TransTRACK Ekspansi Logistik Halal Regional Bersama Johor Malaysia
- account_circle Pandito
- calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
- visibility 171
- comment 0 komentar
- print Cetak

TransTRACK Ekspansi Logistik Halal Regional Bersama Johor Malaysia
OTOExpo.com , Malaysia – TransTRACK Dorong Integrasi Logistik Halal Indonesia–Malaysia, Gandeng Johor Jadi Mitra Kunci
Ekosistem halal dunia makin seksi. Proyeksi ekonomi halal global diperkirakan menembus angka USD 5 triliun pada 2030.
Angka fantastis ini jadi alasan kenapa kolaborasi antarnegara di sektor halal bukan sekadar tren, tapi keniscayaan.
Nah, salah satu gebrakan terbaru datang dari TransTRACK, perusahaan teknologi berbasis Indonesia yang fokus pada digitalisasi armada dan optimalisasi rantai pasok.
Lewat Focus Group Discussion (FGD) yang digelar bareng Perbadanan Islam Johor (PIJ) Halal Ventures, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), dan ESQ Halal Center, TransTRACK menyoroti peluang besar membangun logistik halal Indonesia-Malaysia yang lebih efisien dan transparan.
FGD Strategis Bahas Penyelarasan Sertifikasi dan Digitalisasi Halal
FGD bertajuk “Kolaborasi Industri Halal Internasional Johor dan Indonesia” ini jadi ajang strategis membahas:
- Penyelarasan sertifikasi halal antarnegara
- Sinergi kebijakan perdagangan halal
- Pentingnya keterlacakan dan transparansi logistik halal lewat teknologi digital
Menariknya, dari FGD ini tercetus satu poin penting: produk bersertifikat halal tak harus sertifikasi ulang saat masuk ke negara mitra.
Cukup registrasi ulang. Hemat waktu, hemat biaya, dan jelas membuka keran perdagangan halal yang lebih terbuka antarnegara, khususnya Indonesia dan Malaysia.
Kolaborasi Johor – Indonesia Dimatangkan
Langkah ini sejalan dengan rencana Pemerintah Negara Bagian Johor, Malaysia, melalui PIJ Halal Ventures untuk mengembangkan sistem pemantauan logistik halal.
TransTRACK pun digandeng dalam proyek besar ini sejak penandatanganan Head of Agreement (HoA) pada Agustus 2024 untuk membangun dua platform andalan:
- Integrated Halal Logistics System (IHLS)
- Halal Logistics Platform (HLP)
Keduanya dirancang untuk menjawab kebutuhan industri halal akan sistem logistik end-to-end yang sesuai standar syariah dan transparan dari hulu ke hilir.
Teknologi Jadi Ujung Tombak Efisiensi
Menurut Aris Pujud Kurniawan, Co-founder dan CTO TransTRACK, salah satu tantangan terbesar logistik halal saat ini adalah minimnya pengawasan secara real-time.
Meskipun armada dan gudang halal tersedia, belum ada sistem integratif yang menjamin:
- Distribusi barang tanpa kontaminasi
- Keterlacakan jalur distribusi
- Kepatuhan standar halal dari hulu ke hilir
“Di sinilah peran TransTRACK menjadi penting. Kami hadir sebagai integrator sistem yang mampu menjembatani pelaku industri dan regulator, membangun ekosistem logistik halal yang efisien, transparan, dan terpercaya,” ungkap Aris.

Johor Ingin Distribusi Halal Dua Arah
Menurut Wan Aminudin Aminin bin Wan Sulaiman, dari PIJ Halal Ventures, Malaysia dan Indonesia punya posisi sangat strategis untuk saling menopang dalam industri halal.
Ia berharap segera terjadi penandatanganan MoU antarnegara yang memungkinkan distribusi dua arah:
- Produk halal Malaysia bisa masuk ke Indonesia dengan mudah
- Produk halal Indonesia bisa menembus pasar Malaysia
Bahkan, ia menyampaikan harapan adanya warehouse atau pusat distribusi halal bersama di kawasan Johor yang bisa menjadi penghubung dua negara ini.
Langkah ini juga mengakomodasi rencana Malaysia lewat Halal Industry Master Plan 2030 yang fokus pada pengembangan infrastruktur halal lintas negara.
Langkah Menuju Ekosistem Halal Asia Tenggara
Fokus pengembangan ekosistem halal ini tak lepas dari posisi strategis Johor sebagai kawasan ekonomi khusus (SEZ) yang dekat dengan Singapura dan punya infrastruktur logistik kelas dunia.
TransTRACK melihat kawasan ini sebagai titik penting membangun hub halal Asia Tenggara yang terintegrasi.
Sementara itu, dari Indonesia, sinyal positif juga datang dari pihak Asosiasi Halal Logistik Indonesia (AHLI).
Mereka menyatakan siap menjalin kerja sama dengan mitra Malaysia untuk mendorong kolaborasi logistik halal bilateral. Apalagi, Indonesia sudah punya BPJPH dan jaringan sertifikasi yang cukup matang.
Logistik Halal Bukan Sekadar Sertifikasi
Menurut Hari Setiawan, Chief Operating Officer TransTRACK, kerja sama ini bukan sekadar menyamakan sertifikasi, tapi membangun sistem logistik halal modern.
“Halal itu bukan cuma label, tapi rasa aman dan kepercayaan konsumen. Kita bicara rantai pasok yang jelas, bisa ditelusuri, dan bebas dari risiko kontaminasi produk haram.”
Dengan kolaborasi ini, TransTRACK mempertegas komitmen sebagai tech enabler utama di industri halal, bukan hanya untuk sektor makanan, tapi juga farmasi, kosmetik, bahkan e-commerce halal lintas negara.
Kolaborasi antara TransTRACK dan Johor Malaysia bukan sekadar kerja sama lintas batas, tapi langkah nyata membangun ekosistem logistik halal digital yang andal dan terpercaya.
Dengan menggabungkan kekuatan teknologi, dukungan kebijakan pemerintah, serta semangat sinergi antarnegara, TransTRACK siap menjadi garda depan transformasi logistik halal di Asia Tenggara.
Industri halal bukan hanya peluang ekonomi, tapi jalan menuju perdagangan yang lebih etis, berkelanjutan, dan transparan.
Indonesia dan Malaysia, sebagai pemimpin populasi Muslim dunia, punya peluang besar untuk jadi poros utama logistik halal global dan TransTRACK siap memimpinnya.****
.
.
.
.
.
- Penulis: Pandito
