Berita
light_mode
Beranda » Tips » 5 Tips Aman Berkendara Sepeda Motor Saat Puasa Ramadan – Wahana & #Cari_Aman

5 Tips Aman Berkendara Sepeda Motor Saat Puasa Ramadan – Wahana & #Cari_Aman

  • account_circle Magoh
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 13
  • print Cetak

Puasa Bukan Alasan Abai Keselamatan, Ini 5 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Berkendara Sepeda Motor

Puasa bukan alasan abai keselamatan. Simak 5 tips aman berkendara motor saat Ramadan dari Wahana Makmur Sejati agar tetap fokus, nyaman, dan #Cari_Aman di jalan.

OTOExpo.com , Jakarta –  Ramadan selalu identik dengan pengendalian diri. Namun di balik ibadah menahan lapar dan haus, ada tantangan lain yang kerap luput dari perhatian: menjaga keselamatan saat berkendara sepeda motor.

Perubahan pola makan, jam tidur yang bergeser, hingga aktivitas tambahan di malam hari berpotensi memengaruhi stamina dan fokus pengendara. Kondisi fisik yang menurun dapat meningkatkan risiko di jalan raya jika tidak diantisipasi dengan baik. Karena itu, semangat #Cari_Aman harus tetap menjadi prioritas utama.

Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani, menegaskan bahwa keselamatan bukan hanya soal kemampuan teknis mengendarai sepeda motor.

“Keselamatan berkendara tidak hanya soal keterampilan mengendarai sepeda motor, tetapi bagaimana pengendara mempersiapkan diri sebelum berangkat dan tetap waspada selama di jalan. Saat berpuasa, berkendara menuntut perhatian ekstra agar tetap #Cari_Aman,” ujarnya.

Berikut lima poin penting yang wajib diperhatikan pengendara motor selama Ramadan.

1. Atur Rute Perjalanan Sejak Awal

Perencanaan rute bukan sekadar soal memilih jalan tercepat, tetapi juga strategi mengelola energi dan emosi. Kemacetan panjang, cuaca panas, serta waktu tempuh yang tidak pasti bisa mempercepat kelelahan.

Dengan memanfaatkan aplikasi navigasi dan informasi lalu lintas terkini, pengendara dapat menghindari titik rawan macet atau jam padat. Jalur yang lebih lancar membantu menjaga ritme berkendara tetap stabil dan meminimalkan stres, terutama menjelang waktu berbuka ketika volume kendaraan biasanya meningkat signifikan.

2. Manajemen Waktu Tidur yang Disiplin

Salah satu risiko terbesar saat puasa adalah kurang tidur. Bangun sahur, ibadah malam, dan aktivitas harian bisa memotong waktu istirahat. Kurang tidur dapat menurunkan konsentrasi, memperlambat waktu reaksi, bahkan memicu microsleep—kondisi tertidur sepersekian detik yang sangat berbahaya saat berkendara.

Idealnya, pengendara tetap menjaga durasi tidur 6–8 jam per hari, meski harus dibagi dalam beberapa sesi. Power nap 20–30 menit di siang hari juga dapat membantu menjaga kebugaran. Jika mulai merasa mengantuk di jalan, keputusan paling aman adalah menepi dan beristirahat sejenak.

3. Sahur dengan Nutrisi Seimbang dan Cukup Cairan

Sahur bukan sekadar formalitas. Asupan karbohidrat kompleks, protein, serat, serta cairan yang cukup berperan penting dalam menjaga stamina sepanjang hari.

Menghindari makanan tinggi gula sederhana dan terlalu berminyak dapat membantu mencegah lonjakan serta penurunan energi secara drastis. Dehidrasi ringan saja sudah cukup untuk menurunkan fokus dan respons refleks. Karena itu, memastikan tubuh terhidrasi dengan baik sebelum memulai aktivitas berkendara menjadi langkah preventif yang krusial.

4. Gunakan Perlengkapan Berkendara Lengkap

Helm berstandar SNI, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu tertutup bukan sekadar atribut. Perlengkapan ini merupakan proteksi utama jika terjadi insiden di jalan.

Selain aspek keselamatan, perlengkapan lengkap juga meningkatkan kenyamanan dan rasa percaya diri saat berkendara. Jaket, misalnya, membantu melindungi tubuh dari paparan sinar matahari langsung yang dapat mempercepat kelelahan saat berpuasa.

5. Jaga Jarak Aman dan Kecepatan Wajar

Saat kondisi fisik tidak seprima hari biasa, menjaga jarak aman menjadi semakin penting. Dengan ruang pengereman yang cukup, pengendara memiliki waktu reaksi lebih panjang untuk mengantisipasi kendaraan di depan.

Disiplin menjaga jarak, tidak terpancing emosi, serta menghindari manuver mendadak adalah bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri dan pengguna jalan lainnya. Mengurangi kecepatan sedikit dari biasanya justru dapat meningkatkan margin keselamatan secara signifikan.

Agus Sani kembali mengingatkan bahwa memaksakan diri dalam kondisi lelah bukan keputusan bijak.

“Jika sudah merasa kurang fokus atau mengantuk, sebaiknya berhenti dan istirahat. Pastikan sahur dengan nutrisi cukup, minum air yang memadai, dan berkendara dengan kecepatan wajar agar tetap aman selama Ramadan,” jelasnya.

Puasa Bukan Alasan Abai Keselamatan, Ini 5 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Berkendara Sepeda Motor

Puasa Bukan Alasan Abai Keselamatan, Ini 5 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Berkendara Sepeda Motor

Keselamatan berkendara adalah tanggung jawab bersama. Dengan kesadaran, disiplin, dan penerapan lima poin penting tersebut, perjalanan selama Ramadan dapat berlangsung lebih aman dan nyaman.

Mari jadikan #Cari_Aman bukan sekadar slogan, tetapi kebiasaan. Karena setiap perjalanan yang selamat bukan hanya membawa kita sampai tujuan, melainkan juga menjadi kontribusi nyata menuju budaya Safety Indonesia yang lebih baik.***

  • Penulis: Magoh
  • Editor: RM.Dimas Wirawan

Artikel Menarik Lainnya

expand_less