BYD Bongkar “Otak” Mobil Listriknya di IIMS 2026: e-Platform 3 dan 4 Jadi Senjata untuk Menaklukkan Era Mobilitas Baru
- account_circle Magoh
- calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
- visibility 94
- comment 0 komentar
- print Cetak

BYD Ungkap e-Platform 3 dan e-Platform 4 di IIMS 2026: Teknologi EV yang Bikin Kompetitor Ketar-Ketir
BYD Ungkap e-Platform 3 dan e-Platform 4 di IIMS 2026, Teknologi EV yang Bikin Kompetitor Ketar-Ketir
Arsitektur Kendaraan Listrik BYD dalam Menembus Batas Mobilitas Masa Depan: Integrasi Kecerdasan Teknologi, Performa, dan Kendali
OTOExpo.com , Jakarta – Transformasi industri otomotif global kini bukan lagi soal siapa yang paling cepat menjual mobil listrik, melainkan siapa yang paling siap membangun arsitektur teknologi yang mampu menjawab kebutuhan mobilitas masa depan: efisien, aman, pintar, dan mampu beradaptasi di kondisi jalan nyata.
Di tengah kompetisi kendaraan listrik yang makin brutal, BYD menegaskan posisinya sebagai perusahaan yang menempatkan teknologi bukan sebagai fitur tambahan, melainkan sebagai DNA utama yang membentuk seluruh arah pengembangan produknya.
Filosofi itu tercermin dalam semangat “Technological Innovation for a Better Life”, sebuah pendekatan yang menempatkan kendaraan sebagai sistem cerdas, bukan sekadar alat transportasi.
Pendekatan BYD ini dipaparkan melalui sesi Technology Talk yang digelar pada rangkaian Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, sekaligus menjadi bagian dari upaya edukasi publik terkait evolusi teknologi EV generasi terbaru.

BYD Ungkap e-Platform 3 dan e-Platform 4 di IIMS 2026: Teknologi EV yang Bikin Kompetitor Ketar-Ketir
“DNA BYD terletak pada kemampuan kami mengintegrasikan inovasi, kecerdasan sistem, dan rekayasa teknologi kendaraan dalam satu arsitektur yang dirancang untuk menghadirkan performa dan keselamatan secara konsisten.
Salah satunya adalah pengembangan e-Platform yang terus berevolusi,” ujar Luther Panjaitan, Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia.
Bagi BYD, kendaraan listrik modern tidak lagi dibangun dengan pola konvensional “pasang komponen lalu disatukan”, melainkan dirancang dari awal sebagai satu ekosistem: mulai dari struktur baterai, sistem penggerak, hingga kendali elektronik yang bekerja real-time untuk menjaga performa dan stabilitas.
Dalam peta teknologi BYD, e-Platform adalah tulang punggung yang membentuk arah pengembangan kendaraan listrik mereka. Platform ini tidak sekadar chassis, tetapi mencakup sistem penggerak, integrasi baterai, kontrol kendaraan, hingga teknologi sensor yang menopang fungsi kendaraan pintar.
Dalam pengembangannya, BYD menghadirkan dua arsitektur utama yang kini menjadi sorotan:
-
e³ Platform (fokus keseimbangan performa, kontrol, fleksibilitas)
-
e⁴ Platform (fokus performa ekstrem dengan kendali presisi)
Keduanya dirancang untuk menjawab kebutuhan berbeda: dari mobil listrik performa tinggi yang tetap nyaman digunakan harian, hingga kendaraan ekstrem yang sanggup berlari dalam batas yang hampir tidak masuk akal untuk EV.
Teknologi e³ Platform dikembangkan untuk menciptakan kendaraan listrik yang mampu menyeimbangkan tenaga besar dengan kontrol yang tetap stabil. Implementasi platform ini terlihat pada Denza Z9 GT, model yang sebelumnya hadir sebagai unit display di Indonesia.
Keunggulan e³ Platform terletak pada penggunaan tiga motor listrik independen, yang memungkinkan distribusi tenaga dan torsi dilakukan dengan presisi tinggi. Dengan konfigurasi tersebut, kendaraan bisa menghadirkan akselerasi instan tanpa mengorbankan kestabilan saat bermanuver atau melaju cepat.
Dari sisi struktur, BYD mengusung teknologi Cell-to-Body (CTB), yaitu integrasi baterai langsung ke dalam struktur bodi kendaraan. Desain CTB bukan hanya membuat paket baterai lebih efisien, tetapi juga meningkatkan kekakuan torsional bodi secara signifikan.
Efeknya jelas: stabilitas kendaraan meningkat, presisi kemudi lebih konsisten, serta perlindungan tabrakan lebih optimal, termasuk dalam skenario frontal impact maupun side pole impact.
Yang membuat e³ Platform makin relevan untuk kondisi jalan perkotaan adalah hadirnya Independent Rear Wheel Steering, di mana roda belakang dapat berbelok secara independen.
Pada kecepatan rendah, sistem ini membantu memperkecil turning radius sehingga manuver parkir menjadi lebih mudah. Namun pada kecepatan tinggi, fungsinya berubah menjadi penstabil tambahan untuk menjaga mobil tetap tenang saat berpindah jalur.
Semua sistem tersebut tidak bekerja sendiri-sendiri. BYD mengintegrasikan semuanya dalam sistem Vehicle Motion Control, yaitu kontrol gerak kendaraan berbasis pemantauan real-time.
Sistem ini mengoordinasikan distribusi tenaga, pengereman, hingga respons kemudi agar kendaraan tetap stabil dalam berbagai kondisi ekstrem.
Untuk menguatkan aspek kecerdasan kendaraan, e³ Platform juga dibekali sistem Intelligent Driving yang didukung 33 sensor berkendara dan dua sensor LiDAR.
Dengan kombinasi tersebut, kendaraan mampu memetakan lingkungan sekitar dengan detail tinggi, mendukung fitur seperti:
-
Compass Turning untuk parallel parking
-
Narrow Road Parking untuk ruang sempit
-
pengaturan karakter kendaraan termasuk mode drifting di motor belakang
Ini menunjukkan bahwa BYD tidak hanya berbicara tentang tenaga, tetapi juga bagaimana tenaga itu dikendalikan dengan aman melalui sistem sensor dan kontrol yang presisi.

