Capaian tersebut bukan sekadar angka. Di tengah fluktuasi ekonomi dan perubahan pola belanja konsumen fleet maupun retail, angka 29% menjadi indikator kuat bahwa strategi produk dan layanan yang diterapkan IAMI tetap relevan dengan kebutuhan pelaku usaha.
President Director IAMI, Masayasu Hideshima, menegaskan bahwa 2025 merupakan tahun penuh dinamika. Namun pendekatan disiplin berbasis kebutuhan pelanggan menjadi fondasi utama menjaga stabilitas bisnis.
Strategi ini diterjemahkan dalam kombinasi antara portofolio produk yang tepat sasaran dan penguatan layanan purna jual secara agresif.
Dari sisi komposisi model, Isuzu TRAGA menjadi kontributor terbesar dengan porsi 47,5% dari total penjualan. Dominasi TRAGA mencerminkan tingginya kebutuhan kendaraan angkut ringan untuk sektor distribusi dalam kota, UMKM, hingga logistik jarak pendek.
Sementara itu, Isuzu ELF menyumbang 23,7% penjualan, mempertegas posisinya sebagai tulang punggung segmen light truck yang fleksibel untuk berbagai konfigurasi karoseri. Di kelas medium hingga heavy duty, Isuzu GIGA berkontribusi 18,2%, menopang sektor logistik skala besar, pertambangan, hingga distribusi antarkota.
Komposisi ini menunjukkan bahwa IAMI tidak hanya bertumpu pada satu segmen, melainkan memiliki distribusi produk yang relatif seimbang di berbagai kelas kendaraan niaga.
Pertumbuhan bisnis Isuzu juga tercermin dari peningkatan Unit in Operation (UIO) yang terus naik setiap tahun. Bertambahnya populasi kendaraan aktif di lapangan otomatis meningkatkan kebutuhan terhadap layanan servis, suku cadang, dan dukungan teknis.

ISUZU Optimis tahun 2026 Terus Tumbuh dengan berfokus pada pelanggan
Menjawab kebutuhan tersebut, IAMI memperluas jaringan layanan secara terukur. Armada Bengkel Isuzu Berjalan kini bertambah dari 156 unit menjadi 162 unit. Layanan mobile workshop ini menjadi solusi penting bagi pelanggan fleet yang menuntut efisiensi downtime.
Di sisi lain, jumlah Bengkel Mitra Isuzu meningkat menjadi 175 titik, sementara jaringan part shop mencapai 2.097 lokasi pada 2025. Dukungan ini diperkuat oleh empat Part Depo serta layanan Mechanic & Part on Site yang menyasar area tambang dan perkebunan.
Strategi ini terbukti berdampak langsung terhadap revenue suku cadang yang tumbuh 4,6% dibanding tahun sebelumnya dan konsisten meningkat dalam lima tahun terakhir.
Dari sisi manufaktur, Isuzu Karawang Plant terus memainkan peran strategis sebagai basis produksi dan ekspor. Sepanjang 2025, lebih dari 8.000 unit kendaraan dikirim ke 25 negara di kawasan Asia Tenggara, Asia Selatan, hingga Amerika Latin.
Ekspor ini menegaskan daya saing produk buatan Indonesia di pasar global, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai hub produksi kendaraan niaga Isuzu di kawasan.
Memasuki 2026, IAMI menargetkan pertumbuhan yang lebih agresif. Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di kisaran 5% serta peluang pembiayaan yang lebih kompetitif menjadi katalis positif bagi sektor kendaraan komersial.
Fokus utama tahun ini adalah peningkatan produktivitas manufaktur, termasuk optimalisasi kandungan lokal dan modernisasi fasilitas produksi. Langkah ini tidak hanya meningkatkan efisiensi biaya, tetapi juga memperkuat daya saing harga.
Dari sisi layanan, pendekatan Customer Centric Value tetap menjadi poros strategi. IAMI juga mengedepankan Solution Driven Success Value dengan menitikberatkan pada uptime kendaraan. Implementasi sistem telematics melalui Isuzu Link menjadi bagian integral dalam memantau performa unit secara real-time, membantu pelanggan mengurangi potensi downtime yang merugikan operasional bisnis.
Dengan kombinasi penguatan manufaktur, ekspansi layanan, serta digitalisasi berbasis telematics, Isuzu menatap 2026 dengan optimisme tinggi. Targetnya jelas: mempertahankan bahkan meningkatkan kontribusi terhadap pangsa pasar kendaraan komersial nasional.
Di tengah kompetisi yang semakin ketat, Isuzu Indonesia berupaya memastikan satu hal tetap konsisten: menjadi real partner dalam setiap perjalanan bisnis pelanggan di Indonesia.*****

