakan besar umumnya dibanderol lebih tinggi 5–10 persen dari harga rata-rata pasar.
Secara makro, LMPV bekas tetap menjadi tulang punggung showroom karena profil konsumennya luas. Namun pembelian tanpa inspeksi detail berpotensi menimbulkan biaya tambahan pasca transaksi.
Dengan bujet Rp 150 juta, opsi tetap luas dan rasional. Kuncinya bukan sekadar memilih model populer, tetapi memastikan kondisi teknis benar-benar layak pakai untuk jangka panjang.****
- Penulis: dimas
- Editor: RM.Dimas Wirawan
