XPENG Resmikan Pabrik Mobil Listrik Pertamanya di Luar China
- account_circle dimas
- calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
- visibility 218
- comment 0 komentar
- print Cetak

XPENG Resmikan Pabrik Mobil Listrik Pertamanya di Luar China
OTOExpo.com , Purwakarta – Indonesia kembali mencetak sejarah dalam industri otomotif nasional. Untuk pertama kalinya, XPENG, salah satu produsen mobil listrik terkemuka asal Tiongkok, memilih Indonesia sebagai negara pertama di luar China untuk merakit kendaraan listrik mereka.
Tak main-main, langkah besar ini diambil lewat kerja sama strategis dengan Erajaya Active Lifestyle (ERAL), sebuah nama yang biasanya identik dengan gaya hidup digital dan kini merambah otomotif masa depan.
Dalam sebuah seremoni “Line Off Ceremony” yang berlangsung di fasilitas perakitan PT Handal Indonesia Motor (HIM) di Purwakarta, XPENG dan Erajaya meresmikan dimulainya produksi mobil listrik XPENG X9 secara Completely Knock Down (CKD). Pabrik ini dijadwalkan mulai beroperasi penuh pada Juli 2025.

Djohan Sutanto, CEO Erajaya Active Lifestyle dalam sambutannya menyatakan, “Peresmian hari ini merupakan bukti nyata dari kolaborasi yang solid antara dunia usaha dengan pemerintah Indonesia melalui berbagai kebijakan progresif di sektor kendaraan listrik.”
“Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas komitmen pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif dan percepatan transfer teknologi.” ujarnya lebih lanjut.
Langkah Berani, Pilihan yang Tepat
Di tengah persaingan sengit pasar EV (Electric Vehicle) global, keputusan XPENG untuk memproduksi mobilnya di Indonesia bisa dibilang berani tapi strategis.
Dengan memilih Indonesia sebagai pasar internasional pertamanya untuk produksi lokal, XPENG jelas menaruh kepercayaan besar pada iklim investasi dan arah kebijakan transisi energi nasional.
CEO Erajaya Active Lifestyle, Djohan Sutanto, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar ekspansi bisnis, tapi bagian dari visi jangka panjang membangun ekosistem mobilitas berkelanjutan.
“Ini adalah bukti nyata kolaborasi sektor swasta dengan pemerintah yang mendukung kebijakan progresif di sektor kendaraan listrik,” ujarnya.
Pujian itu tentu bukan tanpa alasan. Pemerintah Indonesia memang sedang gencar mendorong pertumbuhan kendaraan listrik melalui insentif pajak, kemudahan investasi, hingga target ambisius untuk net zero emission pada 2060.
Bukan Sekadar Pabrik, Ini Fasilitas Teknologi Tinggi
Yang membuat proyek ini makin menarik adalah pendekatan XPENG terhadap kualitas dan teknologi.
Seperti yang dijelaskan oleh Steven Wang, General Manager of KD Operation Center XPENG, perakitan di Purwakarta tidak hanya soal memasang komponen.
“Kami membawa peralatan kalibrasi ADAS (Advanced Driver Assistance System) yang sesuai dengan standar pabrik pintar global kami,” kata Steven.
Dengan kata lain, mobil listrik yang keluar dari pabrik Purwakarta nanti akan tetap punya kemampuan mengemudi cerdas layaknya versi China, meski tentu disesuaikan dengan regulasi lokal Indonesia.
Dan itu penting. Karena terlalu sering, produk global yang “dilokalkan” justru kehilangan separuh keunggulan teknologinya. XPENG tampaknya tidak ingin jatuh ke jebakan itu.
XPENG X9: Bukan Sekadar MPV Elektrik
Model yang akan diproduksi di Indonesia adalah XPENG X9, sebuah MPV listrik futuristik yang sempat bikin heboh saat peluncurannya di Tiongkok.
Desainnya yang modern, kabin luas, serta fitur mengemudi semi-otonom menjadikannya pesaing serius di segmen keluarga modern terutama mereka yang ingin tampil beda.
Dengan skema CKD, harga jual XPENG X9 diyakini akan lebih kompetitif, apalagi jika pemerintah melanjutkan program insentif EV domestik.
Kombinasi antara fitur canggih, produksi lokal, dan harga bersaing bisa jadi senjata ampuh untuk memperluas adopsi EV di Indonesia yang saat ini masih terkonsentrasi di kelas menengah atas.
Dampak Lokal: Lebih dari Sekadar Mobil
Di luar aspek bisnis, hadirnya pabrik ini membawa efek domino positif bagi industri otomotif nasional. Mulai dari penciptaan lapangan kerja berkualitas, penguatan rantai pasok lokal, hingga peningkatan kompetensi SDM di bidang otomotif masa depan.
Bukan hanya merakit, XPENG berkomitmen melakukan transfer teknologi, sebuah janji yang sering terdengar manis di awal, tapi sayangnya tidak semua investor asing benar-benar menepatinya.
Namun jika XPENG benar-benar konsisten dengan standar globalnya, maka Purwakarta bisa jadi pusat pengembangan teknologi otomotif pintar di ASEAN.
Jangan Sampai Euforia Saja
Meski ini langkah yang patut diapresiasi, kita perlu realistis. Pasar EV di Indonesia masih di tahap awal. Infrastruktur pengisian daya masih sangat terbatas, dan adopsi publik belum merata.
Apalagi, kendaraan listrik seperti XPENG X9 masih tergolong kelas atas, meskipun dirakit lokal.
Tantangan lainnya adalah memastikan keberlanjutan jangka panjang dari investasi ini, bukan hanya “launching besar-besaran lalu senyap.”
XPENG dan Erajaya harus bisa menjaga momentum, termasuk mendukung layanan purna jual, ketersediaan suku cadang, hingga edukasi konsumen.

Babak Baru Industri Otomotif Nasional
Kolaborasi antara XPENG dan Erajaya Active Lifestyle bisa menjadi babak penting dalam transformasi otomotif Indonesia.
Bukan hanya karena ini kali pertama XPENG keluar dari Tiongkok, tapi karena Indonesia akhirnya bukan hanya pasar, tapi juga bagian dari rantai produksi kendaraan listrik global.
Jika komitmen transfer teknologi, pelatihan SDM, dan penguatan komponen lokal benar-benar direalisasikan, maka Purwakarta bisa menjadi magnet baru dalam peta industri EV Asia Tenggara.
Kita berharap, ini bukan sekadar seremoni sekali lalu hilang gaungnya. Tapi benar-benar menjadi fondasi kuat untuk Indonesia yang bukan hanya “ikut zaman,” tapi juga memimpin di era kendaraan listrik masa depan.****
.
.
.
.
.
.
- Penulis: dimas
