Alasan Bus Hino RN 285 Mampu Lakukan 1 Juta Kilometer Tanpa Over Haul

Alasan Bus Hino RN 285 Mampu Lakukan 1 Juta Kilometer Tanpa Over Haul

 

OTOExpo.com –  Mengambil tempat di ajang GIICOMVEC 2020, PT. Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) memberikan apresiasi kepada 3 perusahan otobus yang menggunakan Hino Bus RN 285 sejauh 1 juta kilometer tanpa overhaul.

Ketiga PO tersebut adalah :
  1. PO Kramat Djati,
  2. PO Sinar Jaya
  3. PO Harapan Jaya

Hino RN 285 menjamin kualitas tinggi untuk bus tersebut. Baik dari segi mesin dan juga sasis. Karena bus Hino dirancang dengan kualitas dan keselamatan sesuai standar kualitas yang tinggi.

Dari hasil road test yang dilakukan Hino untuk tipe Hino Bus RN 285, dimana Hino melakukan road test Hino Bus RN 285 dari terminal Pulo Gebang, Jakarta sampai terminal Purbaya, Surabaya pulang pergi (PP).

Dapat terlihat dari hasil road test tersebut, Hino Bus RN 285 dengan kapasitas oli 12 Liter sangat handal digunakan di tol Transjawa karena temperatur oli tetap stabil dan tidak panas. 

Bahkan temperature oli selama test terus dibawah nilai standar flash point dari temperature oli.

Alasan Bus Hino RN 285 Mampu Lakukan 1 Juta Kilometer Tanpa Over Haul

Hasil ini memberikan kepercayaan dan kenyamanan bagi para pengusaha otobus atau PO, karena bus ini sangat tepat dan handal untuk digunakan sebagai transportasi jarak jauh seperti rute tol trans jawa yang membuat bisnis lebih efisien karena perawatan atau penggunaan oli yang lebih sedikit ditambah dengan suku cadang bus Hino yang ekonomis dan terjangkau serta perawatan yang rutin membuat bus Hino semakin ekonomis dan efisien sebagai partner bisnis.

Tentunya ini memberi nilai lebih bagi pengusaha bus untuk memaksimalkan keuntungan dan meminimalkan biaya operasional dimana ini merupakan prinsip Total Support Hino kepada pelanggan setianya.

Bus kami memang terkenal tangguh dan jagoaan dalam cari duit, untuk itu customer terus loyal dengan bus Hino dan ini dapat dibuktikan dengan Bus Hino di tahun 2019 terus menjadi market leader di Indonesia dengan pangsa pasar mencapai 65%”, tutup Santiko.

 

Baca Juga