Geely EX5 Tawarkan Banyak Janji
- account_circle dennis
- calendar_month Sab, 5 Jul 2025
- visibility 115

Geely EX5 Tawarkan Banyak Janji
OTOExpo.com , Jakarta – Di tengah hingar-bingar kampanye kendaraan listrik dari berbagai merek, Geely Auto Indonesia kembali mencuri perhatian dengan program promosi baru bertajuk ‘EXceptional Value Deals’.
Program ini menawarkan seabrek manfaat mulai dari garansi baterai seumur hidup, bunga cicilan 0%, hingga subsidi pemasangan charger di rumah.
Tapi, di balik daftar benefit yang terdengar “wah”, banyak hal yang justru menimbulkan pertanyaan di benak calon pembeli.
Janji Seumur Hidup, Tapi Syaratnya “Lumayan”
Salah satu highlight dari program ini adalah Lifetime Battery Warranty alias garansi baterai seumur hidup—tentu saja, dengan syarat dan ketentuan berlaku.
Yang menarik (atau membingungkan?), garansi ini hanya berlaku untuk pemilik pertama dan dibatasi penggunaan maksimal 30.000 km per tahun.
Artinya, jika Anda tipe orang yang sering bepergian jauh atau memakai mobil untuk kebutuhan logistik, bisa jadi garansi “seumur hidup” itu berakhir lebih cepat dari yang Anda kira.
Selain itu, baterai yang katanya dijamin seumur hidup ini juga diiringi dengan batas performa minimum State of Health (SOH) ≥ 70%.
Masalahnya, siapa yang benar-benar tahu cara mengukur SOH baterai secara independen, dan apakah mekanismenya akan transparan bagi pengguna?

Banyak Bonus, Tapi Hanya Jika Anda Cepat dan Taat Jadwal
Geely juga menawarkan promo booking cepat: semakin cepat pesan, semakin besar cashback dan bonus aksesoris yang didapat.
Jika pesan dalam tiga hari, dapat cashback Rp 3 juta dan 8 aksesoris gratis. Lewat dari tujuh hari? Ya sudah, tinggal dapat aksesoris.
Ini tentu bagus buat yang memang sudah niat beli, tapi buat mereka yang masih pikir-pikir, model promo semacam ini justru terasa agak memaksa.
Apalagi, skema “flash promo” seperti ini seringkali menimbulkan tekanan emosional—calon konsumen didorong mengambil keputusan cepat, tanpa sempat berpikir matang.
Harga Boleh Dibilang Masih ‘Lumayan’
Meski belum menyentuh angka setengah miliar rupiah, harga Geely EX5 masih terbilang tinggi untuk masyarakat Indonesia yang belum sepenuhnya percaya pada mobil listrik.
Dengan harga mulai Rp465 juta untuk varian Pro, dan Rp505 juta untuk varian Max, jelas Geely ingin bermain di kelas SUV listrik premium.
Tapi apakah merek ini sudah cukup kuat di mata konsumen Indonesia? Di tengah ketatnya persaingan dengan pemain besar seperti Hyundai, Wuling, BYD, hingga pendatang lokal macam MAKA atau AION, nama Geely masih belum terlalu menggema.
Pelayanan dan Infrastruktur Masih Jadi Tantangan
Geely memang mencoba memperkuat layanan purna jual melalui emergency road assistance (ERA) selama 5 tahun, garansi sistem kelistrikan selama 8 tahun, dan home test drive.
Tapi semua ini tetap belum menyentuh akar persoalan utama adopsi mobil listrik di Indonesia: kurangnya infrastruktur charging dan bengkel servis khusus EV yang memadai.
Konsumen Indonesia, terlebih di luar Jakarta, masih was-was soal pengisian daya, perawatan kendaraan listrik, hingga dukungan spare part jangka panjang.
Apakah Geely benar-benar siap menjawab tantangan ini, atau sekadar ikut-ikutan hype mobil listrik demi eksistensi?
Kursi Pijat Bukan Solusi Mobilitas
Fitur-fitur kenyamanan seperti kursi pijat, internet gratis 2GB, dan warna eksterior eksklusif mungkin terdengar menarik di atas kertas.
Tapi yang dicari konsumen dari mobil listrik bukan hanya gimmick, melainkan keandalan dan ketersediaan layanan purna jual.
Di sisi lain, fitur seperti fast charging dari 30–80% dalam 24 menit memang terdengar kompetitif meski tentu saja, tergantung dari apakah pengguna bisa menemukan stasiun pengisian cepat CCS2 dengan daya 80 kW yang masih langka di luar kota besar.
Masih Perlu Pembuktian
Geely EX5, dengan segala janji dan promo manisnya, memang terlihat berani untuk “nyemplung” di pasar EV yang makin padat ini.
Tapi tantangan sebenarnya bukan hanya soal diskon dan garansi, melainkan soal kepercayaan konsumen jangka panjang terhadap merek, layanan, dan realita penggunaan di jalanan Indonesia.
Promo boleh menggiurkan, tapi konsumen Indonesia makin pintar dan makin jeli.
Karena pada akhirnya, kendaraan bukan hanya soal beli murah di awal melainkan soal bagaimana hidup Anda dibuat lebih mudah dan bebas repot setiap harinya. ***
.
.
.
.
.
- Penulis: dennis

