Dari Bemo ke Masa Depan: Daihatsu Bukakan Rahasia Inovasinya di Jepang
- account_circle Magoh
- calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
- visibility 280
- print Cetak

Daihatsu Ajak Awak Media Kenal Lebih Dekat Sejarah dan Inovasi Daihatsu di Jepang
Dari Bemo ke Masa Depan: Daihatsu Bukakan Rahasia Inovasinya di Jepang
Daihatsu Ajak Awak Media Kenal Lebih Dekat Sejarah dan Inovasi Daihatsu di Jepang
OTOExpo.com. Jepang – Daihatsu Motor Co., Ltd., produsen mobil tertua di Jepang yang kini berusia lebih dari seabad, membuka tirai rahasianya kepada awak media dunia.
Melalui undangan eksklusif di ajang Japan Mobility Show (JMS) 2025, Daihatsu tak sekadar memamerkan kendaraan, tetapi mengisahkan perjalanan panjang tentang Monozukuri filosofi Jepang yang berarti “membuat dengan hati dan makna”.
Selama beberapa hari, jurnalis diajak menjelajah tiga kota penuh makna: Kyoto, Osaka, dan Tokyo. Mereka menyaksikan langsung bagaimana Daihatsu menulis kisah masa depannya melalui tiga bab besar:
-
Pabrik Kyoto Oyamazaki Plant, simbol efisiensi dan keberlanjutan.
-
Museum Humobility World, ruang sejarah dan filosofi manusia di balik mesin.
-
Peluncuran teknologi Rocky e-Smart Hybrid, wujud nyata elektrifikasi cerdas untuk semua orang.
Perjalanan ini berlangsung mulai 27 Oktober hingga 31 Oktober 2025, bertepatan dengan perhelatan JMS 2025 di Tokyo Big Sight.
Tepat di momen ketika dunia otomotif tengah bertransisi ke arah elektrifikasi, Daihatsu menunjukkan bahwa tradisi dan inovasi bisa berjalan berdampingan tanpa kehilangan jati diri.
Di Kyoto, jantung manufaktur Daihatsu berdetak di pabrik Oyamazaki Plant. Pabrik seluas 16 hektar ini berdiri sejak 1973 dan memproduksi lebih dari 230.000 unit mobil per tahun.
Di Osaka, museum Humobility World menjadi jendela sejarah yang hidup.
Dan di Tokyo, JMS 2025 menjadi panggung besar bagi inovasi di mana Daihatsu menampilkan 8 model masa depan, termasuk konsep BEV mungil Midget X dan K-OPEN Prototype yang memadukan kesenangan dan teknologi canggih.
Karena inovasi tanpa makna hanyalah mesin tanpa jiwa.
Daihatsu menyadari bahwa elektrifikasi bukan sekadar tren, tetapi evolusi menuju mobilitas yang lebih manusiawi. Melalui filosofi Monozukuri (menciptakan produk bermakna) dan Kotozukuri (membangun pengalaman manusiawi), Daihatsu ingin memastikan bahwa setiap kendaraan bukan hanya efisien, tapi juga memberi nilai bagi kehidupan sehari-hari.
“Kami tidak hanya membuat mobil kecil, tapi kami membuat mobil yang besar maknanya,” ujar seorang engineer senior Daihatsu dengan senyum sederhana di Kyoto Plant.
Dari Proses Produksi hingga Keberlanjutan
Kyoto Plant menjalankan konsep SSC (Simple, Slim, Compact) sebuah filosofi efisiensi manufaktur yang menjaga keseimbangan antara produktivitas dan keberlanjutan.
Proses pengecatan ramah lingkungan, penggunaan energi surya, hingga teknologi dry booth air recycling berhasil menurunkan emisi karbon hingga 42%.
Bahkan, robot pengecat kini menggantikan proses manual bukan untuk menghapus manusia, tapi untuk mempermudah mereka. Daihatsu merancang pabrik agar ramah terhadap semua gender dan usia, lengkap dengan kursi akses ergonomis di area perakitan.
Digitalisasi dan AI: Pabrik yang Belajar
Tak hanya robotik, pabrik Kyoto kini melibatkan AI untuk predictive maintenance sistem yang bisa “merasakan” jika ada anomali di mesin produksi sebelum kerusakan terjadi.
Pendekatan ini bukan sekadar efisien, tapi juga mencerminkan semangat kaizen perbaikan tanpa henti yang menjadi DNA industri Jepang.
Menelusuri Sejarah di Humobility World
Museum Humobility World di Osaka menghadirkan perjalanan emosional: dari Hatsudoki Seizo tahun 1907 hingga lahirnya mobil legendaris Daihatsu Midget, sang penggerak ekonomi rakyat Jepang.
Menariknya, pengunjung dapat menyentuh, mencoba, bahkan merasakan langsung eksperimen interaktif tentang prinsip aerodinamika dan sistem hybrid.
Dari lantai dua yang menampilkan Midget, hingga lantai empat tempat pengunjung bisa “membuat mobil mini”, museum ini seperti puisi visual yang menegaskan:
Daihatsu bukan sekadar mobil, tapi perjalanan panjang tentang manusia dan pergerakannya.
Rocky e-Smart Hybrid: Simbol Transisi
Di Osaka, Hiroyuki Tokura Chief Engineer Daihatsu memperkenalkan Rocky e-Smart Hybrid.
Mobil ini sepenuhnya digerakkan oleh motor listrik, sementara mesin bensin hanya berfungsi sebagai generator baterai.
Hasilnya? Sensasi berkendara seperti mobil listrik murni tanpa perlu charging.
Dengan mesin 1.200 cc tiga silinder dan efisiensi termal 40%, Rocky Hybrid jadi representasi nyata dari mobilitas masa depan yang efisien namun tetap terjangkau.

Daihatsu Ajak Awak Media Kenal Lebih Dekat Sejarah dan Inovasi Daihatsu di Jepang
Harga di Indonesia pun diperkirakan akan berkisar di angka Rp350–400 jutaan, membuatnya kompetitif di segmen hybrid compact SUV.
Arena Ide dan Imajinasi
Di JMS 2025, Daihatsu menghadirkan konsep-konsep futuristik seperti K-VISION, KAYOIBAKO-K, hingga e-ATRAI, kendaraan niaga listrik yang siap menjawab kebutuhan logistik masa depan.
Semua model ini membawa pesan tunggal: kecil bukan berarti lemah tapi lincah, efisien, dan bermakna.
Meski Daihatsu menunjukkan arah masa depan yang memukau, masih ada tanda tanya: apakah strategi elektrifikasi mereka akan cukup cepat menghadapi derasnya arus kendaraan BEV murni dari kompetitor global?
Namun, di balik semua itu, Daihatsu tetap punya kekuatan unik keintiman antara teknologi dan manusia yang jarang dimiliki pabrikan lain.
Dalam setiap baut yang dikencangkan, dalam setiap bodi mobil yang dicat, Daihatsu seolah menulis puisi tentang ketekunan dan kebahagiaan.
Bukan sekadar mobil tapi cerminan budaya, warisan, dan masa depan yang dirangkai langkah demi langkah.
“Small but capable, do it all step by step.”
Begitulah Daihatsu berbicara bukan dengan suara mesin, tapi dengan hati yang terus berdetak untuk manusia.
- Penulis: Magoh
- Editor: dimas lombardi