BYD Ungkap e-Platform 3 dan e-Platform 4 di IIMS 2026: Teknologi EV yang Bikin Kompetitor Ketar-Ketir
Jika e³ Platform dirancang untuk performa tinggi yang tetap relevan harian, maka e⁴ Platform dibuat untuk satu tujuan: extraordinary performance.
Platform ini direpresentasikan oleh Yangwang U9, kendaraan performa ekstrem yang juga pernah ditampilkan di Indonesia sebagai unit display.
Keunggulan utama e⁴ Platform adalah konfigurasi empat motor listrik independen, atau quad motor, di mana setiap roda mendapatkan kontrol tenaga sendiri.
Dengan pengaturan individual per roda, distribusi torsi dapat dilakukan secara presisi ekstrem, menciptakan akselerasi brutal sekaligus menjaga stabilitas kendaraan tetap terkunci dalam kondisi agresif.
Penerapan teknologi ini terlihat pada varian Yangwang U9 Xtreme, yang diklaim mampu mencatatkan kecepatan maksimum hingga 496,22 km/jam. Angka tersebut bukan sekadar gimmick performa, tetapi menjadi bukti bagaimana platform ini mampu mengelola tenaga, aerodinamika, dan stabilitas pada kecepatan yang melampaui standar kendaraan konvensional.
Untuk menopang performa tersebut, e⁴ Platform mengadopsi Next Generation Cell-to-Body (CTB) yang membuat center of gravity kendaraan turun signifikan. Dengan pusat gravitasi rendah dan kekakuan torsional tinggi, kendaraan mampu menghasilkan handling tajam tanpa kehilangan kontrol.
Struktur kendaraan juga diperkuat melalui chassis berperforma tinggi yang memadukan material:
-
carbon fiber integrated
-
kombinasi carbon steel dan aluminium
Tujuannya jelas: mengurangi bobot sambil mempertahankan rigiditas struktural, faktor krusial untuk kendaraan yang bermain di zona kecepatan ekstrem.
Melalui e³ dan e⁴ Platform, BYD menegaskan bahwa mereka tidak sekadar menjual kendaraan listrik, tetapi menawarkan arsitektur teknologi yang dirancang untuk masa depan.
e³ Platform memperlihatkan bagaimana EV bisa memiliki keseimbangan ideal antara efisiensi, performa, dan kemudahan manuver. Sementara e⁴ Platform menjadi demonstrasi kemampuan BYD menembus batas performa EV hingga level yang selama ini dianggap hanya mungkin di dunia hypercar.
Dengan pendekatan integrasi total antara struktur baterai, penggerak motor listrik, serta kecerdasan kontrol berbasis sensor, BYD menunjukkan satu pesan penting: masa depan mobilitas tidak akan ditentukan oleh siapa yang paling cepat meluncurkan model baru, melainkan siapa yang mampu membangun sistem kendaraan paling cerdas, presisi, dan siap menghadapi kondisi nyata.****
- Penulis: Magoh
- Editor: Dimas Lombardi
