5 Rahasia Emas #Cari_Aman Strategi Pengendara Motor Agar Terhindar dari Kecelakaan Fatal!
- account_circle dimas
- calendar_month Jum, 19 Sep 2025
- visibility 119

Hindari Kecelakan dengan "Cari_Aman
5 Rahasia Emas #Cari_Aman Strategi Pengendara Motor Agar Terhindar dari Kecelakaan Fatal!
OTOExpo.com , Jakarta – Di setiap denyut jalan raya, suara mesin sepeda motor berpadu dengan riuhnya kendaraan besar. Namun di balik kebisingan itu, ada risiko yang selalu mengintai: kecelakaan fatal.
PT Wahana Makmur Sejati (WMS), Main Dealer sepeda motor Honda Jakarta–Tangerang, kembali menggema lewat kampanye #Cari_aman, menegaskan pentingnya keselamatan berkendara sebagai benteng utama para pengendara roda dua.
Bagaikan menyulam jaring pengaman di jalan raya, kampanye ini lahir dari rentetan peristiwa tragis: pengendara motor yang terlindas truk, bus, atau angkot akibat jarak yang terlalu dekat, manuver mendadak, atau ruang sempit yang tak memberi ampun.
Dengan nada yang tegas sekaligus mengayomi, WMS menghadirkan lima langkah preventif yang mampu menyelamatkan nyawa dan mengubah cara berkendara menjadi lebih santun.
1. Jaga Jarak Aman: Filosofi Sederhana, Dampak Besar
Di jalanan kota yang dinamis, kendaraan besar seperti truk dan bus memiliki blind spot wilayah buta yang tak terjangkau pandangan sopir. Menempatkan motor tepat di samping atau belakang kendaraan besar sama dengan mengundang bahaya.
Prinsipnya sederhana: jaga jarak aman. Jika hendak mendahului, pastikan pengemudi kendaraan besar sudah menyadari keberadaan Anda.
Dengan jarak yang cukup, Anda memberi ruang untuk mengantisipasi manuver mendadak atau pengereman mendadak.
2. Hindari Menyalip di Ruang Sempit: Keselamatan Lebih Utama daripada Kecepatan
Menyalip di celah sempit sering kali tampak seperti solusi untuk cepat sampai, namun kenyataannya adalah jebakan risiko. Saat ruang terbatas, sedikit saja pergerakan kendaraan lain bisa menjepit motor Anda.
Lebih baik menunggu peluang yang benar-benar aman di jalur lurus dengan jarak pandang cukup. Ingatlah bahwa “lebih lama sampai lebih baik daripada tidak sampai sama sekali.”
Filosofi ini bukan hanya kata-kata, tetapi mekanisme pencegahan risiko yang nyata.
3. Kendalikan Kecepatan dan Beri Waktu Reaksi: Rem Otak Lebih Dulu
Sering kali insiden terjadi bukan karena motor tak mumpuni, melainkan reaksi pengendara yang terlambat. Mengatur kecepatan adalah seni mengukur risiko.
Kurangi laju ketika visibilitas buruk atau permukaan jalan tidak stabil. Memberi ruang untuk bermanuver dan bereaksi adalah perangkat keselamatan tak terlihat yang justru paling menentukan.
4. Waspada Terhadap Kondisi Jalan: Antisipasi Seperti Radar
Area bongkar muat, truk yang membawa material, atau jalanan berceceran pasir adalah ranjau tak kasatmata bagi pengendara motor.
Utamakan jarak aman dari sumber potensi bahaya. Jangan berada tepat di belakang atau di samping kendaraan bermuatan material. Jika terlihat ada ceceran, segera kurangi kecepatan, pindahkan posisi, dan antisipasi manuver berikutnya.
5. Tingkatkan Keterampilan Berkendara Lewat Pelatihan: Investasi Hidup yang Tak Ternilai
Keahlian berkendara bukan bawaan lahir; ia lahir dari latihan dan disiplin. WMS menegaskan pentingnya pelatihan safety riding sebagai cara meningkatkan keterampilan mengendalikan motor dalam berbagai situasi.
Teknik pengereman yang benar, manuver menghindar, serta disiplin perlengkapan seperti helm SNI, jaket pelindung, sarung tangan, dan sepatu tertutup adalah lapisan proteksi primer.
Dengan kombinasi latihan dan perlengkapan, pengendara bisa lebih siap menghadapi skenario jalanan yang kompleks.
Mengubah Kebiasaan, Menciptakan Budaya Baru
“Kecelakaan fatal bermula dari kebiasaan kecil yang seharusnya dihindari, seperti menyalip di celah sempit atau mengabaikan kondisi jalan berbahaya. Melalui kampanye safety riding #Cari_aman, kami mendorong pengendara motor untuk mengubah kebiasaan tersebut menjadi perilaku santun berkendara yang konsisten,” ujar Agus Sani, Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati.
Sebagai bentuk komitmen, WMS menyediakan rangkaian kegiatan praktik dan edukasi bagi masyarakat umum, komunitas, hingga korporasi.
Semua ini dapat diakses melalui Safety Riding Center WMS, termasuk pendaftaran daring di link resmi.
Pelatihan sebagai Pilar Budaya Keselamatan
WMS tidak sekadar memberikan himbauan, tetapi juga membangun ekosistem edukasi keselamatan berkendara.
Materi pelatihan mencakup teknik pengereman darurat, mengantisipasi blind spot, hingga postur berkendara ergonomis untuk jarak jauh.
Pelatihan ini layaknya simulator risiko yang membantu pengendara mengenali titik rawan sebelum benar-benar terjadi di jalan.
Dengan konsistensi latihan, perilaku defensif akan terbentuk secara alami.
Gerakan Nyata #Cari_aman: Dari Kesadaran ke Kebiasaan
“Tentunya tim Safety Riding WMS terus menyediakan program serta materi edukasi, dan jadwal pelatihan yang diperlukan. Mari bersama menjadikan #Cari_aman sebagai gerakan nyata: bertindak lebih aman di jalan hari ini dan esok hari demi keluarga yang selalu menunggu di rumah,” tutup Agus Sani.
Ajakan ini menjadi panggilan moral bagi seluruh pengendara motor untuk memandang keselamatan bukan sekadar kewajiban, tetapi budaya hidup.
Dengan begitu, jalan raya akan menjadi ruang bersama yang lebih manusiawi dan ramah bagi semua pengguna.

Hindari Kecelakan dengan “Cari_Aman
Mengendarai dengan Kesadaran, Pulang dengan Selamat
Lima langkah #Cari_aman dari WMS ini bukan sekadar tips teknis. Ia adalah manifesto perjalanan aman yang menyatukan disiplin, kesabaran, dan keterampilan.
Dengan menerapkan jarak aman, menghindari ruang sempit, mengontrol kecepatan, waspada kondisi jalan, serta meningkatkan keterampilan melalui pelatihan, pengendara motor memiliki perisai tak kasatmata yang efektif mencegah tragedi.
Keselamatan adalah investasi, bukan pengeluaran. Ia adalah hadiah untuk diri sendiri, keluarga, dan orang-orang tercinta yang menunggu di rumah.
Dengan mengadopsi kampanye ini, kita tidak hanya melindungi nyawa kita, tetapi juga membantu menciptakan budaya lalu lintas yang lebih selamat di Indonesia.***
.
.
- Penulis: dimas

